Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 10



...PERNIKAHAN...


Anulika berjalan menghampiri Gaun itu. Ia menatapnya. Ia merasakan sedih dan takut, semuanya tercampur aduk dan menyelubungi pikiran Anulika.


Aku tidak boleh membenarkan kesalahan ini hanya karena demi ibuku aku menjadi egois dan membohongi kalian. Aku janji saat pernikahan nanti aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk suamiku namun aku juga berjanji untuk tidak menyimpan rasa padanya. Karena aku tau, aku hanya sedang berperan, Mahen hanyalah milik Eliza.


//


Akhirnya Gaun pernikahan tidak dikenakan pada patung lagi namun pada wanita asli yang akan menikah saat ini.


Anulika menatap dirinya dari cermin rias, ia tampak berbeda dengan riasan itu, seperti yang ia bilang siapapun akan terlihat seperti putri saat memakai gaun itu.


Anulika terlihat seperti putri namun apakah pantas? Aku mengenakan nya dengan cara kebohongan seperti ini.


Akhirnya Ia terbawa lamunan. Ingin menitikan air mata tapi ia harus terlihat tegar. Perkataan Eliza seakan menjadi Ancaman untuk dia agar memerankan Eliza dengan baik walau ia harus dilandakan ketakutan setiap ia harus berbohong menjadi Eliza.


Perasaan apa ini?! Apakah aku sedang melindungi diriku sendiri? Eliza pernah bilang jika aku membongkar dan mengatakan sebenarnya kalau Aku bukanlah Eliza maka aku yang akan mendapat tulahnya. Aku tau betul siapa Eliza, dia akan memutar balikan fakta aku takut.


Tok tok tok.


“Permisi Nona, Nona sudah bersiap? Kita harus segera ke bawah.” ujar pelayan sana, membuat lamun Anulika buyar. Ia langsung menoleh pada pelayan. Berusaha menghela napas lega. Anulika menganggukan kepalanya.


//


Mahen melihat dirinya di cermin. Telah lama ia mengimpikan untuk menikah dengan Helle tapi malah menikah dengan Wanita lain yang ia tidak tau bagaimana hidupnya, ia tak mengenal nya dan ia tidak mencintai nya.


Semua dilakukan karena terpaksa. Toh lagipun Helle sudah memutuskan hubungan mereka walaupun begitu Mahen akan tetap mendapatkan Helle meskipun ia akan menikah dengan wanita bernama Eliza.


Mahen membetulkan dasi di kerahnya, membetulkan lengan, membetulkan jaz setelah ia berwudhu.


Acara pernikahan akan segera di mulai. Di Gedung The Wedding Hall pernikahan itu berlangsung.


Mahen sudah berada di bawah. Setiap hari ia selalu menjadi tontonan para wanita, berkat hari ini dengan tampilan yang berbeda para wanita undangan melihatnya dengan kagum dan jatuh hati.


Di sana pun mempelai pengantin sudah muncul hendak menuruni tangga. Anulika berjalan di papah para pagar Ayu. Ia menjadi pusat perhatian saat ia terlihat jelas sedang menuruni tangga. Semua melihatnya, para lelaki undangan terbinar melihat dia namun tak sedikit wanita yang memandang dengan tatapan tak suka.


Mereka cemburu tak bisa mendapatkan Mahen yang tampan itu. Tapi Anulika mengira lelaki yang datang saat itu (Zein), adalah calon suaminya.


Anulika meremas gaun dengan kencang, perasaan nya sangat berpacu hebat saat ia sudah menuruni tangga. Ia berjalan perlahan melewati para tamu undangan. Wanita itu hanya menundukan kepala tak berani melihat orang banyak di sekitarnya.


Bu Riana memburu langkah mendekati Anulika, ia tersenyum melihat Anulika begitu pun dirinya. Bu Riana memapah Anulika berjalan menuju calon suaminya.


“Mahen.” panggil Bu Riana. Saat Anulika mendengar sebutan Nama Mahen, a langsung mengangkat kepalanya, mendapatkan pria di hadapan nya yang mengenakan styelan jaz hitam putih layaknya mempelai pengantin pria.


Mata Anulika bertemu dengan Mata Mahen keduanya saling menatap. Tapi wanita ini dengan segera membuyarkan pandangan nya, matanya berkeliling mencari sosok pria yang pernah datang saat itu (Zein).


Anulika melihat Zein, sedang berbincang bersama temannya, ia mengenekan baju biasa overall yang selalu ia kenakan.


Anulika bingung, lantas siapa calon suaminya? Ia kembali melihat pria yang ada di hadapannya dengan tanda tanya ia tunjukan lewat ekspresi.


“Mahen calon suami kamu. Jangan bilang kamu lupa sama dia, diakan yang waktu itu jemput kamu.”


Waktu itu aku melihat dua Mobil. Saat aku menjawab aku menyetujui pernikahan ini mereka berdua seperti ketakutan. Ada apa sebenarnya? Jika dia Mahen asli dia begitu tampan aku harus membatalkan pernikahan ini.


...BERSAMBUNG...