
Ize yang tengah melamun tersebut di kejutkan dengan datangnya 5 wanita yang bisa ia yakini 2 dari mereka adalah teman-teman Daniel, yaitu mely dan Zoya dan 3 lainnya berwajah lebih tua dari mereka
"Ehhh, Ize lu di sini ternyata, ini ada yang mau kenalan sama lu, mereka bertiga ini kakak kelas kita , dan yang ini kakak gue sekaligus ketua dari geng gue, namanya Meri" ucap mely yang kemudian mendekati Ize untuk merangkul pundak Ize
"Halo kak, saya Anize, salam kenal" ucap Ize dengan datar dan nanar yang menatap lekat ke arah Meri
"Yah yah, cukup sopan karna dia menyapa, tapi gue gak suka tatapan nya, benar-benar tatapan tanpa rasa takut yah, hebat juga buat anak baru kaya dia" ucap Meri yang mendekatkan wajahnya pada Ize
"Karna itu kak, aku mikir nih cewe padahal orang biasa bahkan gak punya marga, tapi aku kaya ragu gituh buat ngajak dia main(ngebully), liat aja tuh tampangnya serba datar gituh" ucap mely pada sang kakak
"Gak usah khawatir gue tau gimana cara mainnya" ucap Meri dengan sombong
"Hey Anize, gue denger saudara lu di bully sama geng nya Daniel, dan lu disini diam aja, apa lu gak kasihan sama dia" ucap Meri
"Chiko pasti tidak papa,dia tidak membutuhkan ku" ucap Ize dengan datar
"Apa lu tau apa yang saat ini Daniel dan teman-temannya lakukan pada Chiko saudara lu itu" ucap Meri yang terus memepet ke arah Ize
Ize tidak menjawab hanya saja ekspresi nya yang semula tenang tiba-tiba terkejut dan menegang ketika Meri memperlihatkan sebuah Video dari dalam hp miliknya di mana Chiko tengah di bully bersama Kenzo dan tentu saja pelakunya adalah Daniel dan para teman-temannya
Bukan pembully-an biasa, melainkan Chiko dan Kenzo di pukul hingga babak belur di seluruh wajah mereka bahkan perut Chiko sempat di tendang oleh Daniel karna Chiko yang sempat melindungi Kenzo saat mereka ingin Kenzo untuk melepaskan pakaian Kenzo untuk mereka videokan
Dan alhasil Chiko dan Kenzo kini sedang ketakutan sembari di sirami menggunakan air dari selokan sekolah yang tentu saja sangat bau, Chiko tidak melawan hanya berusaha untuk terus melindungi Kenzo dan tempat yang mereka gunakan untuk menyiksa Chiko dan Kenzo tepat di samping sekolah yang terhubung dengan gedung utama untuk setiap acara (lobi utama pementasan)
"Apa yang kalian lakukan pada saudara ku" ucap Ize dengan mata yang berkaca-kaca dan tangan yang tengah ia kepal karna kesal
"Lu tau, sekarang mereka sudah berpindah tempat untuk terus ngebully saudara lu itu sampe puas, dan kalo lu emang pengen bantuin saudara lu, lebih baik lu turutin permintaan gue" ucap Meri dengan senyum jahat
"Katakan, apa yang kau mau, katakan dan biarkan aku pergi" ucap Ize dengan tidak tenang
"Bagus, lepassin almamater lu, dan lepas seragam dalam lu, gue pengen liat lu mempertontonkan tubuh lu yang katanya Daniel dan teman-temannya itu bagus banget" ucap Meri sembari menarik rambut Ize dengan kasar
"A...Ap...Apa" ucap Ize tidak percaya
"Kenapa?, Lu gak mau?, Jadi lu lebih milih saudara lu di siksa sampai mati sama Daniel, harus lu tau, keluarga Daniel itu bisa ngelakuin apapun sama hukum walaupun dia ngebunuh orang sekalipun dia gak bakal di salahin ataupun di penjara dan buat orang rendahan kaya lu keluarga Daniel bisa dengan mudah ngebungkam buat lu tetap diam, karna di tangan orang yang berkuasa korban dengan mudah bisa menjadi pelaku" ucap Meri yang terus menjambak kasar rambut Ize dan di ikuti mely yang melepas paksa almamater milik Ize
"Cepat, lu buka sendiri seragam lu, gue mau ngevideoin ini secara estetik" ucap Meri dengan senyum nakal
Ize rasanya sudah tidak tahan dan ingin melawan Meri dkk dengan kemampuan yang memang dia miliki tapi dia tutupi karna perannya di sekolah itu
Baru saja Ize mau melawan tiba-tiba dari arah pintu dalam sekolah ada seseorang yang berteriak ke arah Ize dan Meri dkk
Benar saja itu adalah Jhonny
Jhonny yang memang sedari tadi mencari keberadaan Ize kini sudah melihatnya tapi mendapati Ize yang sedang mendapatkan bully-an
"APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN PADA ANIZE HAH" ucap Jhonny dengan nada yang sangat besar dan marah
