
Mendengar ucapan bapak Uki Dinar Kandy pun sakit hati dan kesal dia akan membuat Uki bertekuk lutut dan menguasai harta Uki.
Dinar Kandy keluar rumah Uki dengan memakai sarung yang dikasih Uki karena bajunya telah robek melihat dari lantai atas Uzi merasa puas karena telah berhasil membuat suami dan selingkuhannya malu.
Karena memang Uzi yang menelpon bapak mertua dan Pak RT supaya datang kerumah.
Setelah kejadian itu Uki dan Uzi kembali membina rumah tangga yang harmonis dan ternyata Uzi tengah berbadan dua. Betapa senangnya Uzi dan juga Joni karena akan mendapatkan adik.
Kebahagian itu tidak berlangsung lama karena sang suami ternyata sudah nikah siri dengan Dinar Kandy.
Itu membuat Uzi terpuruk dia terus saja menyalahkan anak didalam perut nya dan Uzi selalu berusaha membunuh anak itu. Uzi menjadi setengah tidak waras seperti orang gila.
Mandipun jarang apalagi berdandan melihat kondisi Uzi begitu Uki tentu lebih memilih hidup dengan Dinar istri sirinya yang montok atas bawah dan selalu bisa membuat Uki bergairah.
Bukan tanpa alasan mengapa Uzi seperti orang gila itu semua karena santet dari Dinar. Joni yang sudah SMA melihat sang ibu setengah gila kasihan dan tetap mengurus ibu walaupun joni ditertawakan oleh temannya karena punya ibu gila.
Uzi gantung diri didalam kamarnya. Berita kematian Uzi menghebohkan satu kampung. Joni begitu terpukul dan sedih ditambah lagi sang ayah sudah tidak peduli dengan kehidupannya.
Datang saja tidak kepemakaman ibunya. Adik joni terlahir tidak normal kaki dan tanggannya tidak sempurna dan juga adik joni dinyatakan bisu dan tuli. Joni diusir dari rumah oleh ibu tirinya yakni Dinar dan Joni pun tak tau harus kemana sambil menggendong sang adik.
Nenek Joni mau merawat kedua cucunya. Joni yang sudah tamat SMA berencana pergi merantau keluar kota supaya kehidupannya layak.
Suatu hari tante Joni dan keluarga datang kerumah sang nenek karena suaminya dinas didekat sana. Tante Joni punya anak gadis seumuran Joni bernama Dinda.
"Jon tante bawa nenek kerumah sakit dulu ya kamu bisa kan urus juna sendirian dulu sebentar lagi dinda datang kok bantuin kamu".
"Iya tante aku bisa urus juna kok tan".
"yadah tante pergi dulu bawa nenek checkup. Tiati dirumah".
Tante dan neneknya pergi kerumah sakit tak lama kemudian Dinda datang diantar pacarnya. Tanpa permisi Dinda langsung membawa pacarnya kedalam kamar Joni.
Joni dengan penasaran mengintip dibalik pintu yang tidak tertutup mata Joni terbuka lebar melihat adegan panas Dinda dengan pacarnya.
Dinda yang berada diatas tubuh pacarnya meliuk liuk kan badan dengan sexy pinggulnya bergoyang tak tentu arah menahan kenikmatan yang tak bisa diungkapkan dengan kata.
Sekarang Dinda yang bertukar posisi berada dibawah dengan kekuatan penuh sang pacar menggenjot Dinda membuatnya merintih nikmat.
Dinda mengetahui Joni sedang mengintip perbuatan asusilanya dan Joni pun merekam dengan hp.
Tanpa disadari kepunyaan Joni bangun dan berdenyut dada Joni menjadi sesak dan Joni meninggalkan kamar dan memilih duduk dikursi ruang tamu.
Kegiatan mesum Dinda dan pacarnya sudah selesai dan pacarnya berpamitan dengan Joni. Dinda yang melihat Joni gelisah duduk dipangkuan joni dan berkata.
"Kamu mau aku puasin juga gak sayang biar kamu bisa melayang terbang menikmatinya".
Keperjakaan Joni akan direnggut oleh sepupu nya sendiri Dinda. Itu benar karena Joni tidak punya pacar karena sibuk mengurus ibu dan adik nya.
