Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 3



...LIBURAN DAN TIKET...


Siang berganti Malam.


Suasana tidak mengubah apapun, Anulika masih dalam kebingungan. Telah banyak air mata yang ia keluarkan, mengingat - ingat ucapan Eliza.


Seharusnya aku tidak meminjam uang pada Eliza, dia pasti tidak akan memberinya. Dia bahkan telah menghina ibuku. Lantas kenapa aku sebodoh ini.


Anulika melihat uang dari kasur tempat tidurnya, ia telah mengeluarkan uang itu dari Amplop coklat, gajih terakhirnya. Dia juga sudah menghitungnya.


Uangnya tidak cukup untuk operasi ibu.


//


Atas kemenangan dan kesenangan nya, karena telah membuat Anulika menangis. Eliza pergi mengunjungi cafe bersama dua temannya. Kabarnya ia akan berlibur bersama temannya ke Korea.


“El….Bukannya calon suami Loe mau datang besok.”


Wanita itu tidak ingat kalau besok Calon suaminya akan datang menjemputnya.


“Oh…..iya Gue gak inget. Tapi gimana donk, gue udah booking tiket masa iya gak jadi.”


“Ya itu terserah Loe. Bukannya perusahaan Almarhum Bokap Loe jadi Loe yang pegang kalau Loe terima perjodohannya.”


“Iya bener juga. Kalau gue jadi Loe ya…gak bakalan Gue lepasin kesempatan kayak gitu, gue bakalan terima perjodohan nya.”


“Gue maunya kayak gitu tapi gue bingung. Kalau gue terima perjodohan nya terus gue nikah, otomatis gue jadi istri seutuhnya donk. Yak kali kalau cowoknya ganteng kalau gak ya..ogahlah.”


“Emang begitu resikonya. Tapi loe mending pikir - pikir dulu deh mana yang baiknya buat loe. Tapi loe juga gak boleh cancel tiket nya sayang udah loe bayar kalau loe gak jadi ikut biar gue sama oliv yang kesana.”


“Eum….bener tuh, loe kan udah janji mau teraktir kita berdua beli tiket ke korea.”


- - -


Eliza mendadak diam saja dari dua temannya yang asyik ngobrol. Sekarang dia jadi kebingungan.


Gue gak bisa liat kalian liburan berduaan aja. Enak aja, gue traktir kalian beli tiket ke korea terus gue harus ikut calon suami gue mana gue gak tau wajah nya kayak gimana lagi. Eliza mengamati percakapan dua sahabatnya, sedikit kesal karena ia berpikir temannya itu hanya memanfaatkan nya saja.


Tak ada temannya yang benar - benar menganggap teman pada Eliza, semuanya hanya memanfaatkan dia karena dia kaya. Ada temanya yang baik padanya tapi Eliza membencinya. Dia benci Anulika meski selalu ada untuknya.


//


Mahen menhentikan Mobilnya di sebuah Rumah minimalis milik Helle.


“Tidak kah kau mennciumku sekali saja.”pinta Helle.


“Hmmm…mau di cium dimana?”


“Dari sini.” Helle menodongkan bibirnya dengan jari.


“Hmmmm…aku tidak bisa melakukannya sayang.”


Ck….Helle berdecak. wajah cemberutnya Mulai Muncul.


“Boleh di cium tapi jangan disni.” Mahen mengetuk lembut bibir Helle dengan jarinya saat Helle cemberut.


“Baiklah, disini saja.” Helle menunjukan pipinya Namun Mahen menggelengkan kepala jika di terjemahkan “Tidak, bukan disana.”


“Disini?” Helle menunjukan dahinya Namun jawaban lelaki itu masih tetap sama, menggelengkan kepala.


“Lalu dimana?!” Helle menggoyangkan badan karena kesal. Serba salah Mahen ini.


Cup….ciuman di tangan Helle saat Mahen berusaha meraih tangan itu.


Helle tersenyum ia tersipu malu dan langsung berlari menuju Rumahnya, membukakan pintu dan segera menutupnya.


“Cih……….sialan dia begitu membosankan.”


Ternyata dia sedang memalsukan senyuman nya lagi. Helle melepaskan high heel, melepaskan stocking dan melemparnya kesembarang arah. Ia berjalan menghampiri sofa dan menjatuhkan badannya.


Hari yang memelahkan. Dia hanya ingin mencium Mahen, begitu susah sekali. Cih dia lelaki yang tak gampang di rayu. Pikir Helle.


“Untuk apa aku memiliki kekasih yang sempurna, jika di ajak ciuman saja tidak mau.”


Cring…


Notifikasi pesan berbunyi dari ponsel Helle.


Dari Jack “check in satu kamar untuk satu malam dan bersenang - senang bagaimana, mau ? ” Helle pun tersenyum dikala membaca pesan itu.


Helle tidak yang seperti Mahen pikirkan. Wanita berkarir, baik hati dan jago masak, itu semua tidak dimiliki Helle.


Sebenarnya Helle wanita malam yang selalu bermain lelaki dirinya pada lelaki demi mendapatkan uang. Tapi dia bilang pada Mahen dia bekerja di perusahaan kuliner. Oleh sebab itulah hasrat mesum Helle sangat tinggi. Untung saja Mahen lelaki yang tau batas dan menghargai perempuan. Tapi bagi Helle, Mahen itu kekasihnya yang super membosankan.


...BERSAMBUNG...