Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 13



...GUNTING...


Saat Anulika meraskan hidupnya tidak akan baik - baik saja, ia mulai menyadari jika ia bisa membuka kunci pintu itu, Anulika memutar kunci saat berhasil dan ia hendak membukakan pintu yang hampir saja terbuka Mahen datang menahan dan menutupnya kembali oleh tangan nya.


Mahen menghimpit tubuh Anulika lagi bedanya Anulika masih membelakangi Mahen, ia menggunting gaun Anulika dari belakang punggungnya, ia juga merobek tali tangan gaunnya setelahnya ia melempar gunting itu dan merobek bagian punggung itu.


Apa yang akan dia lakukan. Anulika mulai cemas. mahen merobeknya sampai pinggang, hingga gaun itu hampir melorot tapi Anulika berusaha menahan dengan tangannya nya di depan agar gaun itu tak melorot.


Punggung Anulika mulai terlihat oleh Mahen, putih susu dan Mulus, ia tidak melihat tali bra itu tandanya Anulika tidak menggunakan Bra. Mahen sengaja menyentuh punggung itu untuk membuatnya ketakutan.


Mata Anulika terbelalak, matanya sudah merah dan menangis hatinya berpacu hebat karena takut. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, jangan sampai dia melakukan nya.


Mahen berusaha membalikan tubuh Anulika, Anulika terkejut karena ia melihat tubuh Mahen sudah tidak menggunakan apapun, tubuh yang indah itu, walau indah Anulika tidak ingin melihatnya. Perasaannya bahkan sudah mulai kacaw dan cemas. Anulika melihat wajah Mahen dengan benci dengan tanya di hatinya Apa yang akan ia lakukan.


Mahen melihat wajah Anulika ketakutan air matanya selalu keluar saat Mahen menatap nya, Mahen tidak ingin menatap lama wajah itu ia melihat tangan Anulika berusaha menahan gaun itu agar tak melorot.


Mahen tersenyum sinis, lalu ia melihat rambut Anulika dengan sanggulan yang sudah berantakan, ia tidak suka melihat Rambut seperti itu, Mahen melepaskan mahkota yang ada pada rambutnya saat itu pun Rambut Anulika mulai berjatuhan. Mahen sekarang tau Rambutnya panjang dan lurus ia suka Rambut lurus dan panjang.


Mahen membelai Rambut Anulika, tangannya menyelinap masuk ke leher Anulika.


“Kenapa kau menahannya, kau tidak ingin gaun mu itu melorot. Atau nanti aku akan melihatnya.” kata Mahen.


Anulika hanya memelototi wajah itu. “Lapaskan tangan nya.” Mahen.


“Tidak.” jawab Anulika sambil menggelengkan kepala ketakutan.


Ck…Mahen berdecak, Bugh.. Lalu Mahen menonjok pintu dengan satu tangannya di hadapan Anulika,sontak tubuh Anulika terkejut ia memejamkan matanya tangan masih menahan gaun itu walau tangannya sudah merasakan pegal karena terdapat bordiran di bagian depannya.


“Aku tidak akan melepaskan.”


Batas kesabaran Mahen pupus ia pun memaksa Anulika untuk melapaskan tangan nya, tapi Anulika tetap menahannya ia akan berusaha sekuat tenaga bagaimana pun caranya.


Prakk…satu tamparan lagi di pipinya.


“Apa yang kau lakukan.” teriak Anulika.


“Apa yang aku lakukan. Seharusnya aku bertanya kepada mu apa yang kau lakukan! Kenapa kau menahan nya aku suami mu kau harus melayani ku.”


Aku tau, tapi kamu hanyalah milik Eliza, aku akan mengakhiri pernikahan ini dan memberitahukan nya pada Eliza.


Anulika mengusapAir matanya lalu ia berkata “Aku tidak mau dan tidak akan pernah.”


Mahen tersenyum sinis “Beraninya kau.” ia menghampiri Anulika kini mulai mengangkat tubuhnya, menjatuhkan nya di kasur dan menindihnya.


Anulika memohon padanya lewat mata yang Mahen lihat, ia bahkan masih manahan bajunya Mahen tersenyum puas ia hanya manakutinya saja dia pikir Mahen ingin melihay tubuhnya.


Kepala Mahen menyelinap ke leher Anulika mengisap dan mengigitnya.


“Aaaaa………sakit.” jerit Anulika.


Mahen mencium bibir Anulika lagi wajahnya jadi basah lagi karena Anulika Menangis, menangis dan menangis sedari tadi.


...BERSAMBUNG...