Oh Joni !

Oh Joni !
Bab 22. Terombang Ambing part 2



Diatas kapal pesiar lanjut,


Tante Minnie tergerak hatinya ingin ikut bermain, 'haduh jadi main berempat donk ah'. Sungut Joni. Tante Minnie yang sejak awal kedatangan Joni cuek saja, namun kali ini ikut aktif. Berjinjit ingin mencium bibir Joni karena dia pendek makanya dikasih nama Minnie.


Joni kasihan merundukkan kepala agar bisa dicium tante Minnie. Tante Shalsa yang sudah becek berbaring diatas sofa dan membuka kakki lebar, supaya Joni paham dan langsung mengeksekusi lahan milik tante Shalsa.


Joni yang masih asyik berciuman dengan tante Minnie tak memperhatikan tante Shalsa yang sudah lebar seperti itu, karena kesal tante Shalsa memasukkan jari tengah nya sendiri kedalam lobang, keluar masuk lagi keluar masuk hingga datang tante Emily membantu membuat tante Shalsa ter angsang.


Kini Joni yang ambil kendali, rudal yang sudah kembali mengeras ditancap kan dihentak kan ke lobang kenikmatan tante Shalsa berulang kali, membuat tante Shalsa keringat dingin dan mencapai ******* nya sendiri, ooh yess.


Joni yang masih setrong berdiri memasukkan kedalam mulut tante Minnie dan dengan senang hati tante Minnie berlutut menerima rudal Joni yang ujungnya sudah sangat mengkilat, mengulum dalam dalam hingga mencapai tenggorakan dan tante Minnie tersedak.


Kemudian tante Emily mendekati Joni, berciuman mesra, Joni meremas bukit nan kenyal dan dengan jarinya Joni menggetarkan 'punya' tante Emily, "Aasshh awwh Joni, hentikan sa saaya tidak tahan jon". Tante Emily berucap.


Joni langsung menuruti kemauan tante Emily, menjatuhkan diri kelantai pose tante Emily di atas perut Joni, tante Emily jadi joki kuda menunggangi kuda Joni kedepan kebelakang dan mulutnya mengeluarkan suara ******* merdu uuuuu.


Tak tertahan tubuh tante Emily bergerak tak karuan