Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 6



...SYARAT...


“Syarat? ” Senyuman Anulika hilang. Ternyata ada syaratnya.


“Calon suamiku sudah datang dan sebagai syaratnya kau harus menikahi calon suamiku dengan berpura - pura sebagai aku atau Eliza.”


“Tidak El, aku tidak ingin melakukannya. Bagaimana dengan ibumu. Tidak…tidak aku tidak ingin membohongi Keluarga calon suami mu. Aku tidak ingin membohongi ibumu.”


Memikirkannya saja seakan melakukan dosa besar. Menggantikan posisi dengan berpura - pura sebagai Eliza ? Tidak mungkin!


“Kau harus ingat An, ibumu sedang dirawat di Rumah sakit. Bukankah dia harus dioperasi sekarang.”


“Sejak kapan kamu peduli pada ibuku El! Bukankah kamu mendoakan ibuku untuk cepat mati.” Kata Anulika, ia sudah menitikan air matanya karena sakit hati. Eliza benar - benar berbuat seenaknya saja pada Anulika.


Aku bekerja sebagai pembantu di Rumah mu dan aku mendapatkan tempat tinggal di Rumah mu, tapi kamu perlu tau aku juga mendapatkan setiap hari hinaan dari kamu El. Aku bisa memaafkan mu mengingat kamu adalah temanku dan jasa mu telah memberi tempat tinggal untuku dan ibuku. Tapi aku bukanlah alat mu sehingga apapun masalahmu kamu dengan seenaknya menodongku untuk mengatasi masalahmu dan aku yang harus menanggungnya.


Anulika menuangkan semua ucapan yang lama ingin ia katakan, entah di dengar atau tidak, Eliza mengebawahkan bibirnya menujukan jika ia sedang mengejek Anulika, membuang muka bahkan menujukan wajah malasnya.


“Terserah kamu deh An…..apapun katamu aku tidak peduli! Yang jelas aku sudah baik padamu dengan memberimu uang percuma yang nominalnya tidak mampu untuk kamu cari. Kamu meminjam pun pada siapa? Kamu tidak akan bisa menggantikan nya. Kamu tidak punya tempat tinggal, bahkan kamu baru saja di pecat.”


Cring…cring….


Dering ponsel berbunyi dari Bi Mun.


“Neng, apa Neng sudah dapat uang untuk operasi. Ibumu harus segera di operasi Neng kedaannya sudah darurat.”


Anulika tak bisa membendung air matanya yang semakin menjadi, keluar membasahi pipinya.


“I..ya bi aku akan mengusahakan uangnya. Bibi tenang saja yang penting ibu di operasi sekarang.”


“Secepatnya ya Neng, ibu kamu keadaannya sudah kritis.” tut….tut….sambungan seluler terputus.


Tadi Suara Bi Mun terdengar khawatir. Apa yang terjadi pada ibu ?


“Baiklah jika kamu menolak, aku akan mencari wanita lain untuk berpura - pura menjadi diriku”


“Tunggu El.”


Sudah ku duga. Pikir Eliza, senyumnya muncul dengan sempurna. Eliza segera membalikan bandannya.


“Aku akan berpura - pura jadi kamu. Tapi bagaimana dengan ibumu?”


“Tenanglah masalah ibuku aku bisa mengatasinya. Ibuku tidak akan tau lagipun, saat pernikahan nanti ibuku tidak akan datang. Mengenai keluarga Calon suamiku, dia tidak tau wajah ku dan ibuku bahkan tidak tau wajah calon suamiku jadi keluarga calon suamiku akan mengira kaulah Eliza.”


Bi Midah memebelai Rambut Anulika, Anulika melihatnya dengan tatapan yang sudah tak ada harapan lagi.


“Apapun yang terjadi itu semua demi kebaikan ibumu An.” Anulika menganggukan kepala atas jawabannya.


Apapun itu, semoga ini yang terbaik Nak An.


//


Dua lelaki itu sudah menuggu lama, namun wanita yang di maksud belum keluar juga.


- - -


“Kalian ingin bertemu Elizakan?” Anulika muncul dari balik punggung Eliza.


“Nah ini dia Eliza.” Eliza memperkenalkan Anulika dengan Namanya.


Sebelumnya ia sudah menghapus Air matanya ahar tak menimbulkan kecurigaan.


“Apa anda Nona Eliza? ” tanya Zein.


Anulika mengingat semua ucapan Eliza sebelum mereka Keluar Eliza sempat mengatakan.


Ingat! Kamu harus menjalankan rencana ini dengan baik, Jangan gugup, jangan mengundang kecurigaan atau, kamu sendiri yang akan mendapatkan tulahnya karena kamu yang berpura - pura menjadi diriku.


...BERSAMBUNG...