
Kebahagiaan mereka menjadi kesengsaraan bagi aku nantinya dan aku akan dikubur juga di Wakaka land, oh tidaaak semoga saja itu semua hanya mitos atau hanya cerita yang dikarang oleh penulis. Joni tidak mau memikirkan hal itu lebih dalam.
Joni berkeliling kapal sambil bersiul, melihat di ruangan paling pojok ada meja billiar kelihatan elegan dan berkelas, Joni iseng ingin mencoba bermain, padahal tidak bisa, mengambil tongkat billiar dan menyodok bola sembarangan tidak ada bola yang masuk kedalam lobang disisi meja.
Joni dikagetkan suara tante Febbya, "bukan begitu caranya Jon".
"Hee maaf tante aku tidak bisa main billiar".
"Mau aku ajarin gak cara mainnya?".
"Boleh kalau tante mau ajarin sih".
"Sini perhatikan, ketika kita pertama kali belajar cara bermain biliar, hal itu akan tampak seperti sebuah seni Jon. Ada beberapa variasi, strategi, dan terminologi yang berbeda yang dipelajari hanya untuk memasukkan bola ke dalam kantong meja biliar.
"Nah kita akan merasa senang sehingga kesulitan tersebut akan terlupakan, faham?". Jelas tante Febbya, Joni mengangguk saja.
"Sekarang kita bahas tentang bola, adapun bola biliar jumlah nya 15 buah, ada yang genap dan ganjil, satu warna dan garis-garis, dan yang paling penting, bola 8 dan bola biliar putih. Bola cue berwarna putih, sedikit lebih berat, dan harus menjadi satu-satu nya bola yang disodok langsung selama pertandingan, faham gak Jon". "Iyaa tante Joni paham, lanjut tante".
"Pemain memasukkan semua bola biliar mereka ke dalam kantong meja hingga hanya bola 8 yang tersisa. Pemain pertama yang memasukkan bola 8 adalah pemenang nya, jika kamu tidak sengaja memasukkan bola 8 sebelum semua bolanya yang lain masuk, kamu kalah. Jika menyentuh bola 8, kamu secara otomatis juga kalah, begitu Jon".
Febbya rasa Joni tidak faham hanya mangut mangut saja Febbya tertawa melihat tingkah Joni. "Tante ngetawain aku ya?".
"Hehe gak kok Jon, kamu lucu".
"Makasih loh tante, ayok kita tanding tante, siapa yang jago".
"Ayok siapa takut, kamu sodok duluan deh".
Dengan percaya diri Joni menyodok bola putih dengan stik cue atau tongkat billiar terbalik, bola putih terpental keluar meja, "haduh Joni bukan gitu pegang stik nya, itu kebalik itu ekornya, gini gini aku contohin".
Tante Febbya menuntun tangan Joni memegang stik sehingga jarak mereka hanya berapa senti saja, rambut tante Febbya yang harum membuat hidung Joni betah mencium aromanya.
"Tante rambutnya wangi banget, pake sampo bidadari ya tante?".
"Bisaa aja kamu gombalnya".
Tante Febbya memukul dada Joni, Joni dengan sigap menangkap tangan tante Febbya dan berucap, "tante stik aku juga mau dipegang tante nyodok tante katanya, boleh?".
Tante Febbya menganguk tanda setuju, Joni menarik tangan tante Febbya duduk di sofa, mengeluarkan stik yang sudah mengeras dan melakukan aksi sodok menyodok. Tap tap tap mantaapp ulala.
Joni kembali teringat ucapan tante Cristihne, 'mereka berenam punya tujuan yang sama ingin mencari kebahagiaan saja di dunia ini'. "Kebahagiaan yang berlebihan akan membawa pada kesengsaraan". Kata kata itu selalu terngiang di kuping Joni.
Ingin Joni mulai awal bertanya pada tante Febbya, takut dia tersinggung, 'ah biar saja aku harus bertanya dari pada aku mati penasaran', batin Joni.
"Hmm tante makasih ya udah ajarin aku nyodok bola billiar, aku boleh bertanya sesuatu gak tante, kalau gak mau dijawab juga gak papa kok tan".
"Iya sama sama Jon, nanya apa tuh".
"Beneran gak bakal marah?".
"Iyaa gak bakal, nanya tentang apasih?".
