
30 Desember 2013
Seung Ho merapatkan mantelnya ketika pintu kereta ITX—Intercity Train Express—terbuka lebar. Penumpang yang menunggu sejak lama langsung melangkah masuk, begitu pula yang dilakukan Seung Ho dan rekannya, Go Jun Hee. Beberapa menit setelah sebagian tempat duduk terisi, pintu tertutup dan kereta berwarna biru tua itu melaju dengan kecepatan penuh dari stasiun Cheongyanni.
Sambil memegang erat kameranya, Seung Ho mengambil tempat duduk tepat di sebelah jendela. Sementara rekan kerjanya, Jun Hee duduk di sebelahnya sembari memangku ranselnya. Laki-laki yang kini mengenakan mantel biru muda, beanni hat hitam, juga sarung tangan berwarna abu-abu tidak sabar ingin cepat sampai ke Nami Island. Bersama Jun Hee—gadis yang duduk di sebelahnya—ia tidak sabar ingin mengambil dan memulai petualangannya di salah satu pulau paling romantis dan paling banyak dikunjungi turis lokal ataupun turis internasional ketika akhir tahun.
Setelah resmi menjadi kameramen dalam sebuah program travelling, kali ini adalah kunjungan kedua setelah sebelumnya Seung Ho meliput Jeju Island sebagai episode perdana dalam ‘Travellezious’ program travelling yang di bawakannya bersama Jun Hee selaku host. Seung Ho sangat menyintai pekerjaannya sebagai orang di balik layar. Setelah 2 tahun menunggu, akhirnya ia mempunyai program sendiri di stasiun TV tempatnya bekerja. Meski harus bepergian ke luar Seoul, Seung Ho sangat menikmatinya.
Seung Ho mengulas senyum sumringah ketika mengingat bagaimana perjalanan karirnya hingga mencapai level sekarang. Travellezious adalah program TV mingguan yang mengulas tempat-tempat eksotis di Korea. Program tayang setiap hari minggu ini membuat Seung Ho merasa dunia pekerjaan begitu menyenangkan.
ITX yang telah melaju selama 45 menit dari stasiun Cheongyanni kini sudah tiba di stasiun Gapyeong. Hari sudah mulai gelap ketika Seung Ho dan Jun Hee memutuskan untuk mengistirahatkan diri sebelum besok mereka akan memulai pekerjaan mereka.
“Berkali-kali ke sini, aku selalu mendapatkan pulau ini penuh oleh pengunjung.” Ujar Seung Ho seraya menenggak habis isi botol soju-nya.
“Kautahu, Nami Island menjadi objek wisata paling favorit setelah ‘winter sonata’ menyelesaikan shootingnya di sini.” kata Jun Hee memberitahu, seolah Seung Ho tak tahu menahu soal tersebut.
Seung Ho mencebik, “Jun Hee-ya, kaupikir aku bukan orang korea? Tentu aku tahu soal itu, meskipun tak satu episode pun habis kutonton,”
Jun Hee tertawa pelan mendengarnya, belum lagi melihat ekspresi tersinggung Seung Ho yang ketika mengungkapkannya.
“Kaumemang bukan orang korea kalau belum menonton winter sonata, Seung Ho-ya.” Goda Jun Hee.
“Ssshhh…! Aku tidak ingin membuang banyak waktu dengan menonton cerita khayalan dengan adegan konyol itu.” sahutnya seraya bangkit lalu mengambil peralatan syutingnya. Mempersiapkan dan mengecek kamera kebanggaan yang beberapa minggu ini telah menjadi sahabat baiknya.
Gadis yang mengenakan mantel hijau tua itu masih meneguk soju demi membuat seluruh tubuhnya menghangat ketika Seung Ho beralih dan memfokuskan diri pada kameranya. Meskipun ia baru disatukan dalam satu pekerjaan dengan Seung Ho, namun ia tahu bahwa rekannya itu tidak begitu menaruh perhatian lebih pada drama yang banyak digandrungi para gadis.
“Ya, cepat kembali ke kamarmu dan istirahatkan dirimu. Besok, sebelum matahari benar-benar menampakkan cahayanya kita harus sudah merekamnya. Sunrise di pulau ini begitu memikat hati dan sayang sekali kalau kita melewatkannya.” Kata Seung Ho sambil memasukkan kameranya ke dalam tas dan bersiap-siap tidur.