Joni memang pernah suka pada teman sekelas nya tapi karena malu punya ibu gila Joni mengurungkan niatnya tersebut.
Joni yang tidak membalas ciuman Dinda pun kesal tapi Dinda tidak menyerah dia menatap mata Joni dalam dalam dan berkata lembut.
"Apa kamu belum pernah berciuman jon?".
Joni menggelengkan kepala. Dinda merasa dirinyalah yang pertama menyentuh bibir Joni ini membuat Dinda bersemangat untuk menghilangkan keperjakaan Joni.
Dinda tersenyum manis membuat Joni salah tingkah bagaimana tidak jarak mereka hanya berapa senti dan Dinda menyuruh Joni meraba benda kenyal yang bulat dan besar.
Joni menelan sliva dan tangan Joni yang dituntun Dinda pun mulai meremas kedua bukit Dinda. Dinda sedikit mendesah pandangan Joni terus pada milik Dinda. Dinda sengaja membuka kancing bajunya dan menonjolkan kedua bukit indah persis didepan mata Joni.
Tanpa sadar Joni mulai menyusu pada sebelah punya dinda dan meremas. Dinda menggigit bibir bawahnya dan mengusap rambut Joni.
Joni yang sudah selesai dengan bukit nan indah Dinda kemudian ******* mulut Joni dengan rakus karena birahinya.
Joni pun mencoba membalas ciuman Dinda dan saling bertukar air liur. Ciuman yang cukup lama itu membuat nafas Joni terengah. Dinda menarik tangan Joni masuk kekamar kemudian Dinda mendorong Joni jatuh keatas kasur. Dengan segera Dinda membuka celana boxer Joni dan melihat betapa sudah kerasnya batang Joni.
Dinda memegang kemudian memasukkannya dalam mulut seperti makan lolipop tapi berurat kemudian menjilati semua dengan nikmat. Joni merasakan ngilu yang dahsyat dan tak bisa berkata matanya merem melek tubuhnya bergetar hebat ada sesuatu dorongan yang memaksanya mengeluarkan lendir kental itu dan benar saja semuanya keluar mengenai wajah Dinda.
Tentu saja Dinda terkejut secepat itukah Joni memuntahkah lendir. Joni segera mengambil tisu dan membersihkan wajah Dinda dan berucap.
"Maafin saya ya dinda sa saya tidak tau bakal seperti ini. Ini pengalaman pertama saya Dinda maaf".
Dinda yang mendengar Joni berkata seperti itu cuma tersenyum dan membersihkan wajahnya kembali.
Dinda tentu tidak mau rugi, minta Joni supaya memuaskan hasratnya juga. Joni disuruh meraba lubang kenikmatan. Dinda membuka lebar kedua kakinya dan menyandar diujung tempat tidur.
Joni mulai meraba melihat menerawang apa isi lubang kenikmatan tersebut. Joni dengan bodohnya memasukkan kelima jarinya dan menekan lubang tersebut dengan kuat membuat dinda kaget dan menjerit sakit.
"njir bukan begitu caranya bodoh banget sih". Dinda kesal dan mencontohkan pada Joni. Satu jari tengah Dinda masuk lubang, jempol mainkan manik satu yang berada diatas lubang dan digerakkan bersamaan.
Joni memperhatikannya belum juga selesai materi pelajaran Joni hari ini terdengar suara mobil berhenti diteras rumah. Itu mobil ayah Dinda segera bunda Dinda alias tante Joni membukakan pintu untuk menuntun nenek Joni turun.
Kedua makhluk itu kalang kabut mencari pakaian mereka setelah selesai berpakaian keduanya membukan pintu rumah dan menyambut sang nenek dan orangtua Dinda seolah tidak terjadi apa apa antara mereka.
Malam hari setelah selesai makan malam bersama bunda dan ayah Dinda pergi keminimarket untuk belanja keperluan. Sedangkan nenek tertidur pulas dikamar bersama Juna adik Joni. Dinda dan Joni berencana melanjutkan kegiatan tadi siang yang tertunda.
Pintu kamar dikunci Dinda mencium Joni tanpa jeda begitupun Joni sudah mulai aktif tidak pasif lagi dalam bercinta setelah disuruh Dinda menonton video seharian dan mempraktek kan nya malam ini.
Bersambung.