PLEASE DON'T GO

PLEASE DON'T GO
episode 23, kak Alex?



Ize tengah duduk di bangku kelas miliknya sembari menangkup dagunya yang ia lipat di atas meja, tidak ada pancaran cerah pada wajahnya, yah walaupun memang seperti itu ekspresi yang selalu ia tunjukkan hanya saja kali ini terlihat lebih tak punya semangat, sampai Mark, Jhonny dan Lean datang dan langsung menghampiri tempat mereka masing-masing sembari memperhatikan Anize.


"Ize" panggil Jhonny tiba-tiba yang seketika membuyarkan sang pemilik nama yang tengah asik dengan fikirannya sendiri


"I-iyah?" Jawabnya kaget


"Maaf, aku mengagetkan mu yah?" Sesal Jhonny yang melihat ekspresi kaget Ize, sembari duduk di samping Ize yang memang bangku milik Mark


"E-enggak, gpp" ucap Ize dengan suara pelan


"Kamu baik kan?, Bagaimana keadaan Chiko?" Tanya Jhonny dengan khawatir


"Baik, Chiko juga baik-baik saja, walaupun terlihat lemah di luar, tubuh Chiko itu cepat membaik kok, tidak perlu khawatir" ucap Ize sembari tersenyum kaku


"Apa dia di tangani oleh dokter yang benar? Sela Mark tiba-tiba yang langsung mengusir halus Jhonny dari bangku miliknya yang memang ingin ia tempati


"Iyah, dia mendapati perawatan yang baik dari Dokter yang di kirim oleh CEO Lee (ayah Mark)" ucap Ize pelan


"Sekali lagi, kami minta maaf yah untuk apa yang sudah terjadi" timpal Jhonny


"Semuanya juga udah terjadi kok, jadi gak usah di ungkit lagi, Chiko juga pasti sudah maafin kalian" ucap Ize dengan senyum getir sembari menunduk


"Bagaimana denganmu?, Kamu tidak mau memaafkan kami?" Ucap Mark penasaran, pasalnya ia tau yang paling sakit hatinya di sini, pastilah Anize


Anize tak menjawab hanya tersenyum kecil sebagai balasan untuk Mark dan Jhonny yang memang mengharapkan jawaban darinya, jangan tanyakan bagaimana dengan Leandra ia hanya duduk dan sibuk dengan buku bacaannya tanpa mau menoleh walau begitu telinganya tetap ia pasang untuk mendengar percakapan antar teman sekelasnya itu


"Begini saja, bagaimana kalau sepulang sekolah kami mampir dulu ke rumah kamu, kami ingin melihat kondisi Chiko secara langsung, Kenzo juga katanya pengen ngeliat kondisi Chiko" ucap Jhonny mengalihkan pembicaraan yang memang ia tau tak akan di jawab oleh Ize


"Kenzo?, Anak yang bersama Chiko kemarin yah, apa dia sudah sehat?" Tanya Ize penasaran, sebenarnya ia sedikit tercengat saat mendengar mereka yang ingin berkunjung ke rumahnya namun dengan cepat ia netralkan sebisa mungkin sembari memikirkan alasan yang masuk akal


"Iyah dia sudah lumayan membaik, dan beberapa kali ini dia terus-menerus ingin bertemu Chiko, saat di rumah sakit" ucap Jhonny yang kemudian melirik ke arah Mark yang hanya di tanggapi dengan anggukan malas


"Kalian beneran pengen pergi ke rumahku?, Takutnya kalian bakal susah buat pulang, karna jalannya agak susah, aku juga takut merepotkan kalian, akan lebih baik jika tak usah, lagi pula Chiko sudah baik-baik saja kok" ucap Ize dengan perlahan menghindar dengan memberikan alasan yang menurutnya masuk akal


Pasalnya Anize takut karna rumah orang yang dikenal hanya seorang biasa tanpa marga ini, malah berumahkan seorang yang terbilang mampu dan besar bahkan dengan bagian depan gerbang ke rumah itu memiliki halaman yang luas dan cukup untuk 5 kendaraan berupa mobil, yah walaupun itu bisa di tanggapi biasa saja oleh mereka jika yang mengurus semuanya adalah Tuan Lee atau Khalid tapi di banding rumah yang di kota itu rumah kecil biasa saja sudah di atas ratusan juta bagaimana dengan rumah sebesar itu, di banding rumah akan lebih baik jika tuan Lee dan tuan Khalid memberikan apartemen yang bisa di tinggali oleh dua orang bersaudara ini


"Mmm bagaimana jika besok saja, aku tanyakan dulu pada Chiko, takutnya ia malah tidak nyaman jika kalian datang dengan tiba-tiba" cegah Anize, ia malah lebih takut jika mereka datang hari ini tanpa ia yang tak mengabari Chiko yang malah berakhir mengetahui wujud asli Chiko


Sampai akhirnya mereka yang asik dengan obrolan tersebut tak sadar bahwa kelas mereka sudah penuh bahkan bell yang berbunyi menandakan mereka sudah masuk dalam pelajaran


