PLEASE DON'T GO

PLEASE DON'T GO
episode 3 Bandara



Masih di hari yang sama dengan posisi yang tetap sama sembari terus menunggu kedua orang tua yang telah di nanti sejak malam hingga hampir menjelang siang ini


Ize mungkin sudah terlelap di dalam dekapan dada bidang si Koko yang masih setia memegang punggung adiknya untuk menyeimbangkan cara tidur Ize yang hampir jatuh karna sangking lelapnya


Bagaimana tidak sudah sekitar 38 menit mereka menunggu dan belum ada tanda-tanda dari turunnya pesawat bahkan perkiraan waktu sangat meleset dari waktu mereka


Waktu perkiraan pesawat mendarat jam 08:35 dan mereka sampai di bandara tepat jam 08:59 tapi sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 09:50 sangat jauh dari jam yang di tentukan oleh pihak bandara


Yang membuat Ize lelah karna terus menunggu dengan posisi yang hanya duduk diam sehingga membuatnya lelap tertidur


Chiko hanya bisa memperbaiki posisi sepupunya itu agar bisa lebih nyaman dan tidak akan merasakan sakit pada badannya



author K : Anggap aja begini☝️, tapi gak usah mikir yang iya iya🌚


Tidak lama mereka yang menunggu dengan Ize yang masih pulas dengan tidurnya tiba-tiba suara dari pengeras suara di bandara mulai terdengar dan resepsionis bandara mulai mengatakan bahwa pesawat dengan tujuan (kota S) telah mendarat dengan selamat


Namun Chiko tidak menggubris hal itu, dia malah tetap sibuk dengan hp nya, bahkan tidak ada niatan untuk membangunkan Ize yang masih terlelap walaupun suara pesawat perlahan mendarat mulai terdengar jelas


Tidak berselang lama ada dua orang yang bisa di kenal jelas oleh Chiko, datang menghampirinya dengan orang lain di belakang mereka yang setia membawa semua barang kedua orang tadi


Dengan biasa Chiko hanya melayangkan senyum manisnya ke arah dua orang tersebut tanpa berniat berdiri untuk menyapa dengan lebih baik


Begitu pula kedua orang tadi pun membalas senyuman manis Chiko dengan tidak kalah hangat dan gemas melihat apa yang begitu memanjakan mata mereka yang melihat ke arah Chiko


Sedangkan salah satu dari dua orang yang berjalan beriringan sedari tadi itu mulai gemas ingin memeluk Chiko juga ingin mencubit dan memeluk tubuh kecil yang setia terlelap di pangkuan chiko tersebut


Sampai akhirnya salah satu orang tersebut melayangkan Sebuah suara ke arah Chiko dan Ize


"Anak mimih sudah besar yah, sudah bisa menjaga adiknya dengan lebih baik" yah benar itu mimih dan pipih kedua orang tua Chiko yang sedari tadi telah di tunggu oleh mereka


"Tentu saja" ucap Chiko dengan bangganya yang kemudian mengangkat jari telunjuknya ke arah bibirnya sendiri pertanda menyuruh mereka lebih tenang agar tidak membangunkan seorang empu yang tengah lelap itu


"Benar-benar tukang tidur, padahal mimih pengen meluk" ucap mimih seraya melipatkan kedua tangannya di dada sambil mengerucutkan bibirnya


"Sudah, entar aja ngobrolnya, Koko kamu gendong Ize ke mobil kita pulang dulu kesian Ize begitu entar badannya sakit" pipih yang gercep untuk angkat bicara dan merangkul istrinya agar keluar dari bandara tersebut untuk menuju mobil


(Jadi mereka pake mobil yang beda-beda yah jadi Chiko bakal bareng Ize satu mobil)


Segera Chiko yang memang sudah memangku Ize dengan mudah pula menggendongnya untuk masuk ke dalam mobil dan tidak mengubah ataupun menaruh Ize di kursi Penumpang, melainkan duduk di kursi penumpang itu juga dengan posisi yang masih setia menggendong sang empu dengan ala bridal style


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di tujuan mereka tentu saja rumah keluarga Albert


Dengan sigap papah dan mamah yang memang sudah sedari tadi menunggu saudara mereka itu pun langsung menyambut mereka dengan pelukan hangat


Sedangkan Chiko, tentu saja keluar dari mobil dan tidak memperdulikan para sesepuh yang sedang berpelukan ria itu, dan lebih memilih berjalan masuk untuk segera membawa Ize ke dalam kamar/kasur miliknya


Setelah menaruh dengan lembut adik terkasihnya itu, Chiko pun ikut berbaring untuk tidur dengan ize, Sekarang mereka bahkan tidur dengan saling berpelukan


Mimih yang sedari tadi menunggu mereka yang tidak kunjung turun kebawah akhirnya gemas sendiri dan berakhir berjalan menuju kamar Anize berharap Sang pemilik kamar ada di tempatnya tapi hasilnya nihil tidak ada seorangpun di kamar itu, mimih pun berdecak kesal dan pergi menuju kamar anak tunggal nya itu


Dengan perlahan membuka pintu kamar dan mendapati kedua anaknya itu tidur dengan nyenyak seperti bayi yang sangat akur tentu saja mereka berpelukan seperti tidak akan lepas, karna gemas sendiri akhirnya mimih mengambil hp yang berada di sakunya dan dengan cepat mengambil foto kedua anaknya itu


"Jadi ini dua anak yang terus-menerus di laporkan tidak pernah akur selama di tinggal" ucap mimih sambil tersenyum gemas dan memilih meninggalkan mereka yang sedang bergelut dengan mimpi mereka masing-masing


Skippp....


