
Kedua alis Seung Ho saling bertaut ketika melihat Shin Hyeok berada di café yang sama dengan tempatnya rapat dengan tim kreatif Travellizious. Seung Ho kembali menolehkan kepalanya ke belakang—ke arah di mana Shin Hyeok duduk, namun tak menemukan Tae Yoon bersamanya.
“Mungkin saja gadis itu sedang ke toilet. Kebetulan sekali…” gumamnya tak lagi memedulikan.
Baru saja mengembalikan posisi kepalanya, di luar dugaan, Seung Ho malah melihat Jun Hee melambaikan tangannya ke arah Seung Ho. Alhasil Seung Ho kembali menolehkan kepalanya ke belakang, hanya untuk memastikan kalau orang yang disapa Jun Hee bukanlah Shin Hyeok. Tapi apa yang ia lihat justru sebaliknya. Bahkan Shin Hyeok membalas lambaian itu dengan kedipan genit.
“Hey—” Seung Ho terpaksa harus menggugah senyum Jun Hee yang terlihat tak biasa itu. Bahkan Seung Ho sempat memergoki kedua pipinya merona.
Jun Hee terbelalak, “What?” gelagatnya menjadi salah tingkah. Gadis itu kini menyisipkan anak rambutnya di belakang telinga dan mencoba konsentrasi dengan the hijaunya.
“Kau dan Shin Hyeok—” Seung Ho merasa tak perlu ikut campur sehingga ia tidak jadi melanjutkan ucapannya. Lagipula, memangnya kenapa kalau apa yang ada di dalam pikirannya benar terjadi?
Ketidakpedulian itu tidak berlangsung lama, karena sewaktu di halte Seung Ho melihat Jun Hee dan Shin Hyeok bersama. Mereka berdua terlihat intim dengan saling menggenggam dan mendaratkan ciuman di pipi. Seung Ho terus memerhatikan gerak-gerik Shin Hyeok dan Jun Hee yang berdiri beberapa meter dari tempat duduk tunggunya. Keduanya lalu menghilang ketika bus datang dan mereka masuk secara bersamaan.
Seung Ho mengenakkan hoody mantelnya lalu berjalan cepat agar ia tidak ketinggalan bus dengan tujuan yang sama dengan Jun Hee dan Shin Hyeok.
**
Hari mulai gelap ketika bus dari terminal Sangbong tiba di terminal cheongpyeong. Shin Hyeok menggenggam erat tangan Jun Hee dan membawanya ke bus berikutnya yang akan membawa mereka ke sebuah tempat bernama ‘petite france’—mini Perancis yang berada di lereng gunung Gapyeong, pulau Gyeonggi.
Petite France adalah replika Perancis yang sengaja dibuat sedemikian rupa oleh korea untuk menarik wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara. Sebelumnya, Petite France bukanlah area wisata yang diminati seperti sekarang ini. Namun semenjak beberapa drama mengambil membuat adegan romantis, banyak penggemar drama korea berbondong-bondong ke Petite France untuk menciptakan adegan romantis yang sama seperti di dalam drama kesayangan mereka. Petite France atau mini Perancis adalah salah satu tempat romantis di Korea yang wajib dikunjungi.
15 menit telah berlalu dengan tidak terasa, Jun Hee dan Shin Hyeok segera turun dari bus dan mulai mengarungi kencan mereka malam ini di mini perancis.
“Aku belum bisa membawamu ke perancis sungguhan, jadi tidak apa-apa kan kalau kita pergi ke replikanya saja?” Shin Hyeok menarik tangan Jun Hee dan melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang gadis itu.
Jun Hee hanya menawarkan senyum simpulnya. Dari raut wajahnya, gadis itu sama sekali tak keberatan kalau Shin Hyeok hanya mengajaknya ke mini perancis.
“Kautahu? Daripada memilih berada di tempat-tempat menakjubkan, aku lebih memilih berada di sampingmu, saja. Itu lebih menyenangkan daripada aku harus ke Paris sendirian,” gadis itu menyolek hidung tinggi Shin Hyeok dibarengi dengan kedipan genit.
Shin Hyeok tertawa lebar mendengarnya, “Rupanya kausudah pintar menggodaku sekarang, ya?” Laki-laki itu mendaratkan tatapan lekat nan mesra pada gadis di sebelahnya.
“Tidak. Aku hanya berkata jujur…” Jun Hee kembali mengukir senyum terbaiknya di depan Shin Hyeok.
“Oh, ya?” Shin Hyeok sengaja menggoda gadisnya.
Jun Hee mengangguk cepat, serelahnya Jun Hee merapatkan tubuhnya pada Shin Hyeok dan mulai menjelajahi Petite France. Keduanya tenggelam dalam suasana malam di Petite France, hampir satu jam berlalu dan mereka sudah menjelajahi seluruh gedung di mini Perancis yang juga banyak dikunjungi malam hari.
“Shin Hyeok-ya, apa kau pernah menonton drama Byeoreseo on geudae ?” Jun Hee segera melepaskan tangannya dan memisahkan diri dari Shin Hyeok.
Shin Hyeok menghentikan langkahnya dan menatap Jun Hee dengan tatapan heran. “Memangnya kenapa?”
