
please Don't Go episode 14 ❤️
Hari kedua di sekolah
Ize dan Chiko sudah sampai di sekolah kini mereka tidak lagi berangkat menggunakan sepeda tapi memilih untuk berjalan kaki
Sesampainya di kelas🏫
di dalam kelas masih sepi hanya ada 3 OSIS yang tidak lain adalah Mark, Jhonny dan Lean yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing
Begitu juga Ize dan Chiko yang datang dan duduk ketempat mereka tanpa menyapa ataupun melirik para OSIS tersebut
Sedangkan Lean, Lean ini sedikit menyimpan sakit hati terhadap Chiko dan Ize, tidak terkhususnya Ize, karna Lean sendiri berfikir bahwa perubahan kakak laki-laki yang begitu dia sayangi itu di sebabkan karna kehadiran dari Ize dan Chiko membuat Khalid selaku kakak dari Lean ini kini bisa membentak Lean yang semulanya tidak pernah di lakukan bahkan Lean pun pernah melihat Khalid tersenyum ke arah Ize saat Ize dan Chiko pertama kali masuk ke sekolah ini
Membuat semulanya yang tadi sepi tiba-tiba Lean mengeluarkan sindiran yang mengarah tepat kepada Ize dan Chiko bahkan sindiran khas seorang pembully yang membuat Ize yang memang sedari awal sudah marah dengan sikap para OSIS yang seperti penjahat dalam ini malah merasa lebih terpancing dan kesal dengan sikap Lean
"Padahal anak baru loh, bahkan dari keluarga miskin yang gak punya apa-apa tapi datang ke sekolah nunjukin sikap sopan santun aja gak ada, nyapa kek OSIS-nya, atau basa basi kek, kalo gini kan malah keliatan banget kalo emang orangnya rendahan" ucap sarkas Lean sembari menatap sombong ke arah Chiko dan Ize
"Lean, lu apa-apaan si, Diem" saut Mark yang terkejut mendengar penuturan Lean yang kasar itu
"s?abar Ize, dia punya masalah dengan masa lalunya yang membuat dia memiliki sifat seperti itu, jadi jangan marah-jangan marah, tahan emosi, anggap kalau itu bentuk emosional seseorang yang memiliki kecenderungan stres yang berlebih" Batin Ize menguatkan dirinya sendiri mendengar penuturan dari Lean yang seakan memojokkan dia dan memancingnya untuk marah
"..Ketua OSIS Mark, wakil ketua OSIS Leandra dan OSIS Jhonny, aku benar-benar minta maaf atas nama ku dan Anize, kami salah seharusnya saat masuk tadi langsung menyapa dengan sopan tapi kami malah Langsung duduk tidak memperdulikan kalian, sebenarnya tadi kami ingin menyapa tapi melihat kalian yang sibuk dengan urusan kalian masing-masing membuat kami merasa takut dan tidak enak jika mengganggu kalian, Maaf benar-benar minta maaf tolong jangan marah yah" saut Chiko dengan cepat untuk menghindari masalah yang lebih besar lagi, karna dia tau tidak seterusnya adik sepupunya itu bisa tahan dengan rasa kesalnya itu
"Tidak masalah, jangan fikirkan omongan Leandra ini dia sedang ada masalah pribadi jadi sedikit tidak memiliki mood, kalian bersikaplah dengan santai jangan merasa terbebani" ucap Jhonny menengahi
Ize hanya bisa diam tanpa ekspresi, melihat Lean yang memang angkuh dan tidak pedulian itu malah membuat Ize semakin penasaran untuk membantu mengubah Lean
"Ize, temani aku keluar yok" ucap Chiko dengan lucu pada Ize
"Iyah ayok" jawab Ize dengan datar
Ize dan chiko pun akhirnya keluar untuk berkeliling tapi saat baru mencapai 3 meter dari perjalanan mereka ke lapangan di dalam sekolah yang cukup luas itu, mereka malah di pertemukan oleh Daniel dan para teman-temannya
"Eits tunggu dulu, masa mau pergi gituh aja sii, mampir dong sini ngobrol Sama kita" ucap Daniel menghalangi pergerakan Ize dan Chiko
