
Jam istirahat pun tiba, di susul dengan guru yang keluar dari kelas mereka.
Karna tidak ingin membuang waktu akhirnya Ize dan Chiko dkk pun langsung mengambil langkah untuk pergi menuju kantin sekolah
Sesampainya di sana, Roy bagian memesan makanan dan mereka berempat duduk di salah satu meja panjang di kantin tersebut
"Muka si Ize masam mulu deh senyum kek dikit" ucap Yuta yang kesal sendiri melihat wajah sinis dan bete dari Ize
"Nih senyum...iiii" ucap Ize yang tersenyum kaku melihatkan sederetan gigi yang tersusun rapih di sana
"Gak gitu konsepnya oon" ucap Chiko mendelik ke arah Ize
"Makanan datang" ucap Roy sembari menyodorkan nampan makanan pada teman-temannya itu
Saat ingin makan dengan tenang tiba-tiba saja ada seseorang yang dengan kasar memukul meja di samping ize dengan keras membuat makanan Ize seketika saja terbalik dan tumpah
"WOYY APA-APAAN LU DATANG-DATANG MAIN MUKUL MEJA" saut Yuta yang langsung berdiri karna kesal dan tidak terima Ize di perlakukan seperti itu
"LU SIAPA SI ANJI*G, BERANI BANGET" lanjut Leon yang hanya di lirik sinis orang tersebut
Sedangkan Ize dengan tenang dan masih diam dengan posisi duduknya tanpa menyahuti orang tersebut begitupun Chiko yang asik dengan makanannya sendiri
"Heh Anize, lu gak usah sok berkuasa di sini, gue denger hampir semua murid di sini segan sama lu, emang apa si yang di takutin dari jal*ng kaya lu" ucap kasar seseorang yang tadi memukul meja Ize dengan keras yang ternyata adalah seorang wanita
Ize tetap diam tanpa menjawab begitu juga teman-teman Ize yang di beri isyarat agar tidak menyahut oleh Chiko
"Ohhh, lu pada pasti belum tau gue siapa di sini, kenalin gue anak baru yang jelas udah jadi kakak kelas kalian, gue anak kepala sekolah sekaligus anak pemegang saham di atas 15% di sekolah ini" ucap wanita tersebut dengan angkuh dan sombong yang berhasil mendapat tawa kecil yang tersirat meremehkan dari wajah Ize begitu pula Chiko dkk yang sudah tertawa lepas mendengar hal itu, yang berhasil membuat wanita itu marah dan langsung menarik kerah baju milik Ize
"Perempuan jal*ng kaya lu yang di lindungin sama 4 cowo kaya mereka udah pasti gak gratiskan, lu ngasih tubuh lu yah buat mereka bikin mereka tunduk banget sama lu" ucap wanita bernama Yuri tersebut dengan posisi yang masih memegang kerah baju Ize
Sontak ucapan wanita tersebut berhasil membuat wajah Chiko merah padam akibat marah karena mendengar adek yang begitu di jaga kehormatannya dihina dengan mudah seperti itu
Belum sempat Chiko angkat bicara, Ize sendiri sudah berdiri dan dengan kasar memutar tangan Yuri yang tadinya masih berada di kerah bajunya, sontak tangan Yuri yang di putar 180° oleh ize itu pun mengeluarkan suara tulang yang berbunyi menandakan tangan retak atau mungkin sudah patah.
