
Dengan tergesa Ize menaiki setiap tangga untuk menuju lantai 3 jika kalian berfikir Ize akan menuju kelasnya maka kalian salah, karna Ize kembali ke sekolah itu bukan untuk kembali mengikuti pelajaran melainkan untuk pergi keruang kepsek
Dengan cepat Ize berjalan menyusuri koridor tersebut sampai melewati kelas miliknya dan tanpa sadar Lean melihat Anize yang telah kembali tapi dengan wajah datar yang tersirat amarah di dalamnya melewati ruang kelas itu, Lean yang penasaran dengan perlahan mengikuti Ize yang sekiranya berjalan dengan sangat cepat belok di sisi kanan dan masuk kedalam sebuah ruangan dengan sangat tidak sopan
Tentu saja ruangan itu adalah ruang Khalid sang kepala sekolah dan Ize memegang kenop pintu dan dengan kasar membuka pintu tersebut sehingga dapat terdengar bentrokan kasar dari pintu yang beradu dengan tembok
Lean yang melihat hal itu terkejut tidak percaya atas apa yang dilakukan oleh seorang murid biasa tanpa marga pada seorang kepala sekolah dengan marga bangsawan tinggi seperti Vilcensius apa lagi itu adalah Abang dari Lean sendiri selaku penanggung jawab khusus yang merekomendasikan Anize dan chiko
"ANIZE....ada apa dengan mu, kenapa tidak sopan begini" ucap Khalid terkejut melihat Ize sudah berada di depan meja kerjanya bahkan setelah membanting pintu dan tidak menutupnya
"Apa sekarang waktu yang tepat untuk bersikap sopan santun setelah hal buruk telah terjadi padaku" ucap Ize dengan nada meremehkan dan wajah yang merah padam teramat kesal
Khalid yang peka bahwa ada yang tidak beres, segera berdiri dari duduknya dan mendekati pintu untuk menutupnya, bahkan Lean bisa mendengar bahwa abangnya itu sengaja mengunci ruangan yang di dalamnya hanya ada Khalid dan Ize tersebut membuat Lean semakin penasaran dan akhirnya mendekati pintu tersebut untuk menguping pembicaraan mereka
"Kenapa Ize, kamu bisa katakan baik-baik tidak begini, jika kamu kesal saya bisa memaklumi hal itu" ucap Khalid mencoba membujuk Ize
"Tuan Khalid Vilcensius, apa begini anda mengajarkan sikap pada adik anda, sehingga rasa empati pada manusia sudah tidak dia miliki, apa begini seorang keluarga Vilcensius mendidik moral seorang anak, Leandra Vilcensius wanita itu benar-benar butuh didikan keras ternyata, tidak heran anda meminta bantuan pada saya, bahkan mendengar cara bicaranya saja membuat kesal setengah mati" ucap Ize dengan datar dan nada yang sengaja ia tinggikan
"CUKUP ANIZE AL__', APA MAKSUD KAMU BERBICARA SEPERTI ITU TENTANG ADIK SAYA, kamu boleh marah tapi tidak begini caranya, memangnya apa yang dia perbuat kepada kamu sampai kamu teramat kesal dengan adik saya itu, bahkan saya melihat jelas kamu tidak kekurangan sesuatu apapun di tubuh kamu" ucap Khalid dengan kesal yang hampir saja menyebutkan marga dari keluarga Anize dan Khalid yang mencoba untuk membela adiknya yang telah di hina
"Hehhh(dengusan meremehkan yang Ize keluar kan dari rongga hidung nya),.....jika anda tau apa yang telah terjadi mungkin anda akan sangat malu telah membantah ucapan saya tuan Khalid" ucap Ize dengan dingin
"ANIZE....jika kamu mengetahui apa yang pernah terjadi pada adik saya, kamu juga tidak akan berbicara seperti ini dan akan memaklumi sikap adik saya itu" ucap Khalid masih dengan pembelaannya
"Tuan Vilcensius, saya memang tidak tau apa yang telah menimpa adik anda di masa lalu, tapi melihat sikapnya saya yakin bahwa dia telah kehilangan seseorang yang membuat dia kehilangan semangat hidup, tapi itu bukan sebuah alasan yang membuat dia bisa di maklumi jika bersikap tidak adil dan tidak memiliki empati, dan rasa iba" ucap Ize dengan wajah penuh kekesalan
"Jika memang ingin bersikap acuh dan dingin dengan dunia di sekitarnya, seharusnya dari awal dia tidak menjadi orang penting yang menonjol, apa lagi seorang pemimpin yang bertanggung jawab untuk orang lain, seharusnya dari awal jadikan dia debu di sudut ruangan, tidak terlihat dan tidak disadari, setidaknya jika seperti itu akupun akan memakluminya, tapi ini tidak tuan Vilcensius" ucap Ize keji
"Apa maksud dari ucapan kamu itu Ize" tanya Khalid merasa gundah dan bingung
