
first day at school
Pagi ini Ize dan Chiko bangun lebih pagi untuk bersiap menyambut sekolah baru mereka yang akan terasa sangat asing walaupun untuk sementara
Dan agar sempurna dalam permainan penyamaran mereka, mereka pun harus bangun lebih pagi untuk menjadi siswa teladan di sekolah
Saat ini mereka berdua sedang sibuk dengan piring dan sendok yang beradu di meja makan(sedang makan) dengan seragam baru dan penampilan baru kini mereka siap melaksanakan kegiatan mereka dengan begitu semangat
Dan tentu saja untuk lebih berhasil dalam penyamaran mereka pun pergi ke sekolah menggunakan sepeda
Dan yah tentu saja untuk pembicaraan mengenai penyamaran mereka sudah mereka bicarakan dengan Tuan Lee dan tuan Vilcensius yang dengan senang hati di setujui.
Outfid Chiko dan Anize
Skip.... sesampainya di parkiran sekolah ๐ซ
Mereka segera menaruh sepeda milik mereka dan berjalan beriringan masuk ke dalam sekolah tersebut
Tapi tentu saja mereka kebingungan dengan Tempat yang asing bagi mereka itu, apa lagi hari masih cukup pagi dan murid sekolah pun belum terlalu banyak yang datang begitu juga dengan para penanggung jawab di sekolah tersebut seperti guru dan penjaga sekolah
Karna perjanjian yang mereka buat Dari awalnya adalah untuk pergi sendiri ke sekolah dan menemui kepala sekolah sendiri di hari pertama itu juga
Dan merekapun Terus menyusuri koridor yang amat luas dan panjang di sekolah itu, sampai akhirnya mereka menemukan seseorang yang tengah asik membaca buku sembari menyenderkan dirinya di jendela besar di koridor tersebut
Leandra outfit
"Wanita yang cantik' gimana kalo kita nanya dia aja" ucap Chiko yang pertama kali melihat sosok wanita dengan rambut sepanjang pundak dengan kacamata yang bertengger di hidungnya dan sedang asik dengan aktifitasnya itu
"Iyah tuh, yok" balas Ize yang kemudian mereka pun mendekati orang tersebut dan menyapanya dengan ramah
"Permisi" ucap Ize dengan sopan yang di ikuti oleh tatapan Chiko yang polos
(Author P : polosnya hasil buatan sendiri karna perannan yang sedang dimainkan yah bund๐คฃ)
"Iyah?, Ada apa yah?" jawab wanita tersebut yang langsung menutup buku yang sedang dia baca kemudian menatap Ize dan Chiko dengan bingung, dan ternyata wanita itu adalah Leandra sang wakil ketua OSIS
Outfid Leandra
"Kalo boleh nanya di sini ruang kepala sekolah Dimana yah?" Tanya Ize dengan wajah datar yang terkesan dingin
"Itu?" Ucap Chiko refleks yang kemudian menatap wajah Ize dengan tatapan kelinci yang akan membuat siapapun merasa gemas ketika melihatnya
``benar-benar memainkan peran dengan baik^ยฐ batin Ize yang kemudian melihat ke arah Chiko dengan datar walaupun sebenarnya hatinya sudah meronta-ronta untuk mengejek sang Koko yang bermain peran menjadi nerd itu
"Iyah, kami anak baru dan tidak tau jalan menuju ruang Kepsek" ucap Ize masih mempertahankan wajah datar itu
"Ruang kepala sekolah berada di lantai 3 dan....,emmm Baiklah kalo begitu biar aku antar, sekalian mengenalkan kalian dengan lingkup di sekolah ini" ucap Lean dengan sedikit berfikir dan kemudian tersenyum ramah namun terkesan berwibawa
Akhirnya merekapun berjalan beriringan dengan Chiko yang berada di samping kiri Ize dan Lean yang berada di samping kanan Ize namun lebih satu jengkal di depan mereka
"Sebelumnya biar aku perkenalkan diri pada kalian, aku Leandra Vilcensius, kelas 11, IPA sekaligus wakil ketua OSIS, jika kedepannya butuh bantuan kalian bisa langsung mencari ku atau Jhonny yang juga seorang OSIS atau kalian bisa langsung mencari Mark Lee dia ketua OSIS di sini" ucap Lean sembari terus berjalan dan menaiki tangga menuju lantai 2
