
Sembari mengganti pakaiannya, Ize kembali teringat dengan ledekan Mark sebelum ia menutup pintu toilet tadi, membuat ize merasa malu dan seperti orang bodoh
Dengan kesal Ize mengacak rambutnya sendiri sambil menatap bodoh dirinya di depan cermin toilet itu, sampai ia kembali teringat akan Leandra dan ucapannya itu, membuat Ize kembali sangat kesal dan marah
Segera Ize mempercepat gerakannya dan mengikat rambutnya dengan asal dan pergi untuk mengambil tas dirinya dan juga tas Chiko, lalu segera berlari keluar untuk mencari Chiko yang ia yakini saat ini pasti dalam perjalanan menuju keluar sekolah (tepatnya parkiran sekolah tempat mobil Niki berada)
Sedikit penjelasan : Niki adalah anak dari agen khusus yang di pekerjaan secara permanen milik keluarga Vasilion yang sengaja Ize pekerjakan sendiri untuk menjadi mata-mata untuk mereka karna kepintaran milik Niki dalam bidang IT dan Hacker handal
Dengan cepat pula Ize mendapatkan Chiko yang tengah di bopong/rangkul oleh Niki dan Mark menuju mobil Niki, dan Kenzo yang tengah di rangkul oleh Jhonny menuju mobilnya
"Chiko" seru Ize sembari berlari menuju arah mereka
Segera mereka semua berhenti dari langkah mereka ketika mendengar seruan dari Ize tersebut
"Akhirnya kamu datang ize, Chiko sedari tadi hanya bisa memanggil nama kamu" ucap Niki bersimpati
"Iyah kak, ayo kita pulang, Mark, Jhonny, Terimakasih untuk bantuannya dan maaf jika sebelumnya ucapan gue kasar ke kalian, tolong urus Kenzo, gue rasa lukanya parah dan harus cepat kerumah sakit" ucap Ize yang ingin mengambil alih tubuh Chiko dari rangkulan Mark
"Eh tunggu, Anize apa lu bodoh, Kenzo emang parah tapi saudara lu lebih parah, dia yang lebih membutuhkan dokter, kenapa gak sekalian aja kita sama-sama kerumah sakit, kenapa harus lu bawa pulang" ucap Jhonny dengan posisi yang masih merangkul Kenzo
"Gue bisa kok ngurus Chiko, lagi pula kami gak bisa sembarang kerumah sakit, fikirkan saja Kenzo, Chiko bisa aku dan kak Niki yang urus" ucap Ize yang kini sudah mengambil alih tubuh Chiko dari Mark
"Ze, kalo lu emang berfikir gak bakal sanggup bayar, gue yang bakal tanggung jawab sebagai ketua OSIS yang lalai" ucap Mark merasa bersalah karna merasa Ize tidak mau kerumah sakit karna takut tidak bisa menangani masalah biyaya nya
"Gak perlu Mark, ini bukan tentang gue yang gak bisa bayar tapi gue lebih mentingin Chiko dari hal lain" ucap Ize tanpa berfikir
"Tapi seenggaknya biarin kita laporin ini ke CEO Lee dan kepala sekolah selaku penanggung jawab lu dan Chiko" saut Jhonny di sela obrolan
"Ze, yang Jhonny bilang bener, lagi pula kalau lu bener-bener perduli sama Chiko seharusnya bawa dia kerumah sakit" ucap Mark menghentikan langkah Ize yang ingin memasuki mobil setelah menaruh Chiko perlahan kedalam mobil Niki tersebut
"Gak perlu Jhon, gue bisa ngasih tau mereka hal itu nanti, karna gue gak mau masalah tambah rumit nantinya" ucap Ize melihat ke arah Jhonny secara sekilas
"Mark, gue gak mau terjadi sesuatu yang bakal buat gue dan Chiko tambah susah, kami gak mau menjadi beban yang terus menyusahkan, mengerti maksudnya kan" ucap Ize yang kemudian masuk kedalam mobil di susul dengan Niki yang memegang alih kemudi dan meninggalkan Mark, Jhonny dan Kenzo tanpa berpaling untuk melihat
Skip......_____
Sesampainya di Rumah π
Segera Ize masuk dan membuka jalan untuk Niki yang tengah menggendong tubuh Chiko masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar Chiko
Dengan perlahan dan telaten Ize menaruh tubuh Chiko, dibantu oleh Niki
"Sabarlah Ize, Chiko pasti baik-baik saja" ucap Niki menenangkan Ize yang kini duduk di pinggir kasur sambil menggenggam erat tangan kakak sepupunya yang telah lelap tertidur dengan wajah yang penuh penderitaan itu
"Kak, bisa aku meminta tolong pada mu?" Ucap Ize sembari mengusap rambut Chiko dengan lembut dan penuh kasih sayang itu
"Tentu Ize, katakan apapun itu akan aku usahakan" ucap Niki dengan yakin
