Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 9



...GAUN YANG DI PILIH...


“Nona sekarang ini kamar Nona.” kata pelayan yang sudah membukakan pintu kamar itu.


Anulika berjalan dan Masuk kedalam. Yang pertama ia lihat atap dinding kamar itu, lalu ia melihat kebawah, melihat sekitaran Kamar itu yang mewah dan megah. Matanya terbinar.


Kamarnya begitu luas ini cukup untuk Ruang tamu.


Pelayan tadi menepuk tangan, Anulika langsung menoleh padanya ia keheranan tapi saat pelayan lain datang ia mengerti maksudnya Anulika pun tersenyum.


Dua pelayan masuk membawa dan meletakan gaun pernikahan yang masih dekenakan pada patung.


“Nona jika Nona membutuhkan sesuatu Nona bisa menekan tombol 01 di telepon Ruamah yang sudah ada di kamar, kami dengan cepat akan membantu Nona.”


“Terima kasih.” pelayan itu tersenyum.


“Nona kami harus kebawah mengerjakan tugas kami. Tapi jika Nona membutuhkan bantuan kami akan mendahulukan bantuan Nona.


“Tidak, aku tidak membutuhkan apapun. Terima kasih sebelumnya.”


“Baiklah Nona kalau begitu izinkan kami untuk pergi.” Anulika mengangguk. Dengan serempak pelayan itu menunduk hormat dan pergi.


“Tunggu!” langkah tiga pelayan itu terhenti saat Anulika menghentikan nya. Mereka memejamkan mata ketakutan.


Apa salah satu di antara kami ada yang berbuat kesalahan. Bisik satu pelayan.


Anulika sudah berada di hadapan mereka. Mereka hanya menunduk, tapi Anulika tiba - tiba mengulurkan tangan nya. Mereka keheranan dengan terpaksa mereka memberanikan diri untuk menampakan wajahnya.


“Nama ku Eliza, kalian siapa?”


Huh? Itu yang mereka pikirkan, mereka keheranan dan saling melihat satu sama lain.


Pelayan tadi memberanikan diri menerima uluran tangan itu meski agak gugup, ia memperkenalkan namanya.


“Nama saya Putri Non.” Anulika tersrnyum.


“Kalian berdua siapa?” Saya Tuti, saya Weni mereka memperkenalkan diri, menerima uluran tangan Anulika.


“Bisakah kita berteman?”


Huh?


“Tapi Kami hanya pelayan Nona.” putri.


“Kenapa jika pelayan, kita sama saja. Lagipun aku tidak punya kalian mau berteman dengan ku kan?”


“Baik Nona kami bersedia menjadi teman nona.”


“Terima kasih.”


“Sama - sama Nona. Kalau begitu kami izin kebawah dulu Nona.”


- - - -


“Iya, Nona bahkan ingin berteman dengan kami walau posisi kami hanyalah pelayan.”


“Tuan Mahen beruntung mendapatkan nya. Selain Nona Eliza cantik dia juga baik.”


Tiga pelayan itu mengunjingi Kebaikan Anulika tanpa mereka sadar kedua orang tua Mahen mendengarnya, mereka senang dan semakin yakin wanita yang mereka kenal Eliza itu memang pantas dan cocok untuk Anaknya.


//


“Alhamdulilah akhirnya operasi ibu lancar.” Anulika senang mendengar kabar baik tentang ibunya dari Bi Mun, lewat telepon.


“Iya Neng, tapi ibu Neng belum bisa pulang masih dalam penangan Dokter katanya.”


“Iya bi gak apa - apa yang penting operasi ibu lancar. Makasih ya Bi Mun, karena bibi sudah menjaga ibuku.”


“Iya Neng gak apa - apa atuh. Oh ya Neng bibi tutup dulu teponya, bibi harus liat ibumu.”


“Iya bi, jangan lupa kasih tau Anulika kalau ibu sudah siuman.”


“Siap Neng.”


Tut…tut…tut...sambungan telepon terputus.


Anulika sangat senang, senyuman nya terbit setelah sekian lama.


- - - - -


“Ayo sayang, jadi kamu mau gaun pengantin yang mana.”


“Yang sederhana saja bu.”


“Baiklah itu terserah kamu ibu menurut saja, yang penting kamu yang pilih.”


Dua mata Anulika berkeliling meneliti setiap Gaun yang indah dan ia harus memilih satu di antaranya. Tap…matanya terhenti pada sebuah Gaun putih yang ia inginkan sederhana namun Elegan.


“Aku memilih gaun yang ini saja bu.” kata Anulika sambil menujukannya.


“Kamu yakin Nak tapi ini bordiran nya sedikit, kamu bisa memilih yang paling megah jangan khwatirkan harganya.”


“Tidak bu, Eliza memilih yang ini saja. Meskipun gaun ini sederhana gaunnya nampak elegan siapapun yang memakainya akan terlihat seperti putri.”


“Baiklah ibu turuti saja permintaan mu.” Anulika melayangkan senyuman manis pada Bu Riana.


Ia mengingat kejadian itu saat di butik, Anulika jadi teringat gaun itu. Bahkan gaunnya sudah berdiri di hadapanya. Menjadi miliknya dan akan di kenakan olehnya.


...BERSAMBUNG...