Oh Joni !

Oh Joni !
Bab 18. Bye Tyo !



Bye Tyo !


Tyo menunggu Joni di lobi hotel, ketika batang hidung Joni sudah nampak, segera dia mencegat langkah Joni dan mengambil amplop di tangan Joni.


"Mahal juga bayaran lo, ni dah gue ambil jatah buat gue,". Tyo Meninggalkan Joni.


"Bang bang tunggu, besok dia mau main lagi sama aku bang, tanpa beritahu abang, aku gak mau kalau abang gak ikut".


"Aish sial tu si big boss, yadah lu simpan ni nomor gue, kalau dia nelpon lu dan ajak main, lu kabarin gue, faham lu!!".


"Iyaa bang aku faham".


"Lu pulang aja sendiri, malas gue semobil ama lu".


"Iyaa bang, makasih, sial tu Tyo awas saja tunggu pembalasan aku".


Joni memesan taxi online mengantarkan nya ke mall tempat motor Joni tertinggal, disepanjang perjalanan diatas taxi, Joni tengah asyik berbalas pesan dengan seseorang.


Sampai di mall segera Joni ambil motor dan tancap gas pulang. Di dalam kamarnya sudah menunggu Gebby Ayyih dan Diana Eddah membawa pesanan Joni.


"Makasih loh kalian gercep banget".


"Iyaa donk siapa dulu, kitah!".


"Mana bayaran kita".


Joni menyodorkan 10 lembar uang $100 ketangan mereka, mereka menggeleng dan sama sama menunjuk ke arah milik Joni. Joni tepuk jidat sendiri, dasar maniak. Terjadi lah pertempuran sengit antara Gebby Ayyih vs Diana Eddah memperebutkan milik Joni masuk ke mulut atas dan mulut bawah mereka.


Jadilah malam yang super panas karena keringat mengalir deras ditubuh mereka masing masing. 'sungguh gila para wanita dirumah ini, tidak ada puasnya, minta tambah lagi tambah lagi, untung aku kuat perkasa sama seperti namaku'. Ujar Joni dalam hati.


***


Joni tertidur lelap, besok harus kumpulkan tenaga lagi agar kuat menghadapi dunia. Malam ini Hendricko tidak pulang kerumah, karena besok akan janjian lagi bertemu dengan Joni dikamar hotel yang sama.


Hendricko memikirkan Joni saja sudah senyam senyum sendiri, bangga diri bisa bermain dilobang belakang pria lagi. Sang istri menanyakan keberadaan nya lewat pesan. Hendricko bilang nginap dirumah orangtua nya, dan sang istri faham.


Esok pagi matahari bersinar dengan teraaang menyilaukan mata yang memandang, dikepala Joni sudah tersusun rapih skenario apa yang akan dijalankan nya hari ini. Ponsel Joni berdering ada panggilan masuk dari nona Maiya Zea Zea, suruh Joni kelantai empat pintu berwarna pink.


"Haduh, harus kah dapat job disaat genting seperti sekarang".


Sunggut Joni dan dia tidak akan bisa menolak karena sudah kewajiban. Joni naik lift dan sudah sampai di lantai 4 pintu berwarna pink, kenapa pula harus pintu nya di warnai segala? Tanya Joni pada diri sendiri, nanti Joni akan tau jawaban nya.


Pintu diketuk, Joni masuk dan mendapati nona Maiya Zea Zea memakai kostum cat women berwarna hitam, lengkap ada ekor, topeng kucing dan baju super ketat menempel di tubuh Maiya Zea, memperlihatkan semua lekuk tubuh indah nya, dia berjalan merangkak ke arah Joni dan mengeong layak kucing.


Astagaa aneh aneh saja kelakuan nona Maiya Zea. Nona Maiya Zea mengeluarkan lolipop kesukaan nya. Lembut dan bikin nagih. Joni merem melek menerima serangan dari mulut nona Maiya Zea.


Joni menekan kepala Maiya Zea supaya menelan semua lolipop masuk kedalam mulut nona tidak muat dan membuat nona tersedak.


Joni menggendong tubuh ramping nona layak anak kecil dalam dekapan, ******* kasar bibir nona bertukar air ludah bahkan saling gigit, meong meong nona Maiya Zea mengeong tak karuan.


Joni tertawa terbahak bahak, nona Maiya Zea kesal lalu menggigit lengan Joni, aaww sakit !!.