Tanpa banyak protes Jun Hee menurut lalu bangkit dari tempat duduknya dan kembali ke kamar yang berada tepat di sebelah kamar Seung Ho.
**
“Kita tahu bahwa pulau ini menjadi semakin sangat terkenal setelah Bae Yong-Jun dan Choi Ji-Woo membuat adegan romantis di pulau ini sehingga sejak tahun 2002 tak terhitung lagi banyaknya pengunjung yang menghabiskan waktu liburnya di pulau Nami.”
Seung Ho merekam setiap ucapan Jun Hee ke dalam kameranya dan terus fokus pada gadis itu.
“Kalian bisa lihat di belakang saya? Wah, patungnya besar sekali ya…” Jun Hee mengumbar senyumnya lalu berjalan mengelilingi patung perunggu Bae Yong Jun dan Choi Ji Woo. “Ooohhh, romantis sekali…” ujar Jun Hee yang kini tengah berdiri di tengah-tengah patung.
Seung Ho menggerakkan kameranya ke arah pengunjung yang menanti, ingin mengambil beberapa foto di depan patung tersebut. Dengan gerakan jemarinya, Seung Ho memberi isyarat pada Jun Hee agar gadis itu mewawancarai pengunjung yang berada di sekitar mereka.
“Oh, baiklaaahhh…” sahut Jun Hee pelan. “Aku tahu kautidak suka melihatku berlama-lama memeluk patung, bukan?”
Untung saja acara mereka ini tidak disiarkan secara langsung sehingga ucapan Jun Hee itu tidak akan ditayangkan di TV.
“Annyeonghaseyo…” sapa Jun Hee seraya mengembangkan senyum ramahnya.
“Annyeonghaseyo…” sahut pengunjung yang mengenakan mantel kuning cerah. Wajahnya tampak memerah, entah karena menahan dingin atau malu karena ia terekam dalam kamera Seung Ho.
“Sudah berapa kali kamu ke Nami Island?” tanyanya masih dengan senyum yang sama.
Gadis yang mengenakan beanni hat hitam itu tampak mengerutkan dahi.
“Sorry, what do you say? I don’t understand Korean language well.” Ungkap pengunjung tersebut dengan wajah yang makin memerah.
Mendengar ucapan pengunjung itu Jun Hee jadi terpana. Rupanya pengunjung yang diwawancarainya bukan orang korea. Namun wajahnya kelihatan seperti orang korea.
“Omo… I’m sorry girl. Where do you come from?”
“Indonesia…” katanya tersipu malu.
“Wow! Your face like korean. Mmm… What do you think about Nami Island?”
“Nami Island is wonderful place. I am a die hard fan of korean drama and this place has interest me from the drama. It’s a dream came true cause I have been here now. I feel so lucky…”
Jun Hee merasa bangga sekali mendengar penuturan gadis itu tentang alasannya berlibur ke Nami Island.
“Alright, you are lucky girl. By the way, who’s your holiday company?” mata Jun Hee mengerlingkan pandangannya pada pengunjung lain.
“I am alone. But Anytime I should keep my family to visitting this place. Cause Nami Island is perfect and amazing!” Katanya penuh semangat.
“I hope that’s happen soon. By the way, what’s your name?”
“My name is Tania Wijaya.”
“Okay Tania, would you like say something ‘bout Travellezious? Well, please follow me, don’t forget to watching ‘Travelezious’ every sunday on GBS TV.”
Pengunjung bernama Tania itu pun mengikuti apa yang diucapkan Jun Hee ke arah kamera.
“Thank you Tania for your visit. Have a great day at Nami Island and Happy new year.” Ucap Jun Hee mengakhiri wawancaranya.
“Cut!” seru Seung Ho seraya mematikan rekamannya dan bersiap mengambil rekaman di tempat lain di Nami Island. “Kerja bagus, Jun Hee-ya…” puji Seung Ho seraya mengacungkan jempolnya ke arah Jun Hee.
Tak lama setelah Seung Ho membereskan tripod-nya, Jun Hee meminta Seung Ho untuk mengambilkan foto di depan patung beserta pengunjung yang berada di sekitarnya dengan ponsel pintarnya. Karena Jun Hee ingin mengunggah fotonya di media sosial.
**