Tidak sampai di situ, tangan yang tadi baru di putar oleh ize dan belum di hempaskan sekarang sudah terhempas dengan begitu kasar dengan tubuh yang terhantam di lantai dan sudah terkulai lemah dan ringisan kesakitan
Dengan perlahan Ize berjalan mendekati Yuri dan menginjak paha wanita itu seraya berkata
"gue rasa sebelum lu cari masalah dengan seseorang, seharusnya lu cari tau dulu seluk-beluk orang yang mau lu ajak berurusan itu. bukan begitu anak kepala sekolah?" ucap Ize dengan dingin yang kemudian sedikit menginjak paha Yuri lebih keras dan pergi meninggalkannya begitu saja di ikuti oleh Chiko dkk yang menyeringai puas melihat keadaan Yuri
Yuri masih dengan posisi tersebut sambil meringis kesakitan, sampai akhirnya teman-temannya datang dan ternyata ada teman satu kelas Ize juga di antara teman-teman Yuri tersebut yang sudah pasti itu adalah adik Yuri
"ri, lu apa-apaan si main ngegertak si Ize tanpa persetujuan kita dulu" ucap salah satu teman Yuri
"Iyah kak, kakak tuh gegabah tanpa tau siapa Ize di sini, Ize itu anak CEO Albert, keponakan dari prisedir Vasilion, sedangkan kita cuman punya 15% saham di sekolah ini yang tentu aja gak bakal di anggap apa-apa sama dia, kakak gegabah tau gak, bahkan dia bisa aja ngebunuh kakak kalo dia mau, untung dia yang angkat bicara dan itu bukan Chiko sepupunya, kalo Chiko yang angkat bicara bisa-bisa kakak besok sudah jadi santapan Yakuza Jepang tau gak kak" ucap adek dari Yuri tersebut
Yuri adalah anak pindahan dan dia berada satu tingkatan di atas Ize di sekolah dan tentu saja kakak kelasnya Ize, jadi otomatis dia gak tau apapun tentang Ize ataupun keluarga Albert dan Vasilion, sedangkan adeknya Yuri adalah teman sekelas Ize yang tadi menatap Ize dengan sinis karna bermain dengan Yuta, dengan kata lain dia suka sama Yuta dan gak suka sama Ize, tapi tenang aja setelah ini Yuri udah gak bakal ganggu Ize lagi, tapi karna insiden ini pula yang bakal buat masalah baru untuk Ize dan Chiko
Tidak berselang lama, semua guru sudah mengetahui insiden ini begitupun dengan kepala sekolah yang menjadi marah sekaligus malu (malu karna anaknya yang bertindak bodoh) dan (marah karna Ize yang seenaknya melukai anaknya), tapi tentu saja hanya seorang kepala sekolah tidak bisa apa-apa karna derajatnya yang terbilang rendah di bawah keluarga Albert dan Vasilion, kepala sekolah tersebut pun mengambil jalan tengah dengan menghubungi orang tua dari Ize perihal masalah tersebut
Tidak memakan waktu yang lama orang tua Ize sudah mendapatkan kabar tersebut dengan sangat cepat, bahkan kabar itu seperti kilat masuk ke dalam telinga mimih dan pipih Chiko
Akhirnya keempat orang tua dari marga yang berbeda namun satu darah itu berkumpul di ruang kerja mereka untuk berbicara perihal masalah anak mereka yang terbilang sudah sangat nakal, dan tidak memakan waktu lama sudah di putuskan dengan kedua belah pihak yang saling setuju dengan pendapat mereka yang searah tersebut
***
Bel sekolah berbunyi menandakan waktu pulang sekolah telah tiba, Ize dan Chiko dkk yang memang tidak mengikuti kelas lanjutan karna insiden tadi sekarang tengah berada di atap sekolah pas dengan bel pulang yang membuat mereka beranjak dengan senang hati meninggalkan sekolah yang membosankan itu
Yuta, Roy, dan Leon sudah pulang dengan kendaraan mereka masing-masing, begitupun Ize dan Chiko yang kini tengah di perjalanan pulang mereka
"Ko, tu perempuan tadi gimana yah keadaannya sekarang" ucap Ize sedikit merasa bersalah
"Gak tau, udah Mati kali" ucap Chiko dengan dingin tanpa memalingkan wajahnya dari depan karna fokus menyetir
"Ya elah lu ko, kalo terjadi apa-apa kan gue juga yang merasa bersalah" ucap Ize
"Lu bego Ze, kenapa coba gak sekalian aja lu tinjek biar remuk tu cewe, beban banget gue liat" ucap Chiko dengan ganas
"Yah gak bisa gitulah G*blok, main tinjak-tinjak orang aja lu kalo mati gimana? Lu kata nyawa orang kerupuk apa" kesal Ize
"Ze kesel gue sama tu orang, enak aja dia ngatain lu jal*ng, padahalkan lu tuh setannya jal*ng" ucap Chiko dengan sarkas tanpa memperdulikan perasaan orang yang berada disampingnya
"BANGS*T KAU!" ucap Ize kesal sambil mendelik ganas seakan siap kapanpun mencakar wajah sepupu tersayangnya itu
"Lagian yah, gue yang dikatain jal*ng, kok elu yang emosi banget sampe sekarang" ucap Ize sambil mendelik malas
"Heh Anize Albert yang terhormat, biar gue kasih denger lu yah, kakak mana yang gak kesal mendengar hinaan yang di tujukan ke adeknya bahkan di depan mata dan telinganya sendiri, setengah mati orang tua menjaga kehormatan lu eh tu makhluk dengan seenak jidatnya ngomong begitu ke elu" ucap Chiko panjang lebar yang berhasil membuat Ize menganga karna kagum dengan sikap tanggung jawab dan perhatian kakaknya itu, membuat Ize gemas sendiri ingin memeluk saudaranya itu
"Ahhh so sweet, makasih Koko ku yang paling tersayang" ucap Ize sambil melakukan egyo disampingnya
"Dah Ze mau muntah gue" ucap Chiko
Sampai akhirnya hening sejenak sampai Chiko membuka topik pembicaraan lain
"Ze" panggil Chiko
"Emmm" gumam Ize tanpa mengindahkan panggilan sang kakak
"Ckk, gue mau cerita nih" ucap Chiko lagi
"Paan?, Bilang dah to the points gituh" ucap Ize yang masih fokus melihat ke arah jalanan
"Gue lagi deket sama cewe Ze" ucap Chiko
"HAH!?" Ize yang terkejut sembari langsung membalikkan kepalanya ke arah Chiko
"Siapa, yang lagi deket sama lu ko" sambung Ize masih tidak percaya
"Gue kenal gak?""Anak mana?"
