
Pada malam itu juga, Mei mengantarkan Vera yang tidak sadarkan diri setelah Mei menetralisir anomaly yang ada di tubuh Vera yang mengakibatkan sistem android mengalami malfungsi.
Di hari itu juga dokter Zahlan dan dokter lainnya dikabarkan menghilang kecuali dokter Alia yang masih ada, bahkan eksistensi mereka pun layaknya tidak ada yang membuat Mei merasakan apa yang hilang, apa yang tertinggal pada saat menyentuh lantai Harbringer dengan kakinya.
Setelah sampai, dokter Alia yang masih diam,ketika ia melihat Vera dan Mei datang, ia langsung membantu Mei untuk membaringkan Vera yang masih pingsan dan memeriksa Vera.
"Crystal of Hope sepertinya bereaksi secara berlebihan dengan gen pandemonium dan tidak mungkin Vera sendiri mengatasi nya." Kata dokter Alia yang kini mengambil buku nota nya dan mencatat segala hal yang baru terjadi.
"Apa maksudmu dokter?." Kebingungan, itulah yang Mei rasakan, ia penasaran apa maksud dokter dengan cara mengatasinya.
"Untuk melumpuhkan gen pandemonium dari dalam, Vera harus melawan pandemonium kelas atas yang berwujud seperti dirinya sendiri dan sebuah kaca cermin raksasa pada dirinya." Ucap dokter Alia.
Mei terdiam sejenak, ia kemudian melihat Vera dalam keadaan damai, kalau saja Mori melihat ini ia pasti akan dimarahi oleh Mori, wali kelasnya.
"Dokter Alia, aku akan membantu Vera, gunakan kekuatan sihirmu agar aku dapat masuk kedalam alam bawah sadar Vera." Mei membalas perkataan dokter Alia.
"Baiklah, tapi ingat.. Kekuatanku terbatas, jika kamu gagal kita akan mengulang lagi dua jam lagi dan presentase nya bakal jadi 0,25%." Jelas sang dokter.
Dr. Alia kemudian memejamkan matanya dan bernafas dengan teratur, berkonsentrasi dan tangan kanannya ia sodorkan kedepan, telapak tangan kanannya ia tunjukkan ke arah Mei, begitu pula dengan Vera ia lakukan dengan tangan satunya lagi.
Inilah kemampuan yang dimiliki dokter Alia, ia bisa menggunakan sihir ruang dan waktu dan ia hanya akan menggunakan kekuatannya jika diperlukan, jika ia senonoh melakukan hal diluar hal yang diperlukan maka akan menyebabkan perpecahan waktu.
Dr. Alia masih berkonsentrasi dan di telapak tangannya muncul lingkaran sihir merah di telapak tangan kiri dokter Alia dan warna hijau di telapak tangan kanan dokter Alia.
Setelah beberapa saat, warna tersebut berubah, telapak tangan kanan dokter Alia kini berubah menjadi hijau selaras dengan warna yang ada pada telapak tangan kiri dokter Alia.
Mei, yang berfikir tenang merasakan tubuhnya bergerak sendiri dengan kecepatan yang luar biasa, meskipun begitu ia masih berdiri tegak dan ia masih merasakan kakinya yang tidak melayang sedikitpun.
Saat Mei membuka matanya, ia sudah ada di dunia lain, isinya adalah kabel yang terputus dan beberapa kabel raksasa ini terlihat konslet yang menyebabkan bunyi elektro.
"Mei, dengar aku? Lokasi inti gen ada di sebelah kiri dan masuk kedalam pintu gerbang, mungkin akan terjadi Loop, tapi tetap maju kedepan dan jangan menoleh kemanapun." Ucap dokter Alia yang sepertinya melakukan telepati terhadap Mei, Mei mengangguk kepalanya dan ia melakukan apa yang dikatakan dokter Alia.
Pintu gerbang pertama yang ia lihat, di pertengahan pintu terdapat ornamen dengan wajah kepala singa dengan rambut ular.
