PLEASE DON'T GO

PLEASE DON'T GO
episode 7 Khalid Vilcensius



Please Don't Go 7 ❀️


"Iyah kami janji, katakan" ucap sang papah mengalah dengan anak gadisnya itu


"baiklah, Ize tidak akan menolak jika kalian ingin memindahkan Ize dan Koko ke sekolah lain walaupun di negara yang jauh dan yang pasti jauh dari kalian karna itu lebih baik dari pada harus Home schooling, toh jika terus di sini kalian hanya akan pusing menghadapi sikap kami yang tidak akan berubah, jadi persyaratan nya, Pertama : biarkan kami membuat peraturan kami sendiri untuk memulai diri kami yang baru di sana


Kedua : tidak membatasi apapun yang kami lakukan disana


Ketiga : tidak mengirim orang suruhan/bodyguard yang berlebihan


Keempat : biarkan Ize dan Koko hidup sesuai keinginan kami bahkan kalian tak boleh membatasi nominal yang akan kami kelurkan selama hidup di sana


Dan yang kelima : tidak ada yang boleh tau identitas Ize dan Koko di sana, setidaknya untuk sementara waktu, yah setidaknya dengan begitu tidak akan ada yang cari masalah dengan kami ataupun bersikap segan karena kami yang berasal dari keluarga Albert dan Vasilion yang terkenal sangat tinggi , Bagaimana, bisa kan papah, pipih?" Ucap Ize yang di akhiri dengan pertanyaan yang di tujukan pada kedua sesepuh tua tersebut


Sedangkan Chiko hanya mengangguk membenarkan walaupun awalnya dia merasa hal itu aneh tapi setidaknya yang di katakan adik sepupunya itu benar


Sedangkan papah dan pipih saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya menyetujui persyaratan anak gadisnya itu


Di ikuti oleh kedua pihak lain yang hanya bisa mengangguk mengiyakan (pihak lain yang di maksud ini tuan Lee dan Vilcensius)


"Baiklah kami sebagai orang tua setuju" ucap papah mewakili yang lain


"Jadi besok lusa, tepat jam 5 pagi kalian berangkat ke kota S bersama tuan Lee dan tuan muda Vilcensius menggunakan jet pribadi tuan Lee oke" sambung pipih


"BAIKLAH, setuju. Jika begitu mohon bantuan pada CEO Lee, dan mohon bantuannya tuan kepala sekolah Khalid Vilcensius" ucap Ize seraya tersenyum sangat manis pada kedua orang tersebut yang di susul senyum biasa dari Chiko


***


akhirnya makan malam telah selesai tuan Lee dan tuan muda Vilcensius juga menginap di rumah besar keluarga Albert agar memudahkan mereka untuk berangkat bersama besok lusa


*"padahal bisa buat perjamuan di rumah kalo ujung-ujungnya mereka bakal menginap di rumah utama, aneh memang author nya -Author K


*"yah kan biasa ala-ala Holkay biar lebih WAW aja gituh -Author P


Setelah makan malam tersebut.


Hari menjelang pagi, Saat ini semua keluarga ada di rumah dan sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing


Ize pun sedang asik duduk di rerumputan sambil memandangi taman belakang rumah besar milik keluarganya itu sampai akhirnya seseorang datang menghampiri nya dan dengan jarak 5 jengkal saja duduk di samping ize dengan menyamakan diri


Yang ternyata orang itu adalah Khalid Tuan muda Khalid Vilcensius selaku calon kepala sekolah barunya di sekolah barunya nanti


"Apa sedang berpamitan dengan suasana di tempat ini?" Tanya Khalid dengan pandangan yang terus menghadap ke depan melihat keindahan taman belakang yang begitu terawat


"Tidak bisa dikatakan berpamitan tuan, karna bagaimanapun aku hanya akan meninggalkan tempat ini sementara, walaupun akan cukup lama" ucap Ize menyetarakan pandangannya untuk tetap mengarah kedepan


"Melihat wajah kamu sepertinya tidak merasa keberatan ataupun sedih yah padahal akan meninggalkan kota kelahiran dan teman-teman kamu" ucap Khalid memandang wajah Ize yang berada di sampingnya


