
Cerita kang tisna.
Pada waktu 5 tahun silam dirumah ini terjadi peristiwa tembak menembak antara polisi dengan Chio Jerrio, dia mantan asisten pribadi nyonyah.
Chio merupakan DPO kasus pembuhan mantan pacar nya di vietnam dan melarikan diri ke Ibu Kota. Paras Chio yang gagah membuat nyonyah jatuh hati dan menjadikan nya assiten pribadi. Bukan sekedar asisten pribadi biasa, tapi pembahagia nyonyah juga, karena suami nyonyah sering pergi keluar negeri.
Nyonyah selalu puas dengan pelayanan Chio. Semua art dirumah mengetahui ada hubungan spesial antara chio dan nyonyah.
"Trus trus kang?". Joni bertanya penasaran.
"Haduh Jon, sabar atuh, ni akang masih jelasin awal mula".
"Hehe iya kang lanjut".
Seperti biasa nyonyah dan Chio sedang bermain bersama di ruang kerja nyonyah di pintu warna ungu. Alasannya ingin menyelesaikan pekerjaan namun hal lain juga dilakukan.
Chio yang merasa paling bisa memuaskan nyonyah sudah merasa paling berkuasa di rumah ini. Setiap gerak gerik ART lain diawasi dan melaporkan nya pada nyonyah.
"Dasar chio carmuk ya kang".
"Carmuk? Apaan itu Jon?".
"Cari muka kang".
"Ooh cari muka siapa Jon?".
"Muka monyet kali kang".
"Heheh". Kang tisna tertawa mendengar jawaban joni. Lanjut.
Nona maiya zea yang masih berseragam putih abu menjadi sasaran birahi chio, dia mengerjainona dikamar nya ketika tidur siang, Chio mengancam akan menghilangkan nyawa nona Maiya kalau mengadu pada nyonyah.
Maiya zea hanya bisa pasrah dan tidak bisa marah karena ancaman Chio. Setiap ada kesempatan Chio menyalurkan lendirnya pada nona maiya.
"Kasihan nona Maiya masih SMA sudah hilang perawan, eeh tapi kang tisna tau semua ini dari siapa?".
"Tanya pada rumput yang bergoyang Jon".
"Hah?". Joni mengerutkan dahi dan kang tisna nahan tawa.
Nyonyah sama sekali tidak tau kelakuan bejat Chio dibelakang nya. Sampai suatu hari nyonyah mengetahui kalau Chio sedang bermain dengan anaknya, plak plak dua tamparan keras mendarat dipipi chio.
Chio membela diri mengatakan kalau Maiya Zea lah yang merayu dia duluan. Nyonyah merasa tidak percaya namun Chio terus meyakinkan nyonyah itu benar adanya.
"Licik banget itu si Chio kang".
"That Right Jon".
"Trus kang".
Trus nyonyah bicara dari hati ke hati dengan nona Maiya, nona Maiya menceritakan semua hal yang di perbuat Chio, hingga nona maiya kecanduan, nona Maiya punya satu permintaan yakni ingin menemani nyonyah melakukan ritual dengan Chio.
Seorang ibu tidak akan bisa membenci anak kandung nya dan akan mengikuti permintaan anak walaupun tidak wajar, itu karena rasa sayang nyonyah pada Maiya Zea.
Perbuatan chio dimaafkan nyonyah. Hingga mereka sampai bermain bertiga di dalam kamar, permintaan Maiya Zea terkabulkan. Chio benar benar ingin menguasi harta nyonyah hingga dia mencuri surat surat penting perusahaan dan menjual nya ke saingan bisnis nyonyah.
Hingga membuat perusahaan nyonyah bangkrut, hingga dua perusahaan sekaligus. Nyonyah tidak terima dengan perbuatan Chio, nyonyah melaporkan Chio ke pihak berwajib dan menjebak chio didalam rumah.
"Terus kang".
"Saya ikut bantuin nyonyah menangkap Chio, namun dia membawa senjata api, menembak kearah nyonyah namun meleset. Peluru malah nyasar ke anjing peliharaan nyonyah dan tewas ditempat".
"Kasihan sekali anjing yang tidak berdosa mati kang".
"iyaa Jon, trus Chio berusaha kabur, polisi menebakkan timah panas tepat di kakinya dan merobohkan tubuh Chio ketanah."
"Sekarang apa Chio sudah dibebaskan kang?".
"Setau saya masih 8 tahun lagi keluar, begitu Jon".
"Hmm gitu kang".
"Oke deh kang yuk bobok".
Joni penasaran dengan cerita kedua kang tisna, seharian joni mencari kang tisna namun tak ketemu. Mending joni menjajal motor sport baru nya, joni mengendarai motor di komplek perumahan, banyak wanita di jalan yang melirik kearah joni dan motornya.
Berandai andai mereka bisa dibonceng pria tampan tersebut. Tatapan para wanita dijalan tambah menambah percaya diri Joni dan dia melaju kan motor nya pelan pelan.
Ponsel joni berdering telpon dari nyonyah, joni mendapat job baru. Sampai dirumah, joni langsung menuju lift ke lantai 4 dan menuju kamar yang pintunya warna ungu, itu adalah ruang kerja nyonyah.
Tok tok, masuk jon, baik nyonyah.
"Joni saya lagi ingin makanan pinggir jalan, kamu beli semua sekalian gerobak dan tukang jualannya bawa semua kerumah, faham !!".
"Se semuanya nyonyah?".
"Iyaa SEMUA yang kamu bisa bawa kesini".
"Baik nyonyah saya laksanakan".
Joni menjalankan perintah nyonyah dengan baik, sudah lebih 10 gerobak makanan beserta penjual nya masuk kerumah nyonyah. Masih ada 10 gerobak lagi dalam perjalanan, jadilah malam ini pesta gerobak makanan jajanan pinggir jalan menghiasi halaman luas rumah nyonyah Lunna Chita.
Para ART dan semua yang ada dirumah menikmati makanan yang tersedia, tidak bisa disebutkan satu persatu jenis makanan nya, pokok nya serba enak. Sudah pukul 10 malam, semua tukang jualan sudah meninggalkan rumah nyonyah dengan senang gembira karena dapat amplop yang isinya penuh dengan uang.
Akhirnya joni menemukan kang tisna yang seharian menghilang.
"Kang dari mana aja sih, saya mau dengar cerita kedua dari akang nih". Ujar joni sambil mengekor kang tisna menuju kamarnya.
"Hehe kamu penasaran aja apa penasaran banget?". Goda kang tisna.
"Penasaran banget kang, nyonyah itu galak tapi masih peduli dengan orang lain, benar kan kang?".
"Iya jon begitulah sifat nyonyah, tapi sayang..".
"Tapi sayang kenapa kang?".
"Hm itu rahasia Jon, cari tau sendiri, haha".
"Argh akang menyebalkan".
"Besok saja jon saya tunggu kamu di taman dekat sungai, hari ini saya lelah sekali".
Cerita kedua juga masih seputaran nyonyah, kedua pria beda usia itu sudah sampai di tempat janjian mereka kemarin. Setelah Chio ditangkap nyonyah kesepian, suami nyonyah lebih sering diluar negeri. Nyonyah mencari pria untuk menggetarkan ranjang nya.
Ketemu lah bronis brondong manis bernama Tristan, nyonyah suka dengan bentukan tubuh Tristan bak atlit, warna kulit sawo matang berjambang tipis menambah kesan cowok macho.
Tristan merupakan seorang personal trainer di club fitnes tempat nyonya biasa berlatih. Karena dari keluarga biasa saja, tristan mendengarkan tawaran fantastis dari nyonyah tentu tergiur, pekerjaan mudah dalam semalam bisa menjadi orang kaya, bukan ngepet, tapi menghangatkan ranjang nyonyah.
"Hmm semoga Tristan tidak berulah ya kang".
"Iyaa jon".
Selama jadi bronis nyonyah Tristan bergelimang harta, nyonyah memberikan apapun untuk tristan, nyonyah punya larangan tidak boleh bermain dengan para asisten nya, nyonyah sangat membenci itu dan Tristan melanggarnya.
Ada art bernama Melati parasnya biasa saja namun membuat tristan jatuh hati, dia menggoda melati, membujuk agar mau bermain bersamanya.
"Truss kang, Melatinya mau?".
"Yaa mau, wong Tristan sudah menjadi orang kaya instan".
Hubungan mereka diketahui oleh nyonyah, nyonyah kesal dan memecat kedua orang tersebut dan memiskinkan Tristan, hingga Tristan tidak punya uang sama sekali.
"The end Jon, menarik gak cerita saya?".
"Hmm kalau cerita sungguhan menarik sekali kang, hehe, yaudah kang yuk kita pulang.
Keesokan harinya suami nyonyah Hendricko Cahyo mengabarkan dia akan pulang ke indonesia dua minggu saja, untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Tentu membuat nyonyah Lunna Chita senang.
Awal pernikahan nyonyah dan tuan karena dijodohkan, orang tua mereka rekan bisnis dan menikahkan keduanya agar bisa membangun perusahaan raksasa bersama, namun. .
Bersambung.