Ketika Mei mencoba untuk masuk, pintu tersebut hidup dan tanpa aba-aba menyerang Mei dengan semburan laser miliknya.
"Hup!." Mei melompat tinggi dan ia membalas serangan dengan pukulan energi dari tangannya kepada pintu tersebut, membuat pintu tersebut terdiam dan terpaksa menghentikan serangannya.
"Dokter Alia, kamu tidak pernah bilang kalau pintunya hidup." Ucap Mei saat ia sudah mendarat dengan sempurna.
"Yah, ini juga baru. Tapi kamu bisa memecahkan gerbangnya." Balas dokter Alia.
Mei kemudian bersiap-siap karena gerbang hidup tersebut sudah sadar dan juga mulai menyerang. Mei kemudian memanggil tombaknya, Trisula.
Tepat disaat gerbang itu menembakkan sesuatu yang tidak biasa, Mei mengaktifkan sigma miliknya dan ia memblokir serangan gerbang tersebut dengan trisula miliknya, ia menghentakkan trisula miliknya ke tanah yang menyebabkan beberapa batu yang menjulang keatas menjalar ke arah gerbang tersebut hingga akhirnya, gerbang tersebut menjadi hancur.
"Perasaan ini.."
Mei merasakan bahwa ada perubahan gen tubuh milik Vera, tepatnya ini akan memengaruhi warna rambutnya. Mei dengan segera melanjutkan perjalanannya dan hingga tiba waktunya Mei berada pada Core atau inti dari gen Pandemonium yang terlihat sudah mulai melahap Crystal of Doom.
Mei kini memegang trisula miliknya dengan kedua tangannya dan keduanya sangat erat, ia mengumpul kan energi dan mencoba menghancurkan gen tersebut.
*CRACK*
Suara retakan kemudian terdengar setelah Mei menghantam gen tersebut dengan trisulanya.
"Ughh, siapa yang berani mengganggu ku untuk memperoleh kekuatan crystal." Suara besar kemudian muncul dan suara tersebut bergema hingga tempat ini terasa seperti menyeramkan.
"Ahh serangga kecil rupanya, baiklah kurasa aku harus bersih-bersih."
Bergetar, begitulah kata yang tepat setelah suara itu selesai mengucapkan kalimatnya, gen yang terlihat hitam pekat itu bergerak dan membentuk layaknya monster jelly raksasa.
"Pandemonium, apa tujuanmu sebenarnya." Kata Mei dan kini ia menggerakkan giginya, makhluk seperti ini tinggal didalam Vera, pantas saja Vera tidak sanggup menahan kesadaran nya.
"Qingling, kau bukan lah Qingling yang asli. Heh, dimana dirimu yang asli bersembunyi." Imbuh makhluk tersebut.
Mei menutup matanya, ia tidak tau bagaimana bisa makhluk ini tau bahwa tubuh Mei yang ini bukanlah yang asli, yang jelas sepertinya dia musuh yang amat berbahaya.
"Diriku yang asli? Apa maksudmu? Aku yang asli dan kamu akan tamat disini."
Mei kemudian menggunakan ilmu bela diri, tapak suci macan agung untuk bertarung melawan monster tersebut.
Sangat kuat, bahkan monster ini dapat memblokir serangan milik Mei, Mei hanya bisa menghindar sekarang dan memikirkan sebuah rencana lain.
Kemudian ia langsung melemparkan trisula miliknya kearah makhluk tersebut yang juga mengeluarkan kekuatannya kepada Mei.
"Itu dia." Ketika Mei melihat celah dari monster ini, ia menerjang dengan kecepatan tinggi dan merubah penampilannya layaknya ksatria merah dengan tinju besi yang menghiasi tangannya.
"Ilmu Rahasia Wenxia : Pukulan Berantai." Dengan aura tinju sebesar raksasa, Mei meninju makhluk itu tanpa ampun. Tapi entah mengapa Mei meraskaan bahwa tidak ada yang berubah, malah tubuh makhluk ini semakin mengeras yang membuat pukulan dari Mei tidak berpengaruh.