"Anize, kamu di panggil oleh kepala sekolah sekarang" ucap sang guru memberi tahu yang langsung di balas sebuah anggukan kecil sembari sekilas memberi hormat pada sang guru dan langsung berlalu meninggalkan kelas dari Anize


Sesampainya di ujung di mana ruang kepala sekolah, ia yang sebelum mengetuk pintu tersebut sekilas teringat dengan ucapannya yang begitu kejam dan mungkin melukai hati sang kepala sekolah, ia pun mulai ragu untuk mengetuk sampai ia sadar ia tak salah bahkan jika orang lain yang berada di posisinya pun akan melakukan hal yang sama


Akhirnya ia pun mengetuk pintu tersebut sebanyak tiga kali bersamaan dengan seseorang yang menjawab untuk mengizinkannya masuk


"Selamat pagi,pak kepala sekola" ucap Ize dengan Datar sembari menyederkan pandangannya mendapati seseorang yang ia sapa tengah duduk di sofa yang berada di ruangan itu, sedangkan di meja kerjanya terdapat orang lain yang duduk hanya saja orang tersebut tengah membelakangi mereka


Dalam hati Ize berkata, untung saja ia memanggil Tuan vilcensius dengan sebutan yang benar kalau tidak bisa-bisa ia tak tau siapa yang tengah membelakanginya


"Ohh, Ize kamu sudah datang, ayok duduk dulu, saya membuatkan teh untuk kamu" Khalid yang menyambut Ize sembari berdiri untuk menutup rapat pintu ruangan miliknya sambil membawa Ize pada sofa lain yang berhadapan dengannya


"Tidak pak, tidak perlu repot, saya datang juga karna anda yang meminta, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ize dengan Datar dan tak segan menolak dengan tegas tawaran sang kepala sekolah


"Ize saya memanggil kamu untuk meminta maaf secara langsung pada kamu, saya tau ini tidak pantas karna seharusnya saya yang menemui kamu, tapi kebetulan ada seseorang yang datang juga khusus untuk kamu ke sini" Ize terdiam sesaat sampai ia terlonjat ketika mendengar sebuah dentingan besi yang jatuh ke lantai, tak terlalu keras tapi cukup untuk membuatnya terkejut pasalnya bunyinya sangat khas dan itu terasa sangat familiar untuk Ize


"anda tak perlu lagi membahas hal itu, saya tidak papa begitu juga dengan Chiko, maaf jika kemarin saya keterlaluan pak" dengan cepat Ize berdiri setelah menjawab omongan Khalid tadi dengan seadanya, ia tiba-tiba merasa tidak enak pada perasaannya di dalam ruangan itu setelah mendengar bunyi yang mengagetkannya tadi, pasalnya ia ingat akan sesuatu saat mendengar hal itu


tapi sebelum ia beranjak pergi, seseorang yang duduk membelakangi mereka dengan segera memutar tubuhnya untuk menghadap ke depan sembari berucap "dalam silsilah sopan keluarga Albert tak pernah di ajarkan untuk menolak apapun yang di berikan seseorang yang sudah ia kenal apa lagi orang tersebut sangat terhormat,dengan maksud baik dan untuk meminta maaf,ini alasan mengapa saya sangat meragukan kamu sebagai saudara saya,benar begitu Anize Albert?" betapa terkejut sang pemilik nama yang di panggil di akhir kalimat itu ketika mendapati seseorang yang berbicara adalah orang yang sama yang membuat ia merasa tak enak dengan dentingan suara benda jatuh tadi, benda yang orang itu jatuhkan adalah sebuah arloji besi dengan ukiran kayu di setiap sudutnya berwarna perak dan terlihat sangat antik bunyinya juga sangat khas karna jika jatuh maka deruan bunyi besi dan kayu yang tertubruk di atas lantai keramik pastinya sangatlah berbeda dan hanya Ize yang tau itu.


TBC......_$


Holaaa, kayanya di setiap akhir penutupan di setiap episode aku lupa untuk menerangkan yah, kepada para Readers tercinta, bahwa ini cerita pertama aku yang gak berbau islami hehehe nyoba aja gituh ceritanya, siapa tau ngefiell, yah walaupun aku sendiri ngerasa agak ragu-ragu gimana gituh hehehe, btw mau ngasih tau kalo teman collape aku sedang dalam banyak urusan jadi tak dapat menyelesaikan cerita ini, jadi aku sendiri yang akan meneruskan alur ceritanya untuk kelanjutannya doain aja yah semoga terus semangat dalam menulis


ohh Iyah btw buat cerita aku yang judulnya, "Aku Dapat Merasakannya" aku benar-benar bingung mau ngelanjutinya, jadi aku Hiatusin dulu insyaallah bakal secepatnya di up kembali, gak lama lagi kok itu And.


oke sampai situ aja


terima kasih atas dukungannya


semoga terus suka yah sama cerita nya


oke jangan lupa untuk LIKE👍VOTE😉 RATE🌟 and KOMEN❤️


see you next time 📸😘


Happy reading All🌈👸