"I..itu, Jhonny lu tau sendiri gue sama teman-teman gue cuman main-main doang sama anak baru ini" ucap Meri dengan gugup karna takut pada Jhonny
"SIAPA YANG MENGIZINKAN KALIAN UNTUK MEMPERMAINKAN NYA HAH, JIKA SEKALI LAGI GUE NGELIAT KALIAN NGEGANGUIN DIA GUE PASTIIN LU SEMUA BAKAL KELUAR DARI SEKOLAH INI" ucap Jhonny masih dengan nada marahnya sembari menunjuk Meri beserta teman-temannya
"SEKARANG KALIAN PERGI DARI SINI, PERGI" ucap Jhonny pada Meri dkk
Baru saja meri dan teman-temannya ingin pergi tapi segera di cegat oleh ize
"Tunggu, kumohon katakan dimana Chiko, dimana saudara ku" ucap Ize yang berekting memohon pada Meri
"Apa yang kalian lakukan pada saudara nya?" Tanya Jhonny yang mengerutkan keningnya melihat apa yang di lakukan oleh Ize
"Jangan memohon sama gue, gue gak bisa berbuat apa-apa" ucap Meri yang menepis tangan Ize dan ingin meninggalkan tempat itu
"I..itu Daniel membully nya di dalam Toilet" ucap Meri yang akhirnya berlari meninggalkan tempat itu di susul oleh teman-temannya
Segera Ize ingin berlari masuk ke dalam sekolah untuk mencari Chiko tapi sempat ia menghentikan langkahnya untuk berbicara pada Jhonny
"Terimakasih, karna sudah membantuku" ucap Ize yang kemudian berlari meninggalkan Jhonny
"Dia benar, di dunia ini harus ada Keadilan untuk bisa menjalani hidup" ucap Jhonny yang dengan santainya mengikuti Ize untuk pergi ke toilet sekolah dengan langkah yang biasa
Di sisi lain....
"Wahh gue suka si nih, padahal Nerd tapi badannya bagus banget yah, jadi pengen gue rusakin" ucap Daniel, pasalnya saat ini mereka sedang berada di toilet lantai 2 sebelum melewati ruang OSIS
"Lu iri sama badannya Niel?, Kalo gue si iya" ucap Rio yang tengah menendang kasar tubuh Kenzo yang bertelanjang dada tersebut
"Siapa yang gak iri coba, lu liat aja tampang jeleknya ini bikin gue jijik tapi kenapa bisa badannya lebih bagus dari gue, kan jadi pengen gue rusakin badannya" ucap Daniel tanpa belas kasihan sembari menumbuk perut Chiko berkali-kali
"Gimana cara lu pengen ngerusakin badannya?" Tanya Endro pada Daniel
"Gimana yah, tunggu dulu, biar gue fikir" ucap Daniel dengan tampang premannya
Saat sedang asik berfikir untuk mencari ide agar bisa melukai tubuh Chiko sembari menyebat sebatang rokok, di saat itu juga Daniel berfikir untuk melukainya menggunakan api yang berasal dari rokoknya itu
"Gimana kalo pake ini aja?" Ucap Daniel sambil menyodorkan rokok miliknya tepat di depan wajah Chiko
"Gue setuju, kayanya seru tuh pake rokok biar ada modif gituh kan yah" ucap Rio dengan kegirangan
(Author K : emang sikopet nih Daniel dkk, tunggu aja pembalasan gueπ π)
(Author P : Lu kata mobil/motor gituh segala lu modif, emang sakit nih yang nulis, siapa si?)
Di saat itu juga Daniel mulai membakar 5 batang dari rokok yang dia miliki, 2 batang dari rokok itu dia berikan pada Rio dan Endro untuk mereka gunakan menyiksa bagian dari betis ke bawah kaki Chiko yang memang sudah tidak menggunakan alas apapun
Dan tiga dari batang rokok lainnya Daniel gunakan untuk melukai bagian kedua otot lengan Chiko dan bagian punggung sayap milik Chiko
Chiko hanya bisa mengerang kasar sembari menahan rasa sakit di tubuhnya
Bahkan Kenzo yang sudah telanjang dada dengan sekujur tubuh yang basah kuyup hanya bisa menatap Chiko dengan rasa kasihan sambil terlungkup di ujung toilet pria tersebut karna merasa takut pada Daniel dkk
Daniel yang sedang asik dengan acara penyiksaan yang dia buat itu tidak menyadari bahwa ada orang lain yang telah melihat mereka dari luar toilet
Orang itu tidak berbuat apa-apa hanya diam dan berekspresi iba pada yang tengah di bully, walaupun orang itu tidak membantu sama sekali, bahkan Chiko melihat orang di luar pintu toilet tersebut tapi tidak kuat untuk berbicara ataupun meminta pertolongan pada orang yang telah dia liat itu.
TBC π£οΈ
Bagaimana tanggapannya teman-teman
Tolong dukungan nya yah untuk novel ini, karna dukungan dari kalian lah yang bikin aku tambah semangat buat terus melanjutkan karya ini
Selamat membaca
Dan
Semoga terhibur
Mohon untuk LIKE π VOTE π RATE β KOMEN π₯°
SEE YOU NEXT TIME π
HAPPY READING ALL π