"Hufff, tolong Cari informasi dan seluruh identitas orang-orang yang telah melakukan perbuatan buruk ini pada Koko, dan tolong hubungi kakak Alex" ucap Ize menatap nalar Niki yang tengah berdiri di sampingnya itu
"Mencari identitas mereka tidaklah sulit Ize, tapi bagaimana dengan tuan besar Vasilion dan tuan besar Albert, keluarga kamu akan segera mengetahui hal ini, dan mereka bisa bertindak lebih, sedangkan kamu di sini menyembunyikan dengan baik identitas kamu sampai keluarga kalian pun tidak mengetahui kebohongan apa yang telah kalian mainkan" ucap Niki dengan Ragu-ragu karna takut akan terjadi sesuatu pada orang-orang yang bermain dengan keluarga Albert dan Vasilion
"Untuk saat ini, sembunyikan dengan rapih semampu kakak saja, jika sudah terlanjur ketahuan biar aku yang akan mengurusnya, dan suruh saja kak Alex untuk datang ke sini jangan katakan padanya apa yang terjadi, suruh saja dia kesini biar aku yang jelaskan" ucap Ize dengan datar di susul senyuman pahit ke arah Chiko dengan wajah penuh kekhwatiran itu
"Ize, siapa yang akan kamu salahkan untuk hal ini?" Tanya Niki penasaran
"Aku tidak akan sembarangan kak, aku menyalahkan orang yang memang harus disalahkan" ucap Ize yang sudah di depan pintu kamar Chiko sembari memegang kenop pintu tersebut
"Yah, salahkan para pembully itu, dan adili mereka dengan kekuatan mu" ucap Niki menyemangati
"Kak, para pembully itu memang salah, tapi ada yang lebih salah dari mereka dan orang itu lah yang berhak aku salahkan atas apa yang terjadi pada Chiko dan Kenzo" ucap Ize sambil terus menatap wajah Chiko dari arah yang cukup jauh itu
"Siapa Ize?" Tanya Niki tambah penasaran
"OSIS... tidak semuanya tapi para penanggung jawab, ketua OSIS dan wakil ketua OSIS" ucap Ize dengan datar
"Bukankah tadi ketua OSIS yang membantu kita, Mark Lee kan, bahkan kamu minta maaf dan berterima kasih pada nya kenapa malah ingin menyalakan nya lagi" ucap Niki bingung
"Kakak benar, ketua OSIS itu sudah sedikit berfikir jernih tapi tidak dengan wakil ketua OSIS Leandra Vilcensius, dia adalah bidak catur yang akan aku menangkan walaupun harus berakhir dengan mendapat hinaan" ucap Ize dengan serius
"Maksud kamu?" Tanya Niki semakin bingung
"Dia melihat Chiko di siksa, tapi tidak menghentikan mereka orang-orang yang menyiksa Chiko, tapi malah diam dan berpaling dengan acuh nya, bahkan ucapannya berhasil membuat api yang membara di dalam hati ku semakin membesar, padahal sebelumnya hampir padam karna aku dan Chiko yang ingin berubah heee" ucap Ize di akhiri dengan helaan kasar dari nafasnya
"Sudahlah,...yang penting Tolong jaga Chiko yah kak, aku mengandalkan mu Hec.Ni'ki" ucap Ize sembari tersenyum simpul dan segera keluar dan tidak lupa untuk menutup pintu kamar Chiko tersebut
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 14:30 siang, dan kelas anak kelas 11 sisa 2 jam lagi
Leandra masih berada di sekolah
Sedangkan Mark dan Jhonny pergi ke rumah sakit dan Belum kembali
Tidak berselang lama Ize sudah sampai di sekolah nya itu, tentu saja menggunakan mobil Niki, siapa yang tau di sekolah itu kalau Ize bisa mengendarai mobil jadi Ize memarkir mobil itu jauh dari gerbang sekolah
TBC π£οΈ
Oke oke, kita berhenti dulu di sini, btw maafkan diri ini jika di chapter ini banyak kata yang salah ataupun tidak berkenan di hati wkwkwkππ
Intinya jika ada saran dan kritikan boleh komen di bawah, asalkan jangan sindiran berkedok saran yah Wak soalnya aku mengerti dan sudah hapal dengan hal seperti itu, emang si agak sakit kalo liatnya apa lagi kalo di masukin ke hati jiakhhh, hehhe sorry-sorry malah jadi sesi curhat, emang si lagi ada masalah makanya di lampiasin ke cerita π€£ lumayan berfaedah lah Wakπ
Sekian Bac*Tan dari saya, wasallam π
Selamat membaca
Dan
semoga terhibur
Mohon untuk LIKE π VOTE π RATE β KOMEN π₯°
SEE YOU NEXT TIME π
HAPPY READING ALL π