PLEASE DON'T GO

PLEASE DON'T GO
episode 6 Hotel Kleid



"nanti akan ada seseorang yang bertemu dengan kalian dan kami para orang tua akan mengatakan sesuatu pada kalian di depan orang tersebut, jadi bersikaplah dengan baik dan jaga sopan santun kalian, tetap terlihat tenang dan berwibawa jangan menunjukkan sifat berandal kalian berdua nanti" ucap papah dengan tiba-tiba yang memecahkan keheningan di dalam mobil tersebut membuat Chiko dan Ize terlonjat kaget dan bingung melihat ekspresi sang empu tua yang terlihat begitu serius berbicara pada mereka


"Jangan tanya kenapa dan siapa orang itu, ikuti saja kata papah kalian, nanti di hotel kalian juga akan tau siapa orangnya dan apa pembicaraannya" sambung pipih dengan ekspresi tidak kalah serius yang mampu membuat kedua ibunda dari 2empu bersepupu itu hanya menggeleng pasrah pada anak-anak mereka tanda tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ingin mengatakan apa-apa.


***


Sesampainya di Hotel kleid yang di tuju


Ize dan Chiko sudah duduk di meja makan di dalam satu ruang VVIP di sana bersama para orang tua sambil menunggu kedatangan orang yang di bicarakan


Ruang VVIP



"Makanan lama banget datang" ucap Ize tidak sabaran sembari menyenderkan dirinya pada kursi di meja makan tersebut


"Ize, jaga sopan santun kamu" ucap papah


"Ize cuman bilang makanannya lama datang bukan hal aneh kan pah" Ucap Ize tidak terima


"Terserah kamu sajalah yang penting tidak di depan orang kamu bersikap seperti itu" ucap ayah menyudahi


"Hmmm papah ih serius Mulu, emang siapa si pah yang pengen datang, ize kenal gak?" Ucap Ize tanpa ragu pada sang papah


"Ize udah diem entar lagi juga orangnya datang, papah gak mau ngasih tau kamu sekarang" ucap sang papah dengan tenang


"Sok rahasiaan banget" ucap Ize sambil mempoutkan bibirnya kesal


Tidak berselang lama ada dua pria beda generasi yang datang kedalam ruang VVIP mereka tersebut dan jika di lihat sekilas maka kedua orang itu terlihat seperti ayah dan anak yang membuat Ize melotot karna takut kecurigaannya di rumah tadi menjadi hal yang benar


"Suttt sutt, Koko kan gue bener, pasti gue mau di jodohin nih" bisik Ize pada sang Koko yang berada tepat di sampingnya


"Gak usah sok tau lu, diem aja, entar di marahin lagi kita" saut Chiko tak kalah berbisik ke arah sang adik sepupu


Setelahnya papah, pipih dan para ibunda dengan antusias menyambut dua orang tak dikenal tersebut


"selamat datang Tuan Steven Lee silahkan duduk" ucap papah Ize pada pria setengah paruh baya tersebut


"Selamat datang juga untuk anda tuan muda Khalid Vilcensius" sambung papah pada pria yang lebih muda tersebut


"Terimakasih tuan Albert dan tuan Vasilion untuk sambutan hari ini" jawaban ramah dari tuan Lee yang di susul anggukan dari tuan muda Vilcensius


"Kami yang seharusnya berterima kasih karna anda menyempatkan waktu untuk datang mengurus masalah keluarga kami ini tuan" saut pipih tiba-tiba


"Baiklah kita makan dulu, hidangan sudah siap" ucap mimih selaku sesepuh wanita yang berpengaruh dan di balas anggukan oleh mamah


Sedangkan Ize dan Chiko hanya terus memandang satu sama lain dan sesekali melihat kedua orang tidak di kenal tersebut sampai akhirnya Khalid selaku tuan muda dari keluarga Vilcensius itu memandang wajah Ize yang memang berada di depan nya dengan tersenyum lembut membuat Ize menjadi kikuk sendiri untuk membalas senyuman tersebut atau bersikap acuh dan angkuh seperti biasa yang dia lakukan


Sedangkan Chiko yang menyadari tatapan Khalid yang mengarah pada Ize itu merasa tidak suka dan sedikit menunjukkan wajah angkuhnya.


***


selesai makan, akhirnya hidangan pencuci mulut di sediakan dan sesi perkenalan antar kedua empu bersepupu dan kedua sesepuh tidak di kenal ini pun terjadi


"Jadi Tuan Steven Lee dan tuan muda Khalid Vilcensius biar saya perkenalkan ini anak saya Anize Albert dan ini adalah keponakan saya Chiko Vasilion anak dari Nazume Vasilion selaku kakak ipar saya" ucap papah menunjuk ke arah Ize yang kemudian menunjuk ke arah Chiko


"Ize,Koko beri salam pada tamu?" Ucap pipih kepada kedua anaknya itu


"Selamat datang Tuan saya Chiko Vasilion" sapa Chiko yang di susul dengan berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya tanda memberi salam


"Senang bertemu dengan anda Tuan, salam kenal saya Anize Albert" sapa Ize tersenyum manis tak mau kalah di susul dengan berdiri dan sedikit membungkuk anggun pada kedua orang tersebut


