
(Short Episode)
Dua hari kemudian setelah kejadian tersebut, Bianca berhasil pulang dengan luka ditubuhnya juga ada memar. Luka yang dimiliki Bianca cukup berat, tapi alangkah terkejutnya dokter Alia, Vera, Arabel dan Fredricka.
Ia terlihat seperti orang mabuk berjalan dengan sempoyongan, menggunakan tombaknya yang juga kusam dan rusak sebagai tumpuan agar tidak jatuh.
Disaat itu juga, Dr. Alia dengan segera memberikan pertolongan pertama, tentu dalam hal ini dia di bantu oleh temannya yaitu Profesor Nicka Alvestia. Saat Bianca sedang melakukan perawatan serius, tirai mulai ditutup layaknya sedang melakukan operasi dan Fredricka juga yang lain disuruh menunggu dan jangan masuk kedalam tirai yang membuat Fredricka, Vera dan Arabel nurut akan perkataan Dr.Alia.
"Ketua kelas, bahkan Kepala sekolah.. Semuanya..." Fredricka tidak bisa berkata-kata lagi, seandainya ia adalah orang yang kuat, cukup kuat.
Ia menghembuskan nafasnya, sangat panjang beriringan dengan ia menutup matanya. Nafasnya, ia merasakan nafasnya tidak beraturan, ia ingin menangis karena saat ia baru naik ke rank B, ia bercita-cita untuk menyelamatkan dunia.
Ia tau ia bukanlah superhero dengan kemampuan superhuman diluar nalar, ia hanyalah seorang gadis dengan memiliki Crysal di tubuhnya. Ia bisa merasakan suara tertawa di dalam batinnya, suara tertawa setiap Fredricka bersedih.
Ia masih belum bisa berdamai dengan dirinya dan juga dengan Crystal. Semua renungan ia tuangkan dalam satu ekspresi, semua renungan ia tuangkan sambil mengingat ayahnya, ia mengambil pekerjaan ini, sekolah ini hanya untuk menjadi yang terbaik dan hidup normal layaknya dalam serial cerita novel yang sering ia baca.
*Tok Tok Tok*
Suara ketukan pintu berbunyi dan pintu dibuka perlahan, sosok yang dikenal sebagai Mori muncul dengan perlengkapan tempur miliknya. Dari raut wajahnya, ia terlihat sangat menyesal di mata Vera.
"Bagaimana keadaan Bianca... Baik-baik saja kan?." Kata Mori yang kemudian mulai menutup pintu dengan rapat dan berjalan kearah Fredricka.
Dengan lembut ia memegang bahu Fredricka yang membuat Fredricka terbangun dari lamunannya dan melihat Mori dengan pelan.
"Terluka parah dan hampir fatal, jika itu yang kamu maksud Tanigawa." Sahut Dr. Alia dari balik tirai dan ia akhirnya selesai menjalankan perawatan terhadap Bianca kemudian membuka tirai hingga menampakkan sosok Bianca yang kini sudah di perban di beberapa bagian tubuhnya.
Mori menghela nafas, merasakan kelegaan didalam dirinya.
"Baru beberapa bulan murid baru masuk dan datang, penyerangan secara besar-besaran melunjak." Kata Alia dengan nada khawatir.
"Sebenarnya, mereka tidak hilang... Mereka menjadi sebuah chip, raga dan jiwa mereka."
Bianca akhirnya membuka mulutnya, ia merasa sangat terpukul oleh ketidakmampuan dalam menyelamatkan Erin. Bianca kemudian menceritakan apa yang terjadi, dengan nafas berat ia memaksakan kondisinya yang harusnya Bianca harus istirahat.
"Baiklah Bianca, kamu istirahat saja. Kurasa istirahat para knight tidak selama masyarakat biasa." Ucap Mori.
Bianca mengangguk kepalanya, tersenyum dan kemudian mencoba menutup matanya agar ia bisa tidur.
"Sementara itu, kita bicara diluar saja ya." Ucap Dr. Alia dan berjalan duluan, memandu yang lainnya kecuali Bianca saja untuk keluar dari ruangan.
Yang lainnya mengikuti Dr. Alia, meskipun ia adalah penyihir, tapi Mori susah meminta tolong kepada Dr. Alia untuk membantu mereka. Alasannya sama dan masih sama, yaitu dia tidak ingin keseimbangan dalam ruang dan waktu terganggu akibat ia menggunakan sihirnya.
Setelah berada diluar, seorang murid knight datang dan melapor bahwa ada banyak Pandemonium menyerang di berbagai sisi kota.
"Dimengerti, seperti nya ini adalah rencana terpisah." Ucap Mori dan kemudian Mori berbalik badan untuk melihat murid-muridnya.
"Fredricka kamu pergi ke sisi utara, Vera pergi ke arah barat dan Arabel ke arah timur. Sisanya aku akan tangani sendiri." Perintah Mori.
"Baik." Ucap ketiganya serentak.
Fredricka, Vera dan Arabel pergi ke ruang persiapan untuk mengambil senjata mereka yang disimpan dengan baik dan rapi. Senjata tersebut tidak hanya disimpan, tetapi di perkuat daya nya dan tingkat ketahanan terhadap pukulan Pandemonium.
Rencana terpisah ini apakah akan berjalan sesuai rencana, sejujurnya ini adalah rencana yang cukup buntu, bahkan sangat buntu.
...-Bersambung-...