
"Ternyata dia wanita yang menjadi permintaan tolong dari tuan muda Vilcensius"batin Ize yang masih memperhatikan punggung Lean yang berjalan menjauh dari mereka melewati koridor panjang itu
"ku rasa aku percaya diri untuk melelehkan es serut ini" ucap Ize dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Chiko
"Jangan terlalu percaya diri nyonya besar, kau masih harus memarut es batu agar mendapatkan es serut baru setelah itu bisa kau lelehkan, apa lagi itu akan lebih susah jika kau masih berada di kutub Utara" ucap Chiko yang kemudian mengetuk sekilas pintu kepsek dan segera masuk keruang kepsek tersebut
Kemudian di ikuti oleh Ize
"Permisi Tuan Vilcensius, ah tidak maksud ku pak kepala sekolah" ucap Chiko yang kini sudah berada tepat di depan meja kerja Khalid selaku kepala sekolah di sana
"Ohh tuan muda Vasilion dan Nona muda Albert sudah datang, silahkan kalian duduk dulu" ucap Khalid yang tadi fokus pada komputernya kini memfokuskan tatapannya pada Chiko dan Ize yang baru datang
"Anda tidak perlu terlalu sungkan pada kami, anda kepala sekolahnya di sini dan kami hanya murid biasa dari rekomendasi Tuan Lee benar kan Pak kepala sekolah" ucap Ize yang tersenyum manis di ikuti alisnya yang sengaja di naik turunkan agar membuat Khalid mengerti tentang profesionalisme dalam berperan yang kemudian Ize pun duduk di depan meja kerja Khalid tersebut
"Jangan khawatir saya tetap mengerti maksud dari kalian yang ingin menyamar, tapi tetap saja kalian bisa santai karna di sini tidak ada siapapun selain kita bertiga" ucap Khalid dengan santai
"Emmm baiklah" balas Ize
"Akan saya panggilkan guru yang akan mengantar kalian ke kelas kalian nanti" ucap Khalid yang langsung mengambil ponsel kantor dan menghubungi ruang guru
"Sebentar lagi guru kalian akan datang, ingat guru itu bernama Latina seorang wanita berusia 38 tahun dia akan menjadi wali kelas kalian sekaligus guru killer maka jangan tertipu dengan wajahnya yang anggun, oh ya kalian masuk kelas IPA 2 bersama adik saya Lean dan anak tuan Lee, Mark Lee, mengerti" ucap Khalid setelah meletakkan ponselnya yang tadi ia gunakan
"Kami mengerti" jawab Chiko masih dengan posisi yang teramat santai(ya itu duduk dengan melipat kaki di depan kepala sekolahnya itu
"Semangat berjuang dalam berperan, semoga berhasil" ucap Khalid pada Ize dan Chiko
"Itu akan berhasil jika salah satu di antara kami tidak ada yang gagal" ucap Chiko
"Apa maksudnya?, Kalian membuat taruhan?" Tanya Khalid
"Yah hanya taruhan biasa, siapa yang bisa menahan emosi lebih lama dan sabar untuk tidak bertindak gegabah dan membahayakan maka dia yang menang dan yang menang boleh meminta apapun dari yang kalah" jawab Chiko masih dengan santainya yang hanya di angguki oleh Ize
"Sepertinya seru, saya ingin ikut dalam bertaruh" ucap Khalid menantang
"Apa yang ingin anda pertaruhkan?" Tanya Ize
"Jika salah satu di antara kalian menang maka saya akan memberikan orang itu anak perusahaan yang akan saya buat dengan namanya dan hak kepemilikan sah untuknya, tapi jika kalian berdua bisa berhasil bersama-sama sampai akhir maka saya akan mengabulkan keinginan kecil masing-masing dari kalian, bagaimana?" Ucap Khalid dengan percaya diri
"Menarik, setidaknya itu lebih baik, aku setuju" ucap Chiko menyetujui