"Cantik gak?"
"Satu sekolah sama kita,?"
"Orang apa?" Sambung Ize lagi dengan kepo
"Satu-satu bego nanya nya" ucap Chiko kesal
"Iyah dah cepet bilang" ucap Ize
"Pertama, lu gak kenal sama dia, begitu juga gue, dan gue gak tau anak mana dia, orang apa cantik atau nggaknya dan satu hal lagi dia gak satu sekolah sama kita" ucap Chiko sambil sesekali melirik ke arah Ize yang sudah cengo di buat penasaran olehnya
"Lah begimana ceritanya kalo lu aja kagak kenal, lu Deket sama setan apa?" Ucap Ize
"Yah bukan gituh, gue deket sama ni cewe lewat sosmed Ze, gue si gak perduli gimana mukanya tapi dia tuh kaya beda aja gituh gak kaya cewe lain yang ada modus-modusnya, kalo ini tuh orang nya ngehibur terus kaya nyambung dan bikin nyaman aja gituh kalo chatan sama dia, dari cara bicaranya aja dia tuh kaya satu server gituh sama lu" jelas Chiko
"What, satu server gimana sama gue?" Ucap Ize bingung
"Yah kaya selera humornya yang sama kaya lu, terus dari bahasa juga sama gituh, intinya sama" ucap Chiko karna kesal
"Kenalin dong ke gua" ucap ize seperti memohon
"Mau lu apain dia? Nanti lu tanya tanyain yang aneh aneh, nggk mau gua!" Bantah Chiko
"Coba minta fotonya" ucap Ize sedikit semangat
"Sebenernya gua nggk perduli sih ze mau kayak gimana dia, yang pasti dia udah bikin gua nyaman. Dia manis banget" wajah Chiko memerah memikirkan chatannya dengan gadis itu
"Cieee Chiko lagi buciiin~~"
"DIEM LU"
***
"DIEM LU!" Lean membentak gadis bersurai panjang itu dengan sangat keras
Semua anak anak terkejut mendengar bentakan Lean pasalnya Lean selalu terlihat tenang dan tidak emosional seperti saat ini
"Tenang dulu Lean, ayo kita selesain ini baik baik. Lu tau kan kita mau ada acara sebentar lagi" ucap Mark
"Iya gua tau Mark tapi gadis sialan ini udah kelewatan!" Gerutu Lean sambil menunjuk nunjuk gadis itu dengan tangan kiri
"Lean, lebih baik lu istirahat deh biar gua sama Mark yang ngomong sama dia" ucap Jhonny yang segera membawa Lean duduk ditempat agak jauh
Gislin terdiam, pasalanya dia hanya benci melihat Lean yang dikelilingi pria pria tampan seperti Mark dan Jhonny juga terlahir dari keluarga kaya raya.
"Gu,gua..."
"Gua tau lu ngehate Lean kan?" Tebak Jhonny yang ikut melipat kedua tangannya
gislin terkejut, keringat dingin mulai mengalir dari kening dan tengkuknya
"Kalau hanya itu bisa besok aja kan nggk harus sekarang" ucap Mark
"Tau nih, gara gara kak gislin kerjaan kami jadi ketunda" keluh anak OSIS lain
"Iya kak bener"
"Dah lah kak pergi aja Sono"
"Tau jangan ganggu, nyebelin banget"
"Ngerusak mood serius"
"Denger ya gislin, lu bukan siapa siapa doang disini jadi lu jangan macem macem sama Lean" bisik Mark
"Lu lupa siapa dia? Dia, Leandra Vilcencius gadis dengan pemegang saham terbesar disekolah ini. Aneh aneh kelakuan lu ke dia, bisa aja kepala lu pisah dari tubuh lu" bisik Mark
Hal itu membuat Gislin bergidik ngeri. Ia menatap kearah Lean yang sedang bersandar dikursi sambil memejamkan mata dan menghembuskan nafas beratnya karna lelah.