"Kebahagiaan berlebihan apa yang terjadi dalam hidup tante yang membawa pada kesengsaraan?".
"Hmm pertanyaan rumit dan sulit, hee".
"Kok gitu tante?".
"Kebahagiaan aku tu mencintai suami orang".
"Pela kor donk tante, dan kesengsaraan pada istri sah nya".
"Trus apa yang rumit dan sulit nya tante?".
"Rumit menghadapi mulut istri sah dan sulit melepaskan genggaman suami nya".
"Hmm gitu, Joni faham".
"Sok faham kamu !!". Tante Febbya menjitak kepala Joni dan berlari menghindari balasan dari Joni, memang dari semua tante yang ada diatas kapal, tante Febbya yang paling muda 30 tahun umurnya, belum menikah tapi bangga dipanggil tante dan juga jagok nyodok bola billiar.
Joni masih ingin bertanya pada semua tante tentang kisah hidup mereka, seperti nya menarik perhatian Joni.
Target Joni selanjutnya tante Ginah yang suka buah buahan. Tante Ginah sedang asyik nonton drakor di televisi ruang santai. Tak lupa Joni membawa pisang sebagai hadiah untuk tante ginah penyuka buahan.
"Asik benar nonton drakor apaan tante?".
"Hmm itu liat aja sendiri".
"Jutek amat sih tante, nantik keriputan mau".
"Hmm". Joni memberikan pisang ketangan tante ginah, dia sumringah, membuka kulit pisang dan memakan nya.
"Tante suka banget pisang ya?".
"Hu uh suka".
"Kalau pisang yang berwarna agak coklat suka gak tante?".
"Sukaaa banget".
Joni mengeluarkan pisang berwarna coklat itu, dengan senang hati tante Ginah mencomotnya masuk mulut mmmhh lama pisang berwarna coklat itu berada dimulut tante Ginah, hingga lendir lengket muncrat barulah tante Ginah melepaskan pisang berwarna coklat itu.
"Terimaa kasih Joni atas pisangnya".
"Sama sama tante ginah, tante aku boleh nanya kebahagiaan berlebihan apa yang terjadi di hidup tante hingga menyebabkan kesengsaraan mendalam?". Joni to the point aja bertanya.
"Hmm apa yaa, kebahagiaan ketika dilamar pacar yang sudah 8 tahun pacaran eh malah ditikung teman sendiri, mereka menikah, aku rebut lagi yang menjadi hak ku dan . . ". Tante ginah tidak melanjutkan ucapannya malah beranjak pergi, sepertinya dia menangis.
"Dan kesenggaraan pada teman nya sendiri", Joni menjawab.
Tante ginah urutan tante muda kedua setelah tante Febbya umurnya 31 tahun terpaut satu tahun saja dengan tante Febbya. Paras dan bentukan para tante jangan ditanya, cantik diatas rata rata dan para wanita sosialita, banyak harta namun berbahaya, jangan dicoba coba kalau tidak mau sengsara.
Joni hendak kekamar terhenti langkah nya melihat tante Irmayhe duduk sendirian di meja bar sambil minum minum. Joni mendekati sepertinya tante Irmayhe sudah mulai ma buk, badan nya terhuyung ke pangkuan Joni, melihat wajah Joni dan mendekap Joni erat.
"Mas arfan, kamu kemana saja selama ini, aku sangat rindu kamu mas". Hiks hiks, tante irmayhe menangis.
Joni rela sementara waktu jadi mas Arfan nya tante irmayhe.
"Mas masih disini selalu disamping kamu sayang", Joni mengecup kening tante Irmayhe dan juga memeluk tubuhnya erat.
"Mas jangan ninggalin aku lagi ya, janji !!".
"Iyaa sayang mas janji".
Tante irmayhe yang lagi ma buk, mendorong tubuh Joni hingga merapat ke dinding, bibir Joni disambar tante Irmayhe, melu matnya rakus, saling pegang, saling remas dan saling beradu alat masing masing, dibakar gairah yang membara hingga keringat bercucuran, setengah jam, selesai. Plaaakk tiba tiba tante irmayhe menampar pipi mulus Joni dan berkata, mas Arfan kamu . .
Bersambung.
#Gimana bab ini bosku, lanjut cerita para tante atau cukup disini aja, komen ya bosku, makasih