"Sedih, tentu saja saya sedikit merasa sedih karna harus meninggalkan tempat yang penuh kenangan ini apa lagi harus meninggalkan orang tua untuk waktu yang cukup lama, tapi untuk teman, aku punya 3 orang teman laki-laki juga teman Koko, selain itu, aku tidak punya teman lain selain Koko,dan aku juga akan pergi dengan Koko kan ke sana jadi aku tidak akan merasa sedih untuk teman." Ucap Ize dengan santay dengan nalar biru yang serupa dengan rubah itu yang masih menghadap kedepan


"Melihat gadis ceria seperti kamu, mengingatkan saya pada masa lalu adik saya yang begitu ceria" ucap Khalid tiba-tiba yang masih melihat ke arah Ize


"ceria?, saya?, ah tidak maksud saya ada apa dengan adik Anda?" Tanya ize melihat ke arah Khalid


"dia mengalami trauma dan kini sangat jauh berbeda dengan ia yang dulu" ucap Khalid menatap mata Ize lekat


"Jadi, apa dia perempuan?, Dimana dia sekarang?" Tanya ize lagi, ia penasaran


"benar, dia perempuan, dan dia wakil ketua OSIS di sekolah kalian nanti, tapi sikap ceria yang tadi saya bilang seperti kamu, tidak ada lagi padanya" ucap Khalid memberitahu Ize


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Ize bingung


"Saya tidak bisa bercerita jika itu belum melalui mulut adik saya sendiri" ucap Khalid dengan bimbang


"Ohhh begitu, tapi aku yakin pasti dia memiliki alasan untuk itu, alasan yang kadang mungkin orang lain menganggapnya enteng tapi baginya serius, benarkan? Tuan Vilcensius?" ucap Ize tersenyum hangat pada Khalid


"Kamu benar, mmm apa kamu mau membantu saya dalam satu hal?" Ucap Khalid


"Membantu?, Apa yang bisa saya bantu tuan Vilcensius?" Tanya Ize dengan bingung


"Bantu saya mencairkan es di dalam hatinya. Tapi, buat adik saya itu menjadi seperti kamu yang ceria, saya mohon bantuan dari kamu" pinta Khalid dengan begitu berharap pada Ize


"Bagaimana bisa saya mengubah seseorang dengan pribadi yang dia buat sendiri, apa lagi itu menjadi alasan untuknya menjalani hidup, jika anda berfikir saya ceria anda salah tuan Khalid, saya begitu di depan orang tua yang selalu ingin merasakan anak wanitanya yang manja maka sikap itu tumbuh atas kendali yang saya buat, tapi itu dulu sebuah keceriaan yang nyata sampai akhirnya harus berubah menjadi palsu, hanya untuk mempertahankan sesuatu" ucap Ize dengan tidak percaya diri


"Kamu menjalani hidup dengan baik dan bisa menempatkan diri, saya percaya pada kamu, karna itu meminta tolong pada kamu, saya tak tau seperti apa kamu yang sebenarnya tapi melihat kamu yang manja dan ceria di depan orang-orang yang sangat menyayangi kamu, saya sangat ingin adik saya juga berlaku demikian" ucap Khalid meyakinkan ize


"anda tidak tau saja kalo saya terus-menerus bergantung pada seseorang" ucap Ize masih tidak percaya diri


"Tapi saya sudah bingung bagaimana melelehkan es yang begitu kuat, karna itu hanya bisa berharap dari kamu yang terlihat ceria" ucap Khalid putus asa


"Bagaimana bisa anda mencairkan es dengan es yang lain Tuan Vilcensius" ucap seseorang yang baru datang dan ternyata adalah Chiko


"Maksud kamu?" tanya Khalid membalikkan kepalanya kebelakang melihat ke arah Chiko dengan bingung, begitupun dengan Ize yang menatap Chiko yang baru datang itu dengan aneh


"Tuh es berkedok penghangat ruangan" ucap Chiko dengan santai menunjuk Ize dengan dagunya


"Koko lu apa-apaan sih, gak usah ngomong yang aneh-aneh deh" ucap Ize tidak terima


"Tuan Vilcensius, saya tau anda begitu butuh bantuan untuk adik anda, tapi mengandalkan Ize boleh saja, tapi jangan terlalu berharap karna bagi es batu untuk membuat es serut juga butuh proses kan" ucap Chiko dengan santainya yang kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua yang cengo dengan ucapan tidak masuk akalnya itu


"Tolong Anda jangan memikirkan ucapannya tuan Vilcensius" ucap Ize tersenyum ramah pada sang empu di sampingnya


"B- baiklah" jawab Khalid yang Sekarang merasa ragu dengan permintaannya tadi


***


DREEETT DREEETT


"Sebentar saya angkat telpon dulu" ize hanya membalas dengan anggukan ketika Sang lawan bicara mendapat dering getar dari ponselnya


πŸ“ž


"Halo dek"


"Abang dimana kenapa kemarin nggk pulang?"


