
"Mei aku akan beri kau pilihan. Ikut bersamaku atau menjadi musuhku." Albaz melihat Mei dengan tatapan dingin, ia ingin masalah ini kelar dan sebenarnya ia berharap Mei mendukungnya.
Dibalik tatapan dinginnya terdapat sebuah keraguan, Albaz tidak suka orang yang ragu apapun alasannya. Itulah mengapa Albaz memberikan Mei waktu meskipun udah mepet, jika Mei setuju, ia harus pergi ke bulan.
Benar, hanya itu yang Albaz katakan dan ia langsung menghilang entah kemana. Aura nya juga sudah tidak ada dan Mei hanya bisa terdiam, ia memerlukan jawaban, ini terlalu cepat bagi Albaz untuk melakukan hal gila, walaupun itu sudah 600 tahun lalu.
"Jika semua sudah kacau, kita harus mencari Crystal of Bahamut, Mei." Sebuah suara yang mirip dengannya muncul disertai oleh bulu sayap berwarna putih dan merah mulai bertebaran hingga akhirnya sebuah cahaya merah muncul disertai oleh eksistensi makhluk tersebut.
"Apa maksudmu, Zhuque? bukankah itu cuma mitos?." Balas Mei.
Zhuque, orang yang mirip dengannya dari segi muka dan suara, yang membedakan adalah warna rambut dan cara berpakaian mereka saja serta warna mata.
"Itu adalah kata yang sama yang kamu ucapkan saat sebelum kamu akhirnya memercayai keberadaan Crystal itu nyata dan mereka semakin banyak dan berevolusi, Mei." Kata Zhuque dengan jelas, ia melihat Mei yang juga melihat dirinya.
Mei menghembuskan nafas panjang, ia terlihat tidak punya pilihan lain. Ia harus memercayai dirinya sendiri, sebagai Iron Qingling, sebagai guardian of four gate.
Didalam renungannya, suara ledakan terjadi dan suara dari luar terdengar amat sangat berisik.
Mei yang penasaran apa yang terjadi dengan sesegera mungkin menghampiri kaca jendela yang ada di bangunan tersebut.
"..!! Kenapa bisa Downhorn banjir tanpa adanya gempa bumi." Ucap Mei.
Mei memecahkan kaca jendela, lalu mulai menaiki jendela tersebut kemudian terjun ke bawah, ia mengarahkan sebuah manuever yang ada terpasang di tangannya dan ia bergelantungan dari satu sisi ke sisi yang lain hingga akhirnya ia bergerak ke posisi gedung bank sembari meninju dengan keras Pandemonium tepat pada arah dimana Mei hendak mendarat.
"Volume airnya, semakin naik...Huh?. " -Mei Qingling.
Dari sekian banyak petir menyambar kota ini, ia tersadar bahwa ada satu petir yang sangat mencurigakan dan benar saja diatas langit ada Albaz yang tengah terbang dengan pedang besar miliknya terhunus keatas, Mei melihat banyak jiwa jiwa yang masuk ke dalam pedang tersebut, jiwa daripada penduduk disini.
"Albaz..!! Hentikan..!! Farrah tidak mau ingin terjadi, aku yakin." Seru Mei, namun Albaz terlalu memantapkan hatinya sehingga ucapan Mei tidak berlaku padanya.
"Ini akan menjadi awal kelahiran, Mei." Balas Albaz dengan tatapan dingin dan kosong.
Dan dari kejauhan, sebuah serangan proyektil berbentuk laser menghantam pedang Albaz, kecepatan supersonik tersebut membuat benturan yang amat keras, tetapi tidak berpengaruh pada keseimbangan dari Albaz itu sendiri.
Mei kemudian melirik langsung kearah sumber yang menembakkan laser tersebut. Fredericka, Arabel dan Vera ada di sisi lain, tentunya dengan armor dan perlengkapan tempur mereka yang berbeda. Yang paling mengejutkan adalah Erin, Erin Yerles yang datang langsung turun tangan bersama mereka bertiga.
"Oh? Erin, Fredricka.Aku tidak sadar Crystal of Vortex dan Sigma Jeanne D'arc ada disini." Ucap Albaz, ia menghentikan aksinya dan mulai terbang mendekati Erin, Fredricka, Vera dan Arabel.
"Ternyata keakuratan Ra dan Raven itu tinggi, bahkan ada Crystal of Doom dan Crystal of Hope juga. " Lanjutnya dan tanpa basa basi Albaz mengangkat pedangnya.
"..!! Kalian berlindung di belakang ku..!. " Erin berseru, semuanya mengangguk dan pada saat Albaz mengayunkan pedangnya untuk menebas mereka, Erin menahannya dengan Orleans Chain, rantai tersebut berasal dari pedang yang ia keluarkan dan dua peti melayang yang ada di kiri dan kanan Erin yang juga mengeluarkan rantai yang sama.
"Ahh, ini adalah pertahanan andalanmu ya Erin, tidak pernah berubah." Ucap Albaz.
Erin menatap Albaz, kekuatan yang ia tahan sangat berat, tenaga milik Albaz sangat besar dan ia terlihat tidak tahan.