Jun Hee mengumbar senyum lebarnya, “Kautahu? Tepat di tempat ini, Kim So Hyun dan Jun Ji Hyun berciuman. Itu adalah adegan paling romantis di drama tersebut.” Jun Hee merapatkan kedua tangannya dan melambungkan pikirannya ke langit.
Gadis itu terlihat sedang melamun, sementara Shin Hyeok yang melihat tingkah gadis ‘dream queen’ itu mendekat dengan langkah perlahan.
Shin Hyeok menarik pinggang Jun Hee dan membuatnya tersadar dari lamunan sesaatnya. “Benarkah? Apa ciumannya seperti ini?” Shin Hyeok mengangkat dagu Jun Hee dan mendekatkan wajahnya.
Semakin dekat hingga Jun Hee sempat terbelalak tak percaya saat tangan kekar Shin Hyeok menyingsingkan anak-anak rambutnya. Jun Hee merasakan jantungnya berdegup dua kali lebih cepat ketika hembusan napas Shin Hyeok yang dingin menyeruak di seluruh wajahnya. Gadis itu memejamkan kedua matanya saat bibir lembut Shin Hyeok menyentuh bibirnya.
Disaksikan bintang yang memenuhi langit malam, Jun Hee dan Shin Hyeok begitu menikmati ciuman pertama mereka.
**
Jun Hee membuka kedua matanya perlahan saat Shin Hyeok menyudahi sentuhan di bibirnya. Gadis itu segera melemparkan senyum terbaiknya pada seorang ‘best kisser’ untuk ‘their unforgetable kissing’.
“Bastard…!” Seseorang memegang bahu Shin Hyeok dari belakang dan memberikannya kejutan berupa pukulan ketika ia menolehkan wajahnya ke belakang.
Jun Hee menjadi histeris ketika Shin Hyeok terjerembab di tanah dengan satu hantaman.
“Hey kau! Apa masalahmu?” Shin Hyeok segera bangkit dan melayangkan sebuah pukulan balasan pada laki-laki yang mengenakan hoody di kepalanya.
Shin Hyeok dan laki-laki misterius itu pun terlibat dalam pertengkaran tak beralasan. Shin Hyeok hanya membalas hantaman laki-laki itu, sementara laki-laki yang belum jelas identitas itu tidak tahu apa motifnya.
“Hentikan…! Mengapa kaumemukulinya? Apa salahnya?” Jun Hee mencoba melerai baku hantam antara Shin Hyeok dengan laki-laki yang masih belum dikenali itu. “Hentikan…!” Jun Hee terus menghalau dan mencoba membela Shin Hyeok.
“Aku tidak akan menghen—” satu pukulan yang meleset telah menyingkap hoody dan membuka identitas si laki-laki misterius itu. Shin Hyeok hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Seung Ho-ya…?” Jun Hee terbelalak ketika mengetahui identitas si pemukul itu. “Apa yang kaulakukan?”
Shin Hyeok menahan pukulan yang hampir mendarat dan mendorong tubuh Seung Ho dengan kasar ke tanah.
“Kau—” Shin Hyeok terbata dan tidak tahu harus bilang apa pada teman serumahnya yang datang untuk memukulinya.
“Kaumemang pantas dipukuli seperti seorang ********, Shin Hyeok-ya…” Seung Ho mengangkat tubuhnya dan mengibas-ngibaskan pakaiannya yang sempat kotor oleh tanah.
Shin Hyeok mengernyit sementara tangannya megangi wajahnya yang terasa nyeri, “Heh, apa masalahmu sebenarnya?”
“Masalahku? Kau berciuman dengannya dan kau bertanya padaku apa masalahku? Apakah kau sedang mempermainkan Tae Yoon, ya???” Seung Ho mengeraskan nada bicaranya. Dari air mukanya ia terlihat sangat tersinggung pada adegan ciuman Jun Hee dan Shin Hyeok yang berlangsung di depan matanya.
Sejak awal, Seung Ho menaruh curiga pada dua orang yang terlihat melewati batas kalau hanya sekadar berteman. Untuk membuktikan praduganya, Seung Ho terus mengikuti ke mana Jun Hee dan Shin Hyeok pergi. Selama itu pula ia berusaha menahan emosinya saat Shin Hyeok dan Jun Hee semakin terlihat intim. Dan ketika melihat mereka berciuman, Seung Ho tak bisa menahannya lagi.
“Tae Yoon?” gumam Jun Hee pelan. “Bukannya dia—”
“Memangnya kenapa? Apa kaubaru kenal temanmu ini? Mengapa kau begitu tersinggung aku mempermainkan—”
“Ya—” Seung Ho mempercepat langkahnya dan menghantam wajah Shin Hyeok sekali lagi.
“Seung Ho!” Jun Hee kembali histeris. Ia segera berlari dan membantu Shin Hyeok yang kembali terjerembab dan memilih tidak membalas.
“Kalau kauberniat mempermainkannya, harusnya kau tidak membawanya ke rumah! Dasar berengsek!” Seung Ho membuang ludah lalu menjauhi Shin Hyeok tanpa sepatah katapun lagi.
“Shin Hyeok-ya, kautidak apa-apa kan?” Jun Hee begitu khawatir melihat wajah Shin Hyeok yang dipenuhi luka lebam. “Kenapa dia begitu emosi begitu?”
“Dia tidak tahu yang sebenarnya, jadi aku membiarkannya memukul wajahku. Ini memang salahku.” Ujar Shin Hyeok pada Jun Hee.
**