"Nona Maiya Zea kenapa jadi kucing segala?, udah bosan jadi wanita cantik". Goda Joni.


"Meong Meeeong". Astaga bahkan nona Maiya Zea tidak mau berbicara.


"Baiklah hari ini aku akan bermain dengan cat women". Seru Joni.


Setengah jam saja Joni menggetarkan tubuh Maiya Zea dan selesai. Maiya Zea memeluk tubuh Joni dan memberikan sebuah kotak persegi dan juga amplop tebal sebagai hadiah.


"Apa ini nona?".


"Bukak saja semoga kamu suka dan jangan lupa dipakai".


Cup cup Maiya Zea mencium kedua pipi Joni dan berjalan keluar kamar. Joni tepok jidat kenapa tu cewek tidak pakai apa apa keluar dari kamar ini, meski rumah nya sendiri kan harus ada malu juga walaupun sedikit.


Ditempat lain Tyo sedang menantikan kedatangan Joni, setengah jam kemudian, pintu kamar kos Tyo diketok dan Joni sudah datang.


"Maaf bang telat, ini aku bawain kopi dan pizza untuk abang, dan juga ini ada amplop buat abang ".


"Tumben lu peduli". Sambil buka isi amplop, padahal itu amplop yang diberi nona pada Joni.


"Iyaa mau balas kebaikan abang aja, hehe". Tyo mangut mangut.


"Bang boleh nanya sesuatu, tapi abang jangan marah".


"Nanya apa?". Tyo sambil menyeruput kopi.


"Hmm itu waktu aku dirumah abang, aku lihat banyak pakaian wanita dan juga ada logo 'warung janda boleh dicoba', itu punya adik abang ya?".


Joni mencoba bertanya sopan agar Tyo tidak marah.


"Itu punya gue semua, gue kadang suka jadi waria kadang laki sempurna, suka suka gue aja, da lagi yang mau lu tanya?".


"Sebenar nya ada bang nantik abang marah".


"Kenapa gue jadi waria?, itu yang mau lu tanya kan".


"Hm iya bang".


"Dulu calon istri gue bekerja di 'warung janda boleh dicoba' jadi tukang masak, gue juga kerja jadi sales, kita ngumpulin uang buat modal nikah, gak tau kenapa calon istri gue malah disuruh bos nya melayani pria hidung belang, dia terpaksa setuju kalau tidak mau dia akan disuruh ganti uang gaji yang dia terima selama kerja disana di kembalikan semua. Gilaa tu si bos nya, mami waria rambut pelangi".


"Trus abang gak marah".


"Gimana mau marah kita orang miskin bisa apa, mereka yang kaya paling berkuasa, hari itu hari naas, calon istri gue digilir para algojo suruhan mami karena dia mengundurkan diri dan . .hiks calon istri gue tewas, para algojo itu kabur". Nampak Tyo murung wajah nya dan merunduk menitikkan air mata.


"Gue bersumpah bakal menghancur mereka semua dengan cara halus supaya gue gak dipenjara, gue lamar kerja disana jadi wanita cantik, suatu hari para algojo yang membunuh calon istri gue kembali ke warung, gue sengaja menggoda algojo mami, satu persatu gue potong habis rudal nya dan gue bantai, warung janda boleh dicoba juga udah gue bakar, mami gue kunci dari luar dan hangus terpanggang, itu gue lakukan setelah lu kabur juga dari gue".


Penjelasan Tyo yang panjang.


"Duh kenapa kelapa gue sakit banget ni, lu kasih racun di kopi tadi haa, bang . . sat lu jon".


Tangan Tyo mengepal ingin meninju wajah Joni namun usaha nya gagal.


Tyo sudah terjatuh ke lantai, tidak sadar kan diri.


"Rasain kamu Tyo, tunggu sebentar lagi kamu akan tersiksa".


Wiwiwiw bunyi mobil polisi, suara dobrakan pintu kamar membuat Tyo terbangun.


"Angkat tangan jangan bergerak, geledah dia".


"Aaammpun pak saya tidak bersalah".


"Lapor komandan ini barang bukti shabu ditemukan".


"Sa- saya tidak pernah memakainya pak".


"Jelaskan semua dikantor, cepat bawa dia".


"Siap komandan".


Tyo digiring ke kantor polisi, Joni memperhatikan dari kejauhan dan berucap,


"Bye Tyo, selamat membusuk dipenjara".


Bersambung.