"Oh?. "
"KEPALA SEKOLAH, TOLONG EVAKUASI SEKALI LAGI.. AKU AKAN MENAHAN ALBAZ." Seru Mei, ia kemudian menarik kerah baju Albaz dan mereka berdua menghilang, mereka pergi ketempat lain dimana tempat tersebut hanya Mei yang tau dan hanyalah Mei yang memiliki tempat tersebut.
"Hufft, Mei.. " Lirih Erin.
"Ah, kalian tidak apa-apa?. " Ucap Erin sembari berbalik badan untuk melihat Fredricka, Vera dan Arabel.
"Kami semua baik-baik saja, ketua kelas pergi kemana bersama Albaz? " Kata Fredricka.
Erin tidak tau jelas kemana mereka pergi, tapi Erin berharap bahwa Mei masih hidup dan selamat. ia sangat yakin hal itu, ia juga sudah tau Mei itu siapa dan Erin sangat menghormati orang yang dulunya disukai dan sempat merasakan romansa bersama pendahulunya, yaitu Albaz.
Erin hanya menggelengkan kepalanya sebelum hendak berbicara untuk menjawab perkataan Fredricka.
"Aku tidak tau, yang jelas kalian punya tugas masing-masing, Knight Rank S Flavina Bianca juga akan turun tangan, kita balik ke Harbringer segera." Jawab Erin.
Erin kemudian menatap pemandangan yang mengerikan ini, banjir besar mengguyur kota Downhorn dan hampir menenggelamkan kota ini. Hanya beberapa orang yang berhasil di evakuasi, sangat sedikit karena Albaz sudah mengambil jiwa sebagian warga disini.
"Umm, kepala sekolah?. " Ucap Arabel memanggil Erin dan Erin menyentakkan kepalanya karena kaget dan ia langsung buru-buru menghapus lamunannya itu.
"Ekhem aku tidak apa-apa, kalian kembalilah. Aku mau ngobrol ama dokter Alia melalui video call."
Fredricka, Arabel dan Vera mengangguk paham dan mereka tidak ingin mengganggu kepala sekolah hanya untuk menerima masalah dan mereka bakal dihukum saat di kelas nanti.
"Ayo, Vera. " Bisik Fredricka sambil menggandeng Vera dengan tangannya dan menggiring Vera menjauh dari Erin.
Tepat disaat ketiga gadis itu pergi, sebuah pesan muncul. Pesan tersebut dari Bianca yang mengumumkan kedatangannya kepada Erin, sebagai pemimpin dari Crest atau kata lainnya The Watcher tentu membalas pesan dari Bianca dan merencanakan rencana selanjutnya.
Sebuah pesan pop up dari Bianca, kali ini berbentuk suara dan dengan segera Erin membuka pesan tersebut.
"The Watcher, setelah aku sedikit lebih teliti mengamati pada tugas pengintaian ku, aku menemukan Dimensi Magnet dan dimensi pengubah realita dan itu menghabiskan bahan bakar yaitu jiwa manusia."
Begitulah isi dari pesan milik Bianca, tanpa basa-basi lagi Erin langsung memiliki tekad untuk melihat langsung dan menginvestigasi apa yang dilihat Bianca, Erin langsung mengirimkan pesan kepada Bianca agar mereka berdua saja yang masuk kedalam dimensi itu.
Untuk partner perjalanan Bianca yang bernama Tao Ming dan partner kecil dan lucu yang memiliki ras Tres Marias Raccoon tersebut hanya akan berjaga disekitar pintu portal dimensi.
Sedikit perkenalan bahwa Tao Ming berasal dari Hongkong, ia berlatih ilmu pedang Ying Ming dan Tao Shun, ilmu bela diri yang ia ciptakan dengan melihat seluruh jenis gerakan bela diri yang ada di dunia ini sebagai referensi nya.
Tao Ming hidup sudah lama sejak zaman dinasti dimana Chen Qingzhi masih hidup dan merasakan rasanya dirinya di pimpin oleh Lu Bu. Masa yang indah hingga sebelum akhirnya ia harus kehilangan semuanya dan bunuh diri, karena Tao Ming adalah orang terpilih untuk memiliki Sigma, ia diberkahi oleh Sigma Lu Bu.
Sedangkan rakun abu-abu yang bisa berdiri dan bisa bicara, dia adalah Drill. Ia awalnya hanyalah rakun biasa, namun karena ledakan Pandemonium dan radiasi dari ledakannya membuat Drill bermutasi hingga seperti ini.
Drill pandai bertarung dengan tombak nya, seperti namanya yaitu Drill, tombak ini dapat mengebor lawannya setelah lawannya tertusuk, Drill suka mengebor musuhnya dan menunjukkannya tanpa ampun dan sebelum bertemu Bianca, Drill hanyalah sesosok mutant pencuri dan merupakan mutant yang amat sangat mesum.
Selain tombak, Drill mampu menggunakan senjata proyektil sebagai senjata cadangannya atau disaat ia harus mengeliminasi musuh dari jarak yang agak jauh.
...-BERSAMBUNG-...