"Anak perempuan anda sangat manis Tuan Albert" ucap tuan Lee memuji Ize


"Terima kasih" saut Ize yang mendapatkan delikan mata dari sang papah


"Saya tidak bisa percaya siapapun selain anda tuan Lee dan tuan muda Vilcensius, karna dari informasi yang saya dapatkan dari anak pertama saya bahwa anda memiliki anak dan adik yang bersekolah dengan baik dan dengan didikan moral yang sangat tinggi maka saya memutuskan untuk menyekolahkan anak-anak saya ini di sekolah milik Tuan Lee dan kalau bisa di satu kelas dengan anak tuan Lee dan adik tuan muda Vilcensius selaku ketua OSIS di sekolah anda, bagaimana?" Ucap papah pada kedua pria tersebut yang mempu membuat tubuh Ize mematung tidak percaya


Sedangkan Chiko yang langsung memahami kondisi adik sepupunya itu lantas segera memegang lembut tangan sang adik sepupu


"Tenang saja tuan Albert, tuan Vasilion itu bisa dengan mudah saya atur, apa lagi melihat anak-anak anda yang sangat baik dan ramah seperti mereka mungkin akan dengan mudah berinteraksi di sekolah baru mereka nantinya" ucap tuan Lee tanpa ragu-ragu


"Serahkan saja semuanya pada saya Taun, berkas dan formulir pendaftaran semuanya bisa saya urus termasuk kelas yang ingin di tentukan" sambung Tuan Vilcensius selaku kepala sekolah di sekolah Tuan Steven Lee tersebut dan menatap lekat-lekat mata kedua empu bersepupu itu dengan tatapan yang mengartikan selamat datang di tempat baru kalian


Sampai akhirnya Chiko yang merasa apa yang dia dan Ize alami itu tidak masuk akal itu tanpa ragu angkat bicara akan ketidak persetujuan nya


"Kenapa kami harus pindah sekolah, dan kenapa harus pindah di sekolah mereka papah,pipih, memangnya kami membuat kesalahan apa sampai harus di pindahkan?" Tanya Chiko tanpa ragu dan takut sedikitpun


"Kamu tidak perlu tanya apa alasannya, sudah jelas kesalahan  yang kalian buat sudah sangat terlampau batas di sini, dan jika terus disini kalian pun tidak akan berubah dan makin bersikap seenaknya karna merasa akan terus di bela oleh orang-orang kalian, setidaknya jika kalian jauh dari kami dan rumah utama kalian bisa lebih mandiri dan tidak menyalahgunakan kekuasaan kan" ucap sang pipih 


"Tapi kenapa harus pindah sekolah, tidak bisakah cabut saja fasilitas kami dari pada harus pindah sekolah pih" sekarang Ize mengangkat suaranya menatap nalar sang papah dan pipih meminta penjelasan


"Memangnya kalo fasilitas kalian di cabut kalian akan berubah, tidak kan, alasan papah,mamah,pipih dan mimih memindahkan kalian itu agar kalian berubah, lagi pula kalian tidak akan pergi jauh kok cuman ke kota S aja tempat kakak Alex kalian tinggal sekarang, tidak berlebihankan dari pada harus Home schooling di rumah" ucap papah dengan angkuh sambil menarik turunkan kedua alisnya yang berhasil membuat Ize dan Chiko bungkam


"Intinya keputusan sudah di tetapkan, 2 hari lagi kalian akan di pindahkan, dan di sana Kalian akan tinggal berdua di rumah yang akan kami beli untuk kalian tempat nya juga tidak jauh dari sekolah kalian dan untuk semua barang-barang yang kalian butuhkan minta saja langsung pada tuan Vilcensius" saut mamah mengambil alih bicara


"Memangnya siapa dia yang harus mengurus semua barang kami di sana?" Tanya Chiko tidak terima


"Dia kepala sekolah di sekolah baru kalian nanti, dan kalo kamu tidak lupa dia anak pertama keluarga Vilcensius yang telah membangun perusahaan majunya sendiri di Itali" saut sang mimih


Akhirnya setelah pembahasan yang cukup panas tersebut untuk beberapa menit orang-orang di dalam ruangan itu bungkam untuk melihat reaksi kedua empu bersepupu itu sampai akhirnya Ize angkat bicara


"Baiklah, kami akan pindah sekolah, tapi dengan satu syarat, dan syarat itu tidak boleh kalian tolak" ucap Ize sembari menatap ke arah para sesepuh berpasangan yang tidak lain adalah keempat orang tuanya


"Katakan Ize?" Ucap papah


"Tapi janji dulu tidak akan menolaknya" saut Ize lagi memastikan agar syaratnya tidak di tolak ataupun mendapatkan kritikan, membuat Chiko bingung dengan ucapan sang adik sepupu yang membuatnya bingung pasalnya segala sesuatunya tidak mereka rencanakan karna hal mendadak ini.


Disisi lain,


"Kemana bang Khalid?" Tanya Lean


"Tuan ke luar kota ada urusan penting" jawab kepala pelayan


"Kenapa nggk bilang apa apa ke Lean?" Tanya Lean lagi


"Saya juga kurang tau"


Lean mengernyitkan dahinya kesal mendengar jawaban yang tidak dia harapkan


"Yaudah" jawab Lean ketus


Oke STOP~~~~


di tunggu lanjutannya yah


Selamat membaca


Semoga terhibur


Terimakasih ❤️


Mohon untuk LIKE 👍 VOTE 😉 RATE ⭐ KOMEN 🥰


IKUTIN TERUS CERITA KAMI YA TEMEN TEMEN ❤️❤️


SEE YOU NEXT TIME 🍒


HAPPY READING ALL 🌈