"Aku ikut saja" jawab Ize dengan mata yang tengah beraktifitas melihat sekeliling ruangan kepala sekolah itu
"Oh ya Anize, bagaimana? apa kamu sudah memikirkan tentang permintaan tolong dari saya untuk membantu saya mengubah adik saya?" Tanya Khalid dengan penuh harapan
"Aku tidak yakin tuan Vilcensius, tapi aku akan mencobanya" jawab Ize dengan tersenyum manis
"Yang penting anda jangan terlalu berharap banyak saja pada beruang kutub ini tuan Vilcensius" celetuk Chiko yang ikut bicara
"Koko gue tabok yah lu" kesal Ize mendengar penuturan dari sang Koko
Sampai akhirnya suara ketukan pintu terdengar dengan knok pintu yang bersamaan di gerakkan pertanda pintu akan terbuka
"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?" Ucap seorang wanita cantik yang baru saja memasuki ruangan tersebut dan masih setia berdiri di depan pintu masuk tersebut
"Bu Latina, maaf jika mengganggu anda, saya minta tolong agar anda membawa kedua murid ini kekelas anda, mereka murid baru yang di rekomendasikan sendiri oleh CEO Lee" ucap Khalid pada guru tersebut
"Apa mereka murid berprestasi sampai menjadi rekomendasi langsung dari CEO Lee?" Tanya sang guru penasaran
"Tidak" jawab Khalid dengan tersenyum
"Lalu, apa mereka seorang bangsawan?" Tanya guru tersebut masih dengan rasa penasarannya
"Tidak Bu Latina, mereka berdua ini di rekomendasikan Karena janji CEO Lee pada orang tua mereka dulu, dengan kata lain membalas Budi orang tua mereka karna itu menyekolahkan anaknya di sini" ucap Khalid yang di angguki oleh Chiko dan Ize yang semabri tersenyum ramah pada sang guru
"Ohhh begitu baiklah, siapa nama kalian anak-anak" tanya guru Latina melihat ke arah Ize dan Chiko dengan tegas
"Saya Chiko Bu" ucap chiko
"Saya Anize" sambung ize
"Apa kalian tidak memiliki marga?, Lalu apa kalian asli kota ini atau dari kota lain?" Tanya guru tersebut
"Kami tidak memiliki marga, dan kami berasal dari kota L" ucap Chiko dengan ramah dan lugu
"Ohhh begitu yah, yah sudah saya akan mengantarkan kalian berdua, ayo ikut saya" ucap Bu Latina dengan tatapan iba dan kasihan pada Chiko dan Ize yang kemudian dengan ramah mengajak mereka pergi dari ruang tersebut
"Kalau begitu anda bisa menyerahkan mereka pada saya pak kepala sekolah, anda tenang saja saya yang akan bertanggung jawab atas mereka, kalau begitu kami permisi, Chiko, Anize ayo pamit pada pak kepala sekolah" ucap Bu Latina dengan tegas dan baik
"Kami permisi pak, terimakasih untuk bantuannya" ucap Ize dan Chiko bersamaan
Akhirnya bell masuk kelas berbunyi menandakan semua murid sudah berada di dalam kelas mereka masing-masing
Dengan Bu Latina, Chiko dan Ize yang jalan menyusuri lantai 2 untuk menuju ke arah kelas mereka
"Kelas yang saya didik ini merupakan kelas yang paling teratur di antara kelas 11 yang lain, tapi kalian juga harus bisa menyesuaikan diri dan lebih sabar, karna di setiap kelas tentu saja akan ada murid nakal apa lagi mereka yang memiliki orang tua yang berkedudukan tinggi dan bangsawan, jadi orang kecil seperti kalian dan begitu juga ibu harus bisa menyesuaikan diri dan lebih sabar oke" ucap Bu Latina memperingati dan memberi saran pada Chiko dan Ize
STOP
TBC π£οΈ
Terimakasih untuk dukungan yang terus di berikan
Semoga terus menyukai novel kami
Mohon untuk LIKE π VOTE π RATE β KOMEN π₯°
SEE YOU NEXT TIME π
HAPPY READING ALL π