
Crystal....
Awalnya Crystal adalah benda berharga yang dimiliki orang dan menjadi harta yang berlimpah. Namun karena sebuah anomali Pandemonium. Crystal yang ada didunia perlahan menjadi sesosok makhluk hidup.
Crystal yang terkuat biasanya akan berevolusi dan tidak menjadi pengikut Pandemonium. Total Crystal dari zaman Albaz Zachglow adalah 12 Crystal dan di zaman sekarang Crystal yang disegel, bahkan di bumi hanguskan kembali lagi meneror Bumi.
"Nggh... " Vita menghela nafas panjang setelah ia mendapat sebuah ingatan liar ketika ia berada di sebuah kuil kecil.
Ingatan akan laki-laki bernama Chen Liu, ia anak dari keluarga yang berantakan. Selalu di bully karena memiliki tingkah yang aneh hampir seperti Vita.
Hidupnya mulai berubah disaat ia bertemu dengan seseorang, dikala itu terjadi peperangan antara asia dan eropa untuk kesekian kalinya. Keadaan yang darurat dilandasi oleh invasi Pandemonium yang ke 2.
Dikala itu juga, Chen merasa dirinya akan mati terjebak di antara reruntuhan tepatnya di Shanghai. Ketika itu juga, dalam ketakutan, mata yang tidak sanggup lagi melihat seolah-olah dunia sudah jatuh kedalam kegelapan dan rasa sakit ia menemukan seorang gadis.
Suara tumpukan batu dan pagar besi terdengar, suara erangan juga terdengar. Hanya itu yang ia bisa dengar, suara itu terdengar samar-samar hingga akhirnya Chen kehilangan kesadaran.
"Buka matamu dong, hei!... Isala, tolong ambilkan air putih didalam tas yang kamu bawa."
Seorang gadis berambut hitam bergaya bob pendek dan rekan nya yang memakai armor dan helm yang membuat rekan tim nya sulit dikenali wajah atau penampilan nya dan terlihat seperti prajurit robot ketimbang manusia.
"Ini dia. "
Gadis tersebut mengambil botol minuman yang diberikan Isala, rekannya dan langsung membuka tutupnya.
Ia membenahi posisi Chen dan memberikannya minuman dengan perlahan, perlahan masuk kedalam tenggorokan kering Chen dan tak lama Chen mulai sadar kembali dengan sakit kepala yang luar biasa.
"Syukurlah kamu selamat, tidak apa-apa aku disini. Kelihatannya kamu adalah pelajar dari akademi Visaya." Ucap Gadis tersebut dengan lembut dan memegang pipi dan dahi Chen untuk mengecek suhu tubuh Chen.
"Syukurlah kamu tidak demam. " Imbuh gadis itu.
Chen merasakan hal yang aneh, ketika melihat seorang gadis begitu dekat pertama kalinya dengannya seperti ini. Rasa yang dimiliki, rasa aneh, rasa bahwa Chen menyukai gadis yang menyelamatkan dirinya pada pandangan pertama.
"Terimakasih, Uhuk... Terimakasih sudah menyelamatkan ku. " Ucap Chen dengan suara kecil dan menahan sakit.
"Aku takjub bisa melihat orang seperti dia bertahan ketimpa reruntuhan bangunan, jika aku adalah dia mungkin aku sudah mati duluan. " Ucap Isala.
"Ah iya, namaku adalah ****Ming Shu****, terdengar aneh kan? tapi itulah namaku. "
Ketika mereka berbasa-basi untuk sementara, sebuah getaran kembali terjadi. Gempa yang dahsyat kembali setelah mendengar suara ledakan yang entah dari mana suaranya.
"Ming, kita pergi secepat mungkin. " Ucap Isala dengan serius.
Ketika Ming sudah mengangkat tubuh Chen yang masih lemah gemulai tak berdaya, tiba-tiba saja dinding yang ada didepan Isala meledak,begitupula Anomali Pandemonium muncul bersamaan dengan ledaknya dinding akibat tubrukan Anomali Pandemonium.
"Isala..!!. "
Sudah telat bagi Ming untuk menyelamatkan Isala, Anomali Pandemonium dengan brutal langsung menggigit setengah tubuh dari Isala hingga menjadi dua bagian, lalu memakannya.
"Ming, ayo pergi dari sini. " Ucap Chen panik.
"Nghh... " Dengan keringat dingin Ming berusaha kabur, ia tidak bisa menggunakan kekuatannya jika masih begini keadaannya, prioritas yang ia utamakan adalah keselamatan Chen.
"Hey apa yang kalian lihat!! Bantu mereka berdua!! Tembaaakk!!. " Sebuah senjata artileri modern melesat dan mengenai makhluk tersebut, menciptakan ledakan yang membuat Chen dan Ming terlempar.
"Ughh, kurasa aku mematahkan kakiku. " Ucap Chen yang makin merasakan kesakitan.
Ming kini berdiri, ia mengangkat tubuh Chen dengan kekuatan supernatural yang ia pelajari dari ilmu hitam,lalu dengan kekuatan energy Pandemonium yang ia peroleh membuat perisai gelembung yang terlihat transparan.
"Ming, apa ini....!! MING...!!.. MINGG!!!!! " Dengan frustasi Chen menyebut namanya, berteriak tapi gelembung dimana ia berada didalamnya pergi menjauh kearah para militer yang hendak melakukan aksi mundur pergi ke wilayah lain, mempersiapkan penyerangan besar-besaran.
Hal yang terakhir ia lihat dari Ming adalah senyuman pahit dari Ming, baginya Ming adalah pahlawan dan amat sangat berharga bagi Chen, juga Chen menyukai Ming.
"..... Chen yang malang.. " Lirih Vita ketika ia mendapatkan sebagian memori milik Chen dan gadis crystal yang bernama Ming.
Ming adalah komandan prajurit dari kelompok besar yang bernama Shen Chi, ia mengalami kekalahan telak karena ahli strategi Liu Wen salah perhitungan. Ming kehilangan segalanya bahkan Isala sekalipun, bahkan ia mencoba mengorbankan dirinya.
Tubuh nya yang sekarat ditemukan oleh Friggs, organisasi yang haus akan ilmu pengetahuan bahkan rela melakukan eksperimen terhadap makhluk hidup seperti manusia dan hewan.
Setelah sembuh karena dirawat oleh Friggs, ia disiksa, dijadikan kelinci percobaan, di sembuhkan lagi, lalu disiksa lagi selama lima tahun hingga akhirnya percobaan dari proyek Friggs berhasil separuh mungkin sekarang berhasil cuma 80% saja.
Sedangkan laki-laki yang bernama Chen, ia cinta mati dengan Ming hingga ia menjadi pembunuh handal, ia dibayar bahkan ia adalah mantan agen bagi Albaz sebelum Ra.
Setelah melihat memori itu, Vita menjadi sedih. Ia juga terpaksa menyingkirkan Crystal itu demi kebaikan, meskipun ia tau bahwa Fredericka, Arabel dan Vera adalah Crystal juga, tapi yang ini sangat berbeda.
"Kulihat kamu sedang galau nih Vita, ada apa?. " Tanya Lavina yang ternyata masih terhubung dengan Vita dan dengan rajin menganalisa kesehatan tubuh Vita.
"Lavina... Menurutmu, Cinta itu apa...? " Tanya balik Vita.
Sejenak, Lavina berhenti bicara dan berfikir.
"Bagiku, Cinta adalah hal yang sangat acak dan tidak dapat di prediksi. Terkadang kita nyaman sama seseorang, tapi ia tidak merasa begitu dan juga sebaliknya hingga kita menyesal tidak memperlakukan nya." Jelas Lavina.
"Dikehidupan keluarga, cinta itu adalah situasi yang membingungkan dan akan ada bahkan tidak akan ada. lebih tepatnya sama komplikasi nya dengan cinta dengan teman atau pasangan. " Imbuh Lavina.
Keheningan terjadi, hujan mulai turun dan daun-daun disekitar nampaknya pada berguguran saja. Vita sejujurnya masih belum paham apa itu cinta, bahkan ia tidak bisa membaginya, terkadang ia membenci dirinya dan terkadang ia senang jika Fredricka, Arabel dan Vera kerap mengunjungi rumah Vita disaat senggang.
Jika cinta itu ada, kenapa ada Pandemonium. Pandemonium tercipta karena rasa kebencian, iri dengki bahkan sifat buruk manusia lainnya, tak hanya itu juga Pandemonium juga tercipta oleh memori dari manusia yang melakukan tindakan kejahatan, tindakan negatif, korban yang teraniaya, terbunuh bahkan diperlakukan secara seksual yang berlebihan dan memaksa.
Ia senang jika ada orang yang menerimanya, tapi inilah yang ia benci, ia memiliki hati untuk peduli dengan orang lain, ia merasakan sakit jika seseorang sakit.
"Emm... Vita? " Suara Lavina membangunkan lamunan dari Vita.
"Hadeh, kalau kamu mau turu, coba ambil cuti sebentar. Kudengar, Shuri mau gantiin tuh. " Lavina tertawa setelah ia mengucapkan kalimat tersebut dan direspon oleh gadis pirang yang terlihat mencubit pipi Lavina, sungguh akrab.
"Sebentar lagi, aku mendeteksi keberadaan Crystal of Depression di sekitar sana lebih tepatnya dibawah tanah, stasiun kereta api bawah tanah. " Ucap Lavina dan kemudian saluran komunikasi tertutup.
...-Bersambung-...