Melihat ekspresi Mei, makhluk itu hanya terkekeh kemudian tertawa karena apa yang ia lihat sekarang menjadi sebuah lelucon.
"Hanya itu saja? Iron Qingling." Ucap makhluk tersebut dan ia sekali lagi membusungkan dadanya.
"Aku... Zo, adalah makhluk terkuat yang tidak tertandingi, aku akan ******* mu hidup-hidup sehingga tubuh mu di dunia nyata menghilang dan tubuh asli mu bakal merasakan rasa sakit dari serangan ku." Kata makhluk tersebut dengan bangga dan sombongnya menatap rendah Mei.
"Nghh...Huh?. "
Ketika Mei bersusah payah untuk menarik nafasnya, sebuah beam melesat secepat kilat menusuk tubuh makhluk yang bernama Zo ini.
"... Hmm, kau? Bagaimana kesadaran mu bisa lolos." Dengan bingung dan sedikit panik, Zo bertanya kepada seorang gadis yang tubuhnya sangat babak belur, tapi ia masih sanggup berdiri.
Mei menyeringai dan ia tertawa kecil. Ia kemudian berdiri meskipun saat berdiri keseimbangannya masih belum stabil.
"Tidak kah kau menyadari, bahwa sebenarnya serangan ku itu masuk kedalam tubuhmu dan melepaskan kunciannya." Ucap Mei dengan nada suara kemenangan.
Zo berbalik dan melihat Core yang ia lahap kini kembali seperti semula, bahkan kesadaran Vera yang dikurung juga sudah rusak.
Merasa dipermainkan, Zo menggeram dan ia mulai memaki-maki Mei serta mata sinarnya itu menatap Mei dengan penuh rasa ingin membunuh.
"Kau... Qingling! Aku akan ******* mu sekarang juga!!. "
Tapi sayangnya, saat Zo ingin bergerak tubuhnya juga mulai mengelupas dan semakin kendur, ia juga tidak dapat bergerak setelah serangan milik Vera yang ternyata sangat pas dengan inti kehidupan Pandemonium tingkat elit satu ini.
"Sialan kalian!!, lihat aja, rasku akan me-"
Sebelum Zo menyelesaikan kata katanya, Vera mengeluarkan sinar sonik terakhir miliknya dan langsung mengakhiri hidup dari Zo. Akhirnya, selama bertahun-tahun Vera bebas dari Pandemonium didalam dirinya dan ia tidak perlu takut lagi akan kegelapan.
"Kak Mei, terimakasih udah bebasin kesadaran Vera." Vera mendekati Mei dengan perlahan, Mei kemudian menjawab dengan mengangguk disertai oleh senyuman di wajahnya.
"Sudah tugas kita sebagai Knight dari Crest bukan. " Balas Mei dan ia kini mengelus rambut Vera.
"Mei, aku udah mencapai batasku.. Apa kamu sudah selesai?. " Akhirnya suara dari dokter Alia terdengar lagi dan Mei bisa dengar jelas apa yang dokter Alia katakan.
"Baiklah, aku sudah selesai dokter, bangunkan aku, ah ya Vera setelah ini ayo kita bersama Fredricka dan Arabel, mereka khawatir pada mu."
Setelah mengucapkan kata-kata nya, Mei kemudian menghilang di kesadaran Vera dan langsung terbangun dengan bantuan dokter Alia.
"Semua berjalan dengan lancar?." Tanya sang dokter.
Mei mengangguk, rasa letih ditubuhnya saat ia rasakan di kesadaran Vera masih terasa hingga ditubuh aslinya, itulah yang membuat Mei menguap dan dokter Alia menyuruh Mei untuk beristirahat, malam ini penuh dengan kegiatan seperti biasanya, hari-hari Pandemonium juga semakin kuat karena evolusi yang tidak terduga.
...-Bersambung-...