Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 5



...MAHEN DATANG...


“Kamu yakin El, apa ibumu tidak akan marah jika kamu pergi ke korea sementara hari ini calon suami mu akan datang.”


Anulika mengingatkan kembali temannya itu yang selalu mengambil keputusan tanpa memikirkan akibat kedepannya.


Eliza menoleh sinis pada Anulika saat ia memainkan Handphone ia tidak ingin digangggu siapapun.


“Kenapa kau mengaturku, selesaikan saja tugas mu itu. Ibuku tidak akan tau dia jauh di london. Terkecuali jika kau mengadu padanya dia baru akan tau.”


Anulika tak berkutik lagi, jika Eliza sudah berkata seperti itu diam adalah hal yang tepat baginya. Anulika kembali melakukan pekerjaannya dengan memasukan baju Eliza satu - persatu kedalam koper.


//


Mahen, Helle, Zein dan sopir pribadinya (Pak Daud) sudah berada di mobil untuk menjungi Rumah Eliza.


Meskipun sebelumnya Zein tidak ingin berbohong dengan berpura - pura sebagai Mahen, tapi ia tetap mengiyakan renacana Mahen atas dasar ketakutannya. Toh lagipun Mahen bilang tidak akan melibatkan dirinya jika rencana ini ketahuan.


Mahen dan Helle sengaja menggunakan mobil berbeda dengan Zein. Mahen akan membuntuti Mobil Zein dan sopir pribadinya sampai rencana yang ia jalankan berjalan sesuai dengan keinginan nya.


Setelah menempuh jalan sekitar 2 jam, akhirnya Alamat yang dituju sudah terlihat, yaitu Rumah Eliza. Kedua Mobil Hitam memasuki pekarangan Rumah, Mobil yang dijalankan sopir pribadi Mahen sengaja melaju di depan karena ada Zein disana.


//


Eliza menyeret koper yang ia bawa sambil berjalan menuju pintu keluar. Anulika dan Bi Midah sudah tak bisa menghalangi niat Eliza lagi. Mereka hanya mengamati wanita yang hendak keluar menyeret kopernya.


Tok…tok..tok..


Suara ketukan pintu saat baru saja Eliza berdiri dan ingin membukakan pintu. Eliza membukakan pintu tersebut dan nampak dua lelaki, satu lelaki memakai seragam pelayan dan satu lagi lelaki culun yang menggunakan baju overall.


Eliza melihati mereka dengan heran, terutama pada lelaki culun itu, ia melihatnya dengan pandangan tak suka.


“Siapa kalian?”


“Selamat pagi Nona, saya sopir pribadi tuan Mahen, dan ini Tuan Mahen. Kami kesini sesuai dengan janji untuk menjemput Nona Eliza. Apa anda Eliza ?”


Eliza menoleh pada lelaki culun itu lagi, semakin tidak suka saja. Ternyata dia calon suaminya. Keputusan untuknya berlibur ke korea memang hal yang tepat.


Seorang Eliza harus menikahi lelaki culun seperti dia. Cih…….aku tidak mau! Bahkan untuk melihatnya saja sudah membuatku muak.


Notifikasi ponsel berbunyi. Eliza memeriksa pesan dari ibunya.


Mahen sudah datang kerumah mu kan? Ibu harap kamu menerima pernikahan ini jika kamu menerimanya secepatnya perusahaan ayah kamu ibu jatuh alihkan pada mu. Dan ibu mohon maaf saat hari H kamu menikah dengan Mahen ibu tidak bisa datang Nak, tapi ibu janji secepatnya ibu akan kembali.


Sial!


“Permisi Nona, apa Nona Eliza ?” tanya Zein membuyarkan pikiran Eliza pada Handphone nya.


“Saya bukan Eliza.” jawabnya sambil menggelengkan kepala.


“Lalu dimana Eliza ?”


“Sebentar.”


Eliza segera masuk kedalam Rumahnya disana ia terus mengetuk kelapanya dengan tangan.


“ Amit….amit kalau Gue nikah sama cowok begituan.”


Anulika dan Bi Midah masih ditempat itu, saat mereka melihat Anulika kembali sambil menyeret kopernya, mereka mengira Eliza telah mengubah pikirannya.


“Bukannya kamu membutuhkan uang lima puluh juta untuk operasi ibumu kan?” tanya Eliza setelah mendekati dua wanita itu.


Anulika mengerutkan alis keheranan.


“Iya El.”


“Aku akan memberinya dan itu gratis, Kamu tidak usah menggantinya.”


Mendengarnya saja membuat Anulika senang, ia menoleh pada Bi Mun sambil menujukan senyuman tanda bahagia.


“Makasih El.”


“Tapi dengan satu syarat.”


...BERSAMBUNG...