Gislin bersyukur karna dia tau Lean tidak seperti itu, tapi seperti sepertinya Mark tau apa yang Gislin pikirkan
"Lean memang terlihat tenang gis, tapi lu nggk Taukan rencana licik apa yang ada di kepala Lean" kompor satu mark
"Lean bisa aja cuma nutup mata tapi otaknya jalan jalan mikirin cara memusnahkan diri lu" kompor dua, Jhonny
"Bacot anj*ng!" Gislin pergi dari taman belakang itu
Acara yang dibuat OSIS adalah acara ulang tahun sekolah yang ke 50 tahun. Tepat 50 tahun sekolah itu berdiri dan mengenang pemilik yayasan yang sudah meninggal yaitu ayah Jason Margarez.
Mereka membuat acara dibelakang sekolah dan membuat pesta dansa topeng di gedung belakang sekolah tepatnya aula yang memang ditujukan untuk acara sekolah
"Senior, senior baik-baik ajakan?" Tanya salah seorang siswi pada Lean
Lean hanya mengangguk, ia mengikat Surai panjangnya dari bawah dan saat mengangkat kepala wajah Lean mulai tampak serius, ia mulai berkonsentrasi dengan pekerjaannya.
"Ayo lanjut, jangan sampai gara gara seekor nyamuk kita semua jadi keresahan" ucap Lean yang mulai mengambil berkas berkasnya tadi
"Ok buat yang di gedung udah di dekor belum?" Tanya Mark
"Bagian itu tinggal 30% lagi" ucap Jhonny
"Hmm ok, Lean gimana?" Tanya Mark
"Gua udah desain karangan bunganya di depan sama di pinggir pinggir gerbang masuk taman belakang, coba lu cek dulu" Lean memberikan rancangannya
"Buat yang lain gimana? Udah ditentuin mau bikin topeng sendiri atau topeng nya dibikin sama osis?" Tanya Lean
"Anak anak bilang pengen dibikinin OSIS aja, mereka bilang dengan seribu alasan padahal intinya males nyari dan desain topengnya" ucap salah seorang anak OSIS
"Kalau gitu bagian perancang, minta keanak anak itu buat nunjukin kostum mereka biar kita sesuaikan!" Pinta Lean
"Baik"
"Rangkaian yang dipinggir ini terlalu berlebihan, gua mau ini dikurangin aja tapi tetep ada trus bagian pintu masuk udah pas, karpet merah jangan terlalu panjang, ukur kalau dari tangga gedung 10 meter kesana" ucap Mark
"Kalau gitu nanti gua bilang ke yang lain, ada lagi nggk?" Tanya Lean
"Segini dulu, gua mau urus bagian lain" Mark pergi ke anak anak OSIS lain dan mengeceknya
DREET DREET
"hmm?" Lean mengecek hpnya dan rupanya Khalid menelpon Lean
###
"Halo bang, ada apa?"
"Kamu pulang jam berapa? Ini udah mau malem?"
"Entah, kayaknya malem"
"Kalau gitu Abang suruh orang buat jagain kamu ya"
"Iya bang, makasih"
"Kamu udah makan dek?"
"Udah bang"
"Kalau ada apa apa bilang"
"Iya bang"
"Kalau gitu 10 menit lagi mereka bakal datang"
"Iya bang"
###
"Abang lu?" Tanya Jhonny
"Iya, dia khawatir gua belum pulang" jawab Lean
"Ooh"
***
"Lean pulang" sahut Lean
Para pelayan bergegas membantu Lean
"Jam 8, kamu ngapain?" Tanya Khalid
"Abang pasti udah Taukan" ucap Lean
"Abang mau denger dari mulut kamu" ucap Khalid tegas
"Tadi ngurusin desain tempat acara, bagian dalam gedung, sama desain topeng sama bagian bagian lain banyak yang harus di cek" jawab Lean
"Yaudah, mandi abis itu makan" Khalid menyentuh kepala adiknya
Lean melangkah kelantai dua dan kembali merebahkan badannya
"Maaf, gua pulang telat. Jason" ucap Lean , ia mengambil foto itu dan memandanginya lama
"Ok saatnya mandi!" Lean memberi semangat pada dirinya sendiri dan beranjak kekamar mandi.
STOP.~~~
bagaimana tanggapan teman-teman tentang cerita ini
semoga terhibur dan selamat membaca ❤️
maaf untuk setiap kata ada yang baku dan tidak, termasuk sedikit muatan kata-kata kasar yang terbilang biasa di kalangan anak muda zaman sekarang, mohon untuk di mengerti
Warning rant in story🙅🙅☠️
mohon untuk LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰
SEE YOU NEXT TIME 🍒
HAPPY READING ALL 🌈