"Oh ya, lantai dua ini ada kelas untuk anak kelas 12 dan itupun terhubung dengan ruang guru dan ruang OSIS, sedangkan kelas 10 ada di lantai 1 tadi, juga terhubung dengan perpustakaan dan ruang rapat jika ingin mencari kantin, dari lantai satu itu kalian belok ke arah kiri tempat loker siswa di sana ada jalur lain yang terhubung ke kantin murid" ucap Lean panjang lebar menerangkan tentang denah dari sekolah tersebut yang hanya di tanggapi tatapan oleh Ize dan Chiko (tapi tentu saja tatapan Chiko adalah tatapan kagum melihat sosok wanita yang begitu elegan dan terkesan bijaksana di depannya)
Akhirnya sambil terus berjalan mereka pun menaiki tangga menuju lantai 3 tersebut
"Dan di lantai tiga ini, ada kelas 11, ruang kepsek, Laboratorium IPA, Ruang musik,dan ruang seni, sedangkan lantai 4 Ada Ruang penyimpanan,ruang Audio Visual, laboratorium komputer, play ground dan ruang keamanan, dan untuk lantai 5 sendiri adalah ruangan Direktur, dan di lantai 1 jika kalian keluar dari pintu besar yang arahnya berlawanan dari pintu masuk ke sekolah ini kalian di situ bisa nemuin lapangan sekolah kita yang di sampingnya punya taman peristirahatannya sendiri jadi kalo kalian di lapangan kalian bisa liat ada satu bangunan lagi yang bakal sedikit terpisah dari gedung sekolah dan itu adalah ruangan pentas atau dengan kata lainnya lobi utama untuk pembuatan acara di sekolah ini" ucap Lean sambil terus berjalan dan menerangkan secara spesifik kepada kedua murid baru tersebut
"Bisa kalian bayangin kan gimana bentuknya, jadi keseluruhan sekolah ini itu membentuk huruf U itu di luar dari kantin dan Lobi utama yah, jadi kalo di gabungin sama lobi utama tuh malah jadi huruf O yang di tengah-tengahnya ada lapangan sedangkan sambungan ke kantin itu bakal jadi bentuk Q besar yang lekukan Q nya tuh tegak gituh, gimana ngerti kan?" Ucap Lean masih panjang lebar yang di akhiri dengan berhenti untuk memastikan kepahaman dari kedua murid baru itu dan ternyata mereka pun telah sampai di depan ruang kepsek tersebut
"Iyah kami paham kok" jawab Ize yang di susul anggukan lucu oleh Chiko
"Baguslah, kalo gituh aku tinggal dulu, kita udah sampe kok di ruang kepsek, nih ruangannya, kalian masuk sendiri yah soalnya aku ada urusan lain yang mau di kerjain" ucap Lean yang kemudian menunjuk dengan dagunya ruang kepsek yang ternyata berada cukup ujung di lantai 3 tersebut
Baru saja Lean ingin melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, dengan cepat Ize mencegatnya dengan berdiri di depan tubuh ramping milik Lean itu
"Eee, terima kasih untuk informasi dan waktu buat ngantar kami kesini, salam kenal Aku Anize dan ini saudara ku Chiko" ucap Ize menyodorkan tangannya tanda ingin berjabat tangan agar lebih nyaman walaupun dengan canggung dan ragu juga tetap memasang wajah yang datar
"Baiklah, sama-sama, salam kenal juga untuk mu Anize, Chiko, semoga kita bisa akur yah" balas Lean yang kemudian membalas jabatan tangan Ize tersebut dan beranjak pergi dari tempat tersebut. STOP
TBC๐ซ
Selamat Membaca
Dan semoga terhibur
Bagaimana pendapat teman-teman untuk karya aku yang satu ini, sebenarnya bukan seutuhnya aku yang buat si tapi di bantu juga sama Author lain sebagai teman collab
Oh ya agar tidak menimbulkan kebingungan ataupun kesalah pahaman jadi aku mau jelasin bahwasanya cerita ini kan memiliki dua author yang otomatis bukan satu author saja yang menulis karna itu mungkin di setiap kata dan chapter di novel ini sedikit ada perbedaan dalam cara penulisan seperti bahasa yang tidak baku dan penyusunan kata-kata yang tidak sesuai dan membuat perbedaan yang begitu menonjol jadi mohon kebijakan teman-teman dan pengertian dari para Readers dalam membaca dan berkomentar yah
Mohon juga untuk terus LIKE ๐ VOTE ๐ RATE โญ KOMEN ๐ฅฐ
SEE YOU NEXT TIME ๐
HAPPY READING ALL ๐