"Anda benar tuan Khalid, saya memang tidak kehilangan sesuatu apapun pada tubuh saya, tapi jika terjadi sesuatu pada saudara saya Chiko maka yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah Leandra Vilcensius, dan jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada Chiko, maka saya akan memastikan adik anda itu akan kehilangan hal berharga yang lebih besar seperti yang pernah dia rasakan, akan saya buat menjadi dua kali lipat lebih menyakitkan, tolong camkan ucapan saya itu Tuan Khalid Vilcensius yang terhormat" sambung Ize dengan tegas tanpa menjawab pertanyaan dari Khalid tersebut sembari menaruh kasar sebuah flashdisk di atas meja kerja Khalid tersebut dan pergi meninggalkan tempat tersebut
Penjelasan : isi dari flashdisk itu sendiri adalah rekaman cctv yang menunjukkan sebuah rekaman Lean yang berada di depan toilet pria di lantai dua tadi, yang menampangkan jelas sosok seorang Leandra yang hanya melihat penyiksaan yang terjadi didalam sana, bahkan video tersebut di ambil dari bagian Daniel dkk yang membawa paksa Chiko dan Kenzo kedalam toilet tersebut sampai Ize yang datang kemudian Mark dan Jhonny juga Niki yang membawa Chiko dan Kenzo keluar dari toilet tersebut, intinya rekaman cctv tersebut mengambil video yang berada di luar toilet pria tepatnya di koridor dan rekaman tersebut juga memperlihatkan kejadian yang sedari awal terjadi sampai mereka yang keluar dari toilet
Saat ize membuka pintu yang terkunci tersebut Leandra yang memang memasang telinga di dinding pintu dengan cepat melangkahkan kaki untuk bersembunyi dan saat berhasil terbuka Ize seperti merasakan ada seseorang yang baru saja menapakan kaki dan berlari dengan cepat dari depan pintu tersebut dan tanpa banyak berfikir juga Ize akhirnya pergi untuk meninggalkan sekolah tersebut
Dengan rasa sakit hati yang teramat dalam, Leandra mendekati lagi ruangan kepala sekolah selaku kakak kandungnya itu
Membuka pintu dengan perlahan dan berdiri seakan meminta penjelasan di depan meja kerja Khalid dimana Khalid sendiri sedang terduduk merenung sambil memijat pelan pelipis miliknya
"Abang tidak ingin berbicara saat ini Lean, kamu pergilah dulu" ucap Khalid tanpa memandang wajah sang adik
"Abang, tidak bisakah Lean bertanya" ucap Lean perlahan
"Tidak ada yang bisa Abang jawab saat ini Lean, kamu pergi saja" ucap Khalid lebih menjelaskan suaranya
"Apa Abang tidak mau memberikan penjelasan, Lean mendengar pembicaraan kalian sedari awal, kenapa orang rendahan seperti Ize harus menghina Abang tanpa perlawanan yang Abang berikan, apa karna dia orang milik keluarga Vasilion sampai Abang tidak bisa membantah mereka" ucap Lean meminta penjelasan
"LEANDRA, apa kamu sadar apa kesalahan kamu, sekarang Abang benar-benar malu untuk berbicara dengan Anize, tidak bisakah kamu sedikit saja terbuka dengan lingkungan kamu" ucap Khalid dengan nada tinggi pada Lean
"Abang, kenapa Abang malah membentak Lean, hanya karna wanita itu" ucap Lean tidak terima
"Apa kamu bilang, hanya karna wanita itu, ini bukan tentang siapa dia Lean tapi ini tentang moral dan simpati, sedangkan kamu terlalu Abang manja sampai membentuk sikap keras kepala tanpa rasa kemanusiaan di dalam diri kamu" ucap Khalid semakin marah pada Lean, dan dengan kesal Khalid membalik leptop nya yang tengah memaparkan video rekaman cctv ke arah Leandra
"Lagipula mereka hanya orang tidak penting yang tidak perlu aku urus" ucap Lean penuh pembelaan diri
"Apa orang biasa seperti mereka tidak pantas mendapatkan keadilan tidak pantas mendapatkan simpati dan lindungan, bagaimana jika kamu yang berada di posisi itu Lean, Abang benar-benar kecewa sama kamu, apa-apaan ini bahkan kamu melihat video ini pun kamu tidak menyadari kesalahan kamu, jelas-jelas kamu mendengar dan melihat teriakan kesakitan dari anak itu tapi mencoba untuk menolong pun kamu tidak Leandra" ucap Khalid dengan teramat kecewa pada sang adik
TBC π£οΈ
Bagaimana tanggapannya?, masih setia aku tuh untuk mendapatkan respon komentar dari para Readers, semoga mengerti yah Wak dengan cara penyusunan kata dan dialog di atas, agak susah-susah emang author nya jadi gituh buat part-part yang sad sad dulu entar senangnya gak tau episode berapa π€£π€£π€£ becanda kok
Bentar lagi juga senang tapi yah gituh cerita tanpa konflik tuh kaya sayur yang gak di kasih garam, hambar gituhππ
Jadiii.... semoga tidak bosan dengan cerita saya ini
Selamat membaca
Dan
Semoga terhibur
Mohon untuk LIKE π VOTE π RATE β KOMEN π₯°
SEE YOU NEXT TIME π
HAPPY READING ALL π