"Abang di luar kota sebentar doang, sekarang Abang bakal pulang. Kamu jangan gelisah fokus aja sekolah Abang pasti pulang"


"Hiks"


"Kamu nangis?"


"Hiks"


Ize yang berusaha mendengar sedikit merasa bingung


'katanya adiknya dingin tapi kok kayak yang manja sih?' batin ize


"Kamu jangan nangis, Abang baik baik aja nggk akan terjadi apa apa jangan inget hal hal yang aneh"


"Iya"


"Abang pasti pulang secepatnya begitu urusan disini selesai, inget jangan cemas"


"Iya bang"


πŸ“ž


"Jadi itu adik anda?" Tanya ize segera setelah Khalid memutuskan panggilan telfonya


"Iya, dia cemas saya kenapa Napa" ucap Khalid


"Kecemasan yang nggk perlu, sensitif yang tidak bisa di tutupi yah" ucap Ize yang mengambil kesimpulan sendiri dan berhasil membuat Khalid sedikit tersinggung


Khalid berdiri tepat di hadapan ize dan berjongkok mengimbangi tingginya dengan ize.


"Dia memiliki hal yang menyeramkan dimasa lalu, oleh sebab itu seharusnya saya membawa dia tapi karna ini urusan penting saya tidak bisa"


"Jadi itu sebuah trauma berat yah?" Tanya ize santai masih dengan tersenyum


"Iya, saya harap anda bisa mengerti dan membantu saya" ucap Khalid dan pergi meninggalkan ize sendiri


"entah dia terlalu putus asa atau memang tidak ada yang mau menolongnya untuk masalah adiknya ini, bagaimana bisa masih meminta tolong padaku yang jelas-jelas hanya pintar menghina ini" ucap Ize sendiri sembari melihat punggung Khalid yang perlahan menghilang dari matanya


***


Hari yang di tunggu pun tiba, dimana keluarga kecil Albert dan Vasilion berkumpul tidak ketinggalan juga CEO Lee dan tuan muda Vilcensius yang akan bersiap berangkat ke kota S


Sekarang mereka sudah berada di Bandara untuk berpamitan, bahkan Ize dan Chiko tidak memberitahu kepergian mereka pada 3 sahabat mereka di sekolah karna persiapan mendadak yang mereka lakukan itu


Selesai dengan sesi berpamitan mereka, akhirnya sekarang 2empu bersepupu itu sudah berada di dalam bilik di pesawat tersebut begitu juga dengan Tuan Lee dan tuan muda Vilcensius yang sudah menyamankan diri di kursi penumpang mereka masing-masing


Selama lebih dari 3 jam mereka habiskan dengan duduk dan kemudian tidur sampai akhirnya mereka sampai di tujuan mereka dikota S


Mereka yang sudah sampai pun turun dan membawa barang mereka masing-masing


Di bandara tersebut juga sudah ada 3 mobil yang datang untuk menjemput mereka,dua di antaranya adalah mobil tuan Lee dan tuan muda Vilcensius dan yang satunya lagi adalah mobil untuk mengantarkan Ize dan Chiko ke rumah mereka yang baru. STOP


TBC.🎈


bagaimana sejauh ini apa menikmati cerita aku?, Maaf jika banyak kata yang salah ataupun tidak baku karna di cerita ini aku menggabung kan dua suku kata yang baku dan tidak


Dan mohon di maafkan juga di maklumi jika banyak typo dalam penulisan


Semoga terhibur


Dan terima kasih


Mohon untuk LIKE πŸ‘ VOTE πŸ˜‰ RATE ⭐ KOMEN πŸ₯°


IKUTIN TERUS CERITA KAMI YA TEMEN TEMEN ❀️❀️


SEE YOU NEXT TIME πŸ’


HAPPY READING ALL 🌈