Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 16



...MEMBUANG MAKANAN...


Pagi hari, Anulika sudah ada di dapur memasak dan menyiapkan sarapan pagi. Kebiasaannya di Rumah Eliza seakan menjadi Rutinitasnya. Bedanya sekarang ia melakukan hal itu bukan sebagai pembantu lagi tapi sebagai istri, Anulika berjanji untuk menjadi istri yang baik, lagipun yang Anulika tau Mahen belum makan dari kemarin ia pasti lapar.


“Aku harap Mahen memakan masakan ku.” Anulika memandangi beberapa menu sarapan pagi yang telah ia buat dan di simpan di meja makan. Ada Nasi goreng, Omlet, dan Ayam. Anulika menatanya dengan Rapih di meja sana.


Aroma masakan Anulika bahkan tercium ke dalam kamar Mahen, Mahen mencium Aromanya saat ia sedang mengeringkan Rambut basahnya dengan Handuk.


Siapa yang masak? Bi Mun, bukannya dia mengatakan padaku kalau dia akan datang siang.


Ada apa dengan tanganku, kenapa tidak sakit lagi. Mahen baru menyadari tangan nya tidak terasa sakit lagi. Ia langsung melihat pintu dan menghampirinya lalu membukanya dan tidak terkunci. Padahal semalam ia menguncinya.


Dia jadi kebingungan. Saat ia melihat jendela kamarnya terbuka, Mahen langsung melihatnya, ia melihat tangga Cih ini pasti dia.


Mahen sudah menebak orangnya, ia langsung pergi dengan langkah cepat menuju dapur, menuruni Anak tangga dan melihat Anulika.


Anulika tersenyum padanya saat Mahen sudah berada di hadapannya.


“Aku istrimu, aku ingin melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri.” Kata Anulika.


Mahen menghampiri meja makan, melihat hidangan yang telah di buat Anulika. Ia mengambil satu piting yang berisi Omlet, prakk……..dia membantingnya hingga pring itu pecah dan omletnya jatuh berhamburan ke mana-mana. Mahen juga mengambil satu persatu makanan yang dibuat Anulika dengan sama ia melemparnya hingga semua makanan yang Anulika buat dibuang begitu saja oleh Mahen.


Anulika terkejut, setiap mendengar piring yang jatuh kelantai menjadi pecah dan berisik. Ia hanya terpejam dan menangis.


“Kau.” Mahen menarik Rambut Anulika mendekat pada wajahnya.


“Aku tidak mengobati tangan mu.”


“Bohong!!! Kau ke kamarku menunggakan tangga, lalu kau pergi lewat pintu yang sudah aku kunci. Tidak ada orang lain selain aku dan kau dirumah ini.”


Mahen menatap Anulika tajam, ia melihat dengan sejuta kebencian. Anulika mendorong tubuh itu.


Apa masalahmu, seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku telah menyembuhkan tangan mu. Aku melakukannya karena sekarang aku istrimu, aku memasak untuk mu tapi kau membuangnya begitu saja. Jika kau tidak menyukai makanan yang dimasak olehku bilang saja jangan melemparnya. Aku tau kau tidak menyukai pernikahan ini, aku sudah minta maaf padamu.


“Minta maaf saja.” Mahen menarik tangan Anulika mendekat padanya “Apa dengan minta kau bisa mengembalikan Helleku.”


Mahen menepis tangan Anulika, ia pergi kembali menaiki tangga. Dan saat itu Anulika menjatuhkan badan kelantai, ia melihat makanan dan beling yang sudah berantakan dimana - mana.


Susah payah aku membuatnya hiks…hiks….hik.


Apakah setiap harinya Mahen akan terus emosi dan Anulika akan terus menangis. Mahen benar - benar Egois ia membuang semua Makanan Anulika padahal dirinya sendiri sedang kelaparan.


Saat dikamar saja ia terus memegang perutnya. Lebih baik aku pesan makanan di online saja. Mahen mengambil Handpone nya di laci, saat membukanya ia melihat ada piring dengan Nasi goreng, omlet dan ayam goreng persis menu yang dibuat Anulika saat di dapur.


Anulika sudah mengira Mahen pasti tidak akan memakan, masakan nya maka dari itu saat Mahen didalam kamar mandi Anulika mengalaskan Makanan kedalam piring menyimpan nya dilaci dimana saat itu ada Handpone Mahen.


Kamu pasti mencari Handpone mu, maka aku akan meletakannya disini. Anulika meletakan makananya dan ia melatakan minuman yang telah ia isikan ke botol.


...BERSAMBUNG ...