"Ehhh Chiko, beliin kita cemilan dong, males gerak nih, terserah deh kaya kemarin aja lu beli cemilannya tapi kali ini banyakin soalnya yang makan kami berlima nih entar kurang, oh ya seperti kemarin pake uang lu" ucap teman Daniel bernama Rio itu tanpa rasa malu menyuruh Chiko
"B-ba-baiklah" ucap Chiko dengan nada rendah seperti ketakutan
"Ize ayo" ajak Chiko yang menarik lengan Ize
"Ehhh,..... jangan, saudara lu disini aja nemenin kita lagian hari ini gak ada pelajaran jadi gak usah takut gituh yah, sini aja ngobrol sama kita" ucap Daniel yang merangkul pundak Ize sesuka hatinya
Ize hanya memberikan kode mata untuk menyuruh Chiko pergi
"aku harap tidak terjadi sesuatu buruk pada orang-orang itu, jika Ize kehilangan kesabarannya maka yang hancur adalah misinya" Batin Chiko yang meninggalkan Ize dengan ragu
"Daniel, lu tau gak, gue bosen banget tau pengen ngebully orang, tapi masalahnya nih cewe diam banget kaya tenang gituh sama kita, kaya gak ada rasa takutnya, gue malah jadi bingung mau ngebully nya gimana" ucap mely selaku salah seorang teman Daniel yang terus melirik ke arah Ize
"Bener tuh, nih cewe kaya yang gak bisa di bully gituh, kaya gak seru aja beda sama saudaranya yang rada bego gituh" sambung key teman Daniel yang lain
"Sabar dah lu pada, entar juga ada yang seru buat di mainin" ucap Daniel
Tidak lama tiba-tiba ada seorang pria dengan penampilan culun dan polos lewat di depan mereka
"HUYY, Kenzo, sini lu" panggil Daniel pada pria culun tersebut
"Iy...Iyah" ucap pria culun itu dengan gugup berjalan mendekat ke arah Daniel dkk
"Pinterrr....hari ini lu rapih banget yah" ucap Daniel pada pria culun tersebut
Kenzo yang mendapat bully-an hanya bisa diam mengikhlaskan nasibnya di tangan Daniel dkk pasalnya dia sudah terbiasa di bully oleh pembuat onar di sekolah itu
Tanpa menunggu segera saja Daniel menarik kasar rambut Kenzo yang semula sangat tertata rapih kini sudah sangat berantakan di buatnya, bahkan baju Kenzo yang begitu bersih dan rapi kini sudah kusut dan compang-camping akibat tarikan paksa dari Daniel
"Kenapa kalian membully nya?" Ucap Ize tak tahan melihat pembully-an yang hanya mendapatkan tanggapan diam dan pasrah dari yang dibully itu
"Ngapain lu tanya begitu, dia itu orang yang sama kaya lu, miskin dan gak berguna, cuman karna pintar aja makanya sampai sekarang dia masih bertahan di sini, dan kalo kami udah bosen sama dia, bisa aja kedepannya saudara lu atau lu sendiri bakal jadi mainan baru kita" ucap mely
"Intinya dia tuh mainan kita oke, denger tuh baik-baik" ucap kasar teman Daniel yang lain sembari menoyor kasar kepala Ize yang hanya bisa di balas helaan nafas sabar dari Ize
Tidak lama kemudian Mark dan Jhonny lewat di depan mereka dengan santai dan tidak perduli bahkan ketika melihat jelas Daniel dan teman-temannya yang tengah membully Kenzo dengan brutal tanpa ampun nya
Hal itu berhasil membuat Ize mengeratkan giginya menahan kesal, bahkan dia hampir meneteskan air mata melihat ketidak Adilan berada tepat didepan matanya itu
"jika aku bisa, maka akan ku buat pembully-an di sekolah ini menghilang tanpa adanya jejak dan sisah" batin ize yang sangat membara
TBC 🛣️
Semoga terhibur
Dan
Selamat membaca
Mohon untuk LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰
SEE YOU NEXT TIME 🍒
HAPPY READING ALL❤️