
...RENCANA GAGAL...
Sebelum mengatakannya Eliza pun sudah memberikan sebuah Check uang Lima puluh juta pada Bi Midah untuk mengurusi operasi ibunya. Anulika hanya menjalankan recana Eliza saja.
“Iya saya Eliza.” Anulika menjawabnya dengan santai sesuai rencana ia hanya bersikap tenang.
“Baiklah karena kalian sudah bertemu dengan Eliza, saya harus pergi kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian.”
“Aku harus berlibur, kamu perankan Eliza dengan baik ya sayang.” bisik Eliza, ia pun pergi.
Bisanya kamu bersikap setenang itu El. Kamu bahkan telah membohongi ibumu dan keluarga calon suami mu kau pun mengancam ku untuk memerankan dirimu dengan baik.
Eliza mengendarai mobilnya tanpa rasa curiga ia sudah melewati Mobil milik Mahen, namun ia tak melihatnya karena fokus menyetir.
//
“Saya Mahen calon suami kamu.” Zein mengulurkan tangan meminta jabatan tangan Anulika.
Pantas saja kamu tidak ingin menikah dengan calon suami mu El, karena dia bukanlah tife mu.
“Saya Eliza.” Anulika menerima jabatan itu.
Mahen, ternyata calon Istri mu cantik. Penampilannya sederhana meskipun dia tinggal di Rumah Mewah.
“Baik Nona Eliza. Karena Nona sudah melihat calon suami Nona, keputusan ada pada Nona. Kami menunggu jawaban Nona.” kata Sopir itu.
Anulika sempat terdiam dan Zein berharap ia menolak pernikahan ini, agar Rencana Mahen berjalan dengan baik.
“Saya menerimanya.”
Apa!
Dua lelaki itu terkejut mendapat jawaban wanita itu, tidak tau apa yang terjadi Mahen pasti marah besar.
“kamu yakin?” Zein.
“Ya saya yakin.”
Mereka pun bejalan menuju Mobil. Di kejauhan sana Mahen dan Helle yang sedari tadi mengawasi mereka secara tidak langsung keheranan. Terutama Mahen yang mulai menujukan wajah kesalnya.
“Cih Sial.” decihnya seraya memukul stir Mobil, Lalu ia menyalakan Mobil dan segera melajukannya.
Di perjalanan Mahen dan Helle tak saling bicara. Tapi disana Helle melihat mahen yang mulai resah dan marah. Helle tak peduli lagi. Toh ia menjalin kasih lama dengan Mahen, ya…percuma kalau dia sudah di jodohkan untuk apa di pertahankan.
Sebelumnya Helle memang sangat mencintai Mahen melihat pria ini yang begitu tampan seharusnya tidak boleh dilepaskan begitu saja. Tapi Bagi Helle tidak berarti fisiknya nya yang Wah….jika Mahen lelaki yang kaku. Ya tetap dinilai tidak berguna bagi seorang Helle. Kecuali kekayaan nya.
Apalagi yang aku harapkan dari dia. Dia sudah dijodohkan akupun sudah kehilangan harapan untuk mendapatkan nya dan aku tidak bisa mendapat kekayaan nya.
“Berhenti Mahen.” ucap Helle.
Mahen dengan segera meng-rem Mobilnya. Mengundang tanda tanya dari kepalanya?
“Ada apa Hel?”
“Sebaiknya kita akhiri hubungan ini Mahen.”
“Kenapa?!”
“Aku tidak punya harapan lagi! Wanita itu menerima pernikahannya, itu berarti kamu memang harus menikah dengannya.”
“Dengarkan aku Hel, aku akan berusaha membatalkan pernikahan ini.”
Helle tidak ingin mendengar penjelasanya lagi. Ia memilih untuk keluar dari Mobil, meskipun Mahen menghalanginya ia tetap berhasil keluar. Dan saat ia keluar dari Mobil itu, taxi kebetulan lewat dan Helle menghentikan nya lalu masuk.
Saat keluar dari Mobil Helle sudah melaju dengan taxi, keputusan Helle membuat Mahen Hancur. Mahen berteriak melampiaskan kekesalannya.
Semuanya hancur, telah hancur karena wanita itu Aku telah kehilangan Helle, aku sudah menghancurkan harapan Helle. Ini semua karena wanita itu! Tidak….tidak akan kubiarkan. Wanita itu harus menanggung akibatnya aku akan membuatnya menderita. Ya…….dia harus menanggung semua yang di rasakan Helle.
Aaaaaaa…….sekali lagi Mahen berteriak membuatnya lunglai dan terduduk di aspal.
Betapa cinta yang telah lama aku harapkan dan ku impikan bersama Helle hancur semuanya karena hadirnya Wanita itu.
...BERSAMBUNG...