Tidak terasa mereka tertidur hingga waktu kembali menjelang pagi, entah mimpi apa yang mereka rasakan sehingga tahan dengan tidur mereka itu


Merasa mereka sudah memiliki waktu yang cukup dengan tidur mereka, akhirnya mereka bangun tanpa di suruh dan segera bersiap-siap tanpa di perintah, karna mereka juga tau diri bahwa mereka ada kelas yang harus mereka ikuti dan jika tidak maka dampak besar akan mereka dapatkan dari keempat sesepuh besar di rumah itu, yah siapa lagi kalo bukan orang tua mereka


Tidak berlama-lama akhirnya mereka sampai di sekolah mereka tentu saja menggunakan Lamborghini yang di bawa oleh chiko



Otfit Chiko dan Anize☝️



Lamborghini Chiko☝️


Tentu saja setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun dengan selaras berjalan memasuki ruangan kelas yang sudah riuh dengan murid-murid lain


Chiko dan Ize pun duduk di bangku yang sama dengan kelas yang sama pula(kebalik weh-author P) sambil menunggu bel masuk berbunyi


Tentu saja tidak butuh waktu lama 3 sahabat seperbangsatan dari Ize dan Chiko datang yang tidak lain adalah Yuta, Leon, Roy


"Widih rapih bener ke sekolah, tumben" ucap Roy


"Heh Roy Kismoyo diem deh si Ize lagi sensi tuh gak usah lu ajak ngomong, entar keluar maungnya bisa habis kita" ucap sarkas dari Chiko


"Kenapa dah? Pesemes?" Tanya Leon


"PMS, kutil anoa" jawab Yuta dengan keras


"Udah lu pada diem gak mood ngomong gue" ucap Ize gusar


Bagaimana tidak dia kedatangan tamu bulanan di saat yang benar-benar gak tepat bahkan sampai mengotori jok di dalam mobil mewah milik Chiko yang seketika itu juga membuat moodnya rusak, untung saja dia tidak pernah lupa untuk membawa pakaian tambahan hanya untuk berjaga-jaga kalau saja dia ketahuan bolos dan pakaiannya kotor (benar-benar murid teladan-author p)


"Bolos gak nih?" Ajak Leon


"Gak dulu deh, mimih sama pipih baru pulang, kalo tau kelakuan kita berdua bisa beneran di kasih boarding school kita" jawab Chiko menolak


"Emm, bener tuh kata Chiko" sambung Ize


"-_- Iyah deh" ucap Leon dengan kecewa


"Gak usah sok kecewa lu, gak cocok sama muka lu" ucap Ize sembari menoyor kepala Leon yang berada di depan mejanya


Skippp,bell berbunyi dan guru pun masuk untuk memberikan materi pelajaran pada mereka


Dan selama jam pelajaran pula, Yuta tidak henti-hentinya menjahili Ize yang memiliki mood sangat buruk saat itu


Jangan tanya bagaimana Yuta menjahilinya padahal guru berada tepat di depan kelas untuk menjelaskan materi pelajarannya


Yuta duduk di bangku paling belakang bersama Leon sedangkan di depan Yuta dan Leon adalah Chiko dan Ize sedangkan Roy duduk di bangku paling depan menghadap langsung papan tulis


(Sudah bisa kebayang kan gimana posisinya- author K)


"Ehh Nakamoto kakek Jepang bisa gak si lu diem, jangan sampe ini meja terbang ke kepala lu ye" ucap Ize dengan nada yang kecil dan gregetan namun masih bisa di dengar oleh Yuta yang duduk di belakangnya


"Heheheh Iyah deh, diem gue" ucap Yuta yang menghentikan aksi jahilnya, tanpa mereka sadari ternyata ada sesosok wanita yang memperhatikan interaksi kedua belah pihak tersebut dengan kesal dan sinis


Di sisi lain_🛹


"Lean yang sudah berada di rumahnya yang terbilang mewah dengan dekorasi ala bangsawan yang masih di penuhi dengan warna terang seperti kuning emas dan merah Rubi tersebut segera masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan diri di atas kasur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu


Jujur saja, walaupun seorang wakil ketua OSIS yang di segani dan terbilang hidup dengan sangat nyaman dan damai, Lean sendiri kadang sering merasa kesepian karna tingkahnya yang harus terus-menerus di jaga agar tetap tenang dan elegan sedangkan sifat asli Lean sendiri adalah sosok wanita ceria yang suka bercerita dan aktif juga tinggi dengan selera humornya tapi itu dulu sampai dia kehilangan sahabatnya karna sebuah kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya sahabatnya tersebut, yah sahabat yang selalu ada untuknya bahkan alasan dia bersikap ceria dan aktif.




selamat membaca


dan


semoga terhibur 🎈



mohon untuk LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰



SEE YOU NEXT TIME 🍒


HAPPY READING ALL 🌈