
...CERMIN PECAH...
“Sebaiknya kita akhiri hubungan ini Mahen.” Mahen mengingat ucapan Helle waktu.
“Helle.” ia memanggil namanya dan menjauh dari Anulika, mahen beranjak dari kasur melihat dua tangan nya yang baru saja menyentuh wanita yang ia benci.
“Aku sudah menyentuhmu.” kata Mahen pada Anulika, Anulika mendengarnya dan melihatnya dengan penuh kecewa ia memutar badan dan menutup tubuhnya dengan selimut lalu menangis disana.
“Tidak…….tidak….apa yang telah aku lakukan.” tangan Mahen gemetar, dengan spotan Mahen langsung menonjok cermin pada lemari.
Cermin itu berjatuhan menjadi beling, Anulika mendengar suaranya dengan jelas ia ketakutan. Mahen, ia membuat tangan nya teluka dan berlumuran darah. Setelah itu Mahen memutuskan untuk pergi membuka pintu dan membantingnya. Hari ini Anulika menguras tenagga nya dengan perasaan takut yang hampir saja membuat jantung nya copot ia bahkan terus menangis.
//
Dering ponsel berbunyi sambungan telepon dari nomor tak dikenal.
“Nomor siapa ya?” Eliza.
“Hallo.”
“El.”
“Ibu!”
“Iya El, ini nomor ibu yang baru. Ponsel ibu hilang untung saja ibu hafal nomor kamu. Selamat menikah anak ibu yang cantik.”
“Iya bu makasih.” jawab Eliza malas.
“Ibu minta maaf karena tidak hadir di pernikahan mu, oh ya El coba beralih ke video ibu mau lihat kamu, ibu juga mau lihat Mahen.”
Ck…..sial! Kenapa aku tidak menyusun renacana sebelumnya.
“El.”
“Baiklah anaku sayang. Oh ya nanti kamu kirim nomor keluarga pak Reynal sama Mahen soalnya cuma nomor kamu yang ibu hafal.”
Jadi ibu gak tau nomor mereka. Baguslah ibu tidak Akan tau kalau lelaki itu menikah dengan Anulika.
“Iya bu.”
Tut……tut…tut…sambungan ditutup eliza. Setelah itu dia kembali kedalam kamar Hotel, melihat temannya yang asyik ngobrol Eliza langsung menghampiri mereka dan tertawa hahahha……
Aku senang, akhirnya aku tidak menikah dengan lelaki culun itu. Anulika rela menempatkan posisi ku hanya karena uang dan aku tetap untung, karena perusahaan Ayah tetap akan di alihkan dan di pegang olehku.
Siang berganti Malam, setelah kejadian yang baru saja terjadi membuat Anulika dan Mahen tidur di kamar yang berbeda.
Anulika membukakan matanya perlahan, ia melihat atap Rumah yang tidak di kenal. Benar inilah Rumah sekarang setelah menjadi istri Mahen.
Anulika berjalan pergi menuju Kamar mandi, ia menahan gaun itu dan menatap dirinya sendiri. Gaun yang membuatnya seperti putri menjadi Rusak karena Mahen merobeknya dan hampir saja Mahen melakukan itu Anulika tidak ingin mengingatnya kembali tapi saat ia melihat luka dan tanda merah di leharnya ia bahkan tidak melupakan nya Anulika meneteskan lagi Air mata.
Aku istrimu, setiap inci tubuhku sekarang milik mu tapi bagaiamana aku menjelaskan nya kalau aku hanya berpura - pura saja bahkan aku berjanji oada diriku sendiri agar tidak mencintai Mahen.
- - - -
Setelah Anulika Mandi, ia mengganti bajunya di lemari sudah di siapkan bajunya beserta baju Mahen. Kamar ini luas, kamar ini mungkin kamar ku bersama, Mahen.
Anulika melihat pecahan kaca yang bertaburan ia teringat Mahen dengan tangannya, tangannya pasti terluka dilihat dari kaca itu terdapat bercak darah.
Aku harus mengobatinya. Walau bagaimana pun aku adalah istrinya aku berjanji untuk menjadi istri yang baik.
...BERSAMBUNG...