Oh Joni !

Oh Joni !
Bab 5. Kabur dan Merana



Joni merasa bosan karena tidak ada kegiatan yang bisa dia lakukan dirumah Tyo selain makan tidur dan buang air. Joni masih merasakan panas di lubang belakangnya, Joni mencari oil, baby oil, olive oil entah oil apapun itu supaya bisa meredakan panas dilubangnya. Untung semua jenis oil itu ada dimeja rias Tyo, Joni mengoleskannya dan perih memang perih.


Joni memilih tidur saja supaya rasa nyerinya hilang. Tyo pulang membawa makan malam, mandi dan tak lupa gosok gigi kemudian membangunkan Joni untuk makan.


"Itu kenapa makanan tadi siang tidak kamu makan ha, pakai uang itu belinya".


"Hilang nafsu makan saya bang".


"Baru juga pertama udah hilang aja nafsu makan, jangan lemah gitu, anak laki harus kuat, ayo makan abang tunggu, ada yang mau dibahas juga".


Joni mengekor dibelakang Tyo menuju ruang makan.


"Tadi uangnya sudah abang potong 10 persen untuk biaya hidup kamu disini, seperti itu terus sampai hutang kamu lunas, faham kamu, kerja yang benar jangan loyo".


Joni tidak membalas perkataan Tyo dia memilih diam menunduk dan mengangguk saja supaya Joni bisa cepat melunasi hutang dan pergi dari rumah Tyo.


"Jadi aku dijual ke bule disuruh main pedang pedangan dan dia mengambil untung, aku harus lebih cerdik dari Tyo. Aku akan memeras semua uang bule dan segera kabur. Benar begitu saja idenya".


Joni bicara dalam hati dan sambil menyusun strategi selanjutnya. Joni yang dari siang belum membuka amplop coklat itu pergi kekamar mandi dan menghitungnya, wow mata Joni terbelalak melihat satu ikat uang berwarna merah yang sudah diambil 10 persen nya oleh Tyo, dan Joni tersenyum riang gembira, ternyata begitu berharganya lubang belakang Joni dan begitu mudah dapat uang cuma dalam hitungan jam, bisa kaya mendadak. Ucap Joni dalam hati.


Joni menyimpan kembali uangnya kesaku celana dan keluar kamar mandi, tidur kembali di ruang tamu dan dengan mudah Joni mencapai alam mimpi.


Hari berganti hari Joni sudah terbiasa bermain pedang pedangan dengan bule, hubungan dengan Tyo masih dingin sebatas rekan kerja biasa. Joni juga sudah punya HP baru dan menghubungi sang nenek kalau dia baik baik saja dan sudah bekerja, bahkan Joni mentransfer uang ke nenek tercinta karena pundi pundi Joni sudah luar biasa banyaknya.


Rencana Joni kabur sudah bulat sudah dipirkan matang. Pagi ini Joni pergi sendiri menemui klien nya bule dari Brazil. Kenapa Tyo tidak ikut karena Tyo lagi meriang merindukan kasih sayang. Hee. Joni sudah kenal dengan pemilik hotel melati dan meminta kunci kamar untuk kerja prakteknya.


Joni terkejut karena kali ini kliennya dua orang sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Masuk kamar saja mereka masih berciuman mesra. Joni bingung harus berbuat apa. Sang pria menggendong wanitanya dan menjatuhkan atas ranjang berciuman lagi.


Saling remas mengeliat tak tentu arah seolah tak ada orang yang memperhatikan mereka padahal Joni sedang menahan denyutan dan rasa ngilu dibawah celananya. Kemudian pasangan itu membuka baju masing masing hingga polos, si wanita menghidupkan musik rege musik pantai dari hp nya dan kemudian mereka bergoyang sambil ciuman lagi.


Pemandangan yang indah lirih Joni, membangkitkan birahi Joni dan tanpa sadar Joni mendekati si bule betina dan meremas benda yang coklat kenyal. Si bule jantan melepaskan ciumanya dan memeluk si wanita dari belakang dan membiarkan Joni juga mencium wanitanya.


Tangan bule pria membelah hutan belantara yang sudah becek dengan jari tengahnya memainkan manik kecil yang membuat si wanita mendesaah aahh, Joni dengan rakus ******* menggigit bibir si wanita.


Si pria turun kebagian belakang wanitanya dan menjilati semua yang ada, Joni juga menjilati si wanita dan meninggalkan banyak tanda cinta di kedua bukit nan indah itu. Si pria menjatuhkan wanitanya diatas lantai,dan langsung mencoblos wanitanya sekali hentak.


Tap tepat kena sasaran. Joni tak mau rugi dia menyuruh si wanita melakukan spongebob ke milik Joni yang dari tadi sudah kokoh tegak sempurna. Aauuu joni melolong panjang. Permainan sengit antar ketiganya berlangsung dua jam empat puluh empat menit sepuluh detik, entah berapa kali mereka **** bersama, banyak pertumpahan lendir dimana mana, kasihan nanti yang dapat giliran membersihkan kamarnya pasti bau amis dan nodanya susah hilang, tenang pakai saja rinso noda membandel akan menghilang.


Sama hal nya Joni pun menghilang dari peredaran Tyo. Setelah menerima transferan e-banking yang cukup besar dari duo bule sableng brazil Joni melarikan diri ke Ibu Kota. Berharap dia tidak terjebak lagi dalam lingkar setan yang tentu membuat dompet tebal bahkan tidak muat untuk disimpan.


Sengaja Joni tidak membawa tasnya supaya tidak ketahuan kalau sedang kabur dari rumah Tyo. Toh uang Joni sudah banyak sekali, masalah baju gampang bahkan tokonya dan isinya bisa dibeli Joni. Bukan Joni berlagak sombong tapi kenyataan memang seperti itu.


Joni menyewa mobil mewah selama beberapa hari termasuk sopir untuk mengantarkannya ke Ibu Kota. Tidak sedikit uang yang dikeluarkan Joni untuk kabur dari genggaman Tyo. Joni membuka kaca jendela mobil dan membuang hp yang baru saja dibeli supaya tidak dilacak oleh Tyo.


Orang baru kaya. 3 hari 3 malam Joni sampai di Ibu Kota dan memilih tidur di hotel bintang 3 supaya menghemat uang. Joni sudah membeli hape baru baju baru semua baru dan akan memulai hidup baru di dunia baru.


Bukan dunia baru tapi lembaran hidup baru. Karena masih sore Joni memilih berjalan jalan dekat taman hotel sambil cuci mata melihat yang indah indah. Benar saja Joni bertemu dengan seorang anak perempuan bernama indah, dia sedang menangis di bawah batang pohon cemara. Kenapa Joni tau nama anak tersebut? Karena indah memberitahukan nya pada Joni.


Rupanya Indah lepas dari genggaman orang tuanya yang sedang menikmati matahari sore bersama. Joni kasihan dan berusaha mencarikan indah orang tua baru, tapi Indah menolak, dia tetap ingin orang tua lamanya kembali. Joni mengantarkan Indah ke pos pengamanan terdekat dan memberitahu kalau Indah merupakan anak hilang yang baru beberapa jam yang lalu.


Joni kembali berjalan menuju penjual jajanan kaki lima. Rupa rupa warnanya merah kuning karena dikasih saus sambal dan saus keju hotdog pesanan Joni sudah siap. Joni melanjutkan mencari minuman untuk melepaskan dahaga. Setelah merasa cukup kenyang Joni kembali kehotel untuk tidur.


Klik pintuk kamar terbuka dan joni menghidupkan lampu kamar, leher Joni dipotong eh dipiting dari belakang oleh seorang yang berlengan kekar bak urat batang kayu pohon beringin. Joni kehilangan nafas dan lehernya sakit sekali. Badan Joni didorong mencium dinding dan kakinya diketuk.


"Ampun om ampun saya tidak bersalah, iba Joni".


"Heh dasar orangan sawah lu ye, pake kabur segala, udah merasa jadi jagoan ha".


"Eh ada bang Tyo, maafkan Joni bang, tadi cuma pengen cari udara seger, sumpek didesa terus jadi sampai ke Ibu Kota deh, hehe".


"Pale lu cari angin, mau gua habisin lu, sayang cabut aja nyawanya udah gak berguna lagi tuh".


Bisik Tyo ketelinga pria berlengan kekar tersebut, bertambah erat lengannya menekan leher Joni dan akhirnya Joni pun pingsan. Tyo mengambil semua barang Joni dan membuang tubuh Joni dikebun jagung entah milik siapa.


Untung Joni hanya berpura pura mati dan merasakan badannya sakit. Sialan tu Tyo brengsek banget. Aku bakal balas perbuatan kamu Tyo lebih parah dari ini. Amarah dendam kesumat Joni sampai keubun ubun.


Joni berjalan tak tentu arah ditengah dinginnya malam ini, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, kali ini Joni benaran pingsannya sumpah gak bohong.


Krik krik krik alaram dimeja berbunyi sudah pukul 5 pagi saatnya mbok Ijah mandi dan gosok gigi berbenah dan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri karena mbok ijah seorang ART di rumah mewah yang sering ditinggal pergi.


Mbok ijah berjalan kaki kepasar membeli banyak bahan makanan karena pemik rumah akan segera pulang. Tetiba di kebun jagung entah punya siapa kaki mbok ijah tersandung tubuh manusia yang tak bergerak.


"Maayat mayat ada mayat tolooong buk ibuk pak bapak toloooong".


Tak ada yang menolong, karena takut mbok ijah bangkit dan hendak pergi saja, kaki mbok ijah dicengkram kuat oleh calon mayat barusan karena dia hidup lagi dan itu ternyata si Joni.


Mbok ijah teriak histeris sampai tak terdengar suaranya sama sekali hanya mulut yang terbuka lebar.


"Buk uhuk uhuk tolongin saya, saya laper buk, dari kemarin belum makan maka nya saya memilih pingsan buk uhuk uhuk".


"Kaa kamu bukan mayat? ".


"Bukanlah buk mana ada mayat seganteng saya".


Hah mbok ijah bernapas lega karena bukan mayat yang ada dihadapannya melainkan anak lelaki tampan. Kebetulan ada tukang bubur ayam lewat, langsung mbok ijah pesan dua mangkuk, tiga, empat, lima mangkuk habjs dilahap Joni yang kelaparan. Mbok ijah menepuk pundak Joni.


"Nak ibu pergi dulu, sudah kenyangkan, mau kepasar nanti kesiangan pulang".


"buk buk gimana sebagai ucapan terimakasih saya bantuin ibuk belanja dipasar".


"Gak usah panggil ibuk, mbok ijah saja, kemonlah kalau begitu anak muda cuss".


Joni tertawa mendengar mbok ijah. Mereka banyak bercerita dari A sampai Z sampai ke A lagi. Sepanjang jalan mereka mengobrol Mbok ijah merasa iba pada kisah hidup Joni. Dan mbok ijah teringat anaknya dikampung.


Bersambung.