Perfect Wedding

Perfect Wedding
EPISODE 11



...TELAH RESMI...


“Bu Aku……” Mahen langsung ketakutan, melihat wajah nya kebingungan saat melihat dia, Mahen mengira wanita itu akan mengatakan yang sebenarnya jika Zein yang waktu itu datang mengaku sebagai Mahen.


Mahen langsung mendekat pada Anulika ia membisikan sesatu.


“Jangan bilang pada Bunda kalau lelaki culun itu yang datang.” setelah membisikan sesuatu, Mahen menarik tangan Anulika mengikuti langkahnya menuju Pak penghulu.


Wanita itu hanya terdiam memandang punggung Mahen saat ia sedang menarik tangan nya berjalan. Sampai mereka duduk dekat Pak Penghulu Anulika masih melihatnya, kini ia melihat wajah itu, Mahen melihat Anulika dengan pandangan tak suka.


- - - - -


“Qobiltu Nikahaha Watajwijaha bil Mahril Madzukur.” ucap Mahen dengan lantang.


“Bagaimana para saksi SAH.”


SAH………..terdengarlah kata itu dengan Ramai yang mengisi Ruangan dalam Gedung.


//


“Bom……..Aku sudah membuatnya menderita.” Ucap Eliza. Dua temannya terkejut karena ia mengatakan itu dengan semangat.


“Siapa yang menderita?”


“Anulika.”


“OWH….Anulika.”


“Ya, Aku menjebak nya di pernikahan yang seharusnya aku lakukan. Kalian masih ingat, dulu teman cowok kita di SMA semuanya suka sama dia. Mereka ganteng dan kaya gak sebanding dengan Anulika, dan lihatlah. Sekarang dia menikah dengan lelaki culun.”


“Senang banget, terus ntar gimana kalau ibu kamu tau rencana ini.”


“Itu gampang, aku sudah menyiapkan semuanya. Pokoknya aku akan buat Anulika yang bersalah. Permainan segera dimulai setelah mereka Resmi menjadi calon Suami Istri.”


//


Pengantin pria, Mahen mencium kening pengantin Wanita, Anulika. Anulika menangis saat bibir itu sudah mencium keningnya. Ia terpejam dan melihat ingatannya tentang tatapan Mahen yang melihat dia dengan pandangan tak suka.


- - - - -


Pernikahan selesai. Acara demi acara sudah terlaksana dengan lancar, tinggal Mobil pengantin yang sudah terpakir di halaman gedung, siap untuk mengantarkan pengantin baru.


“Ayah titip Eliza sama kamu, jangan sakitin dia.”


“Iya pah.”jawab Mahen seraya menyalami punggung tangan Ayahnya diikuti Anulika.


“Iya Mah.” jawab Mahen sama.


Setelah Anulika dan Mahen berpamitan. Di kejauhan sana Zein berlari menuju Anulika. Anulika melihat lelaki itu yang sempat datang mengaku sebagai Mahen.


“Hai aku Zein, aku sudah tau namamu Elizakan?” Anulika hanya melayangkn senyuman pada Zein.


“Kamu cantik. Aku mendengar hal baik tentang kamu, kau memperlakukan pelayan dengan baik. Kau wanita yang beruntung karena memiliki Mahen. Kau cantik Mahen pun tampan. Aku yakin Mahen akan berubah saat kau disampingnya.”


“Apa maksudmu berubah apanya?!” celetuk Mahen karena tersinggung.


“Pokoknya hidupmu akan berubah Mahen. Kau akan mencintainya sampai kau tidak ingin kehilangan nya.”


Cck… Mahen berdecak, Anulika mendengar dan melihat wajah yang sama, Wajah dengan ekspresi yang sepertinya tidak suka.


“Jangan dengarkan dia. Ayo!” Mahen meraih tangan Anulika hendak menuju Mobil.


- - - - -


Setelah memasuki Mobil, Mahen menyalakan mesin hendak melaju. Anulika melihat kedua orang tua Mahen melambai tangan padanya terutama Zein yang nampak semangat membuat Anulika tersenyum geli. Tanpa ia sadari tanganya ikut melambaikan tangan pada mereka.


Brum….


Mobil melaju dan hilanglah mereka menghapus senyuman Anulika, dan ia pun memilih untuk melihat kedepan kaca Mobil.


“M…a..hen.” rasanya Aneh memanggil dia dengan perasaan gugup seperti ini.


Mahen tak mengubris saat Anulika panggil, ia malah fokus menyetir dan melihat kedepan.


“Mahen apa kamu tidak suka dengan pernikahan ini? dan aku merasa kau tidak menyukai ku.”


Cih……aku bukan hanya tidak menyukaimu tapi aku akan menghancurkan hidupmu karena telah beraninya menerima pernikahan ini. Mahen berbicara dalam hatinya dan diam dalam bibirnya tak menjawab perkataan Anulika.


“Aku sudah tau jawabanya. Meskipun kamu tidak menjawabnya kamu sudah menjelaskan dengan tidak menjawab perkataan ku. Aku minta maaf.”


Maaf, tapi aku tidak tau.


Hanya maaf yang kau katakan. Kau seakan tidak tau apa-apa jelas kau menerima pernikahan ini.


Mahen menyetir Mobil dengan cepat, otomatis Anulika terkejut. Ia Marah, apa yang Anulika tanyakan tadi menyinggungnya. Anulika mulai bepikir dengan sejuta tanda tanya karena Mahen tak menjawab tapi ia begitu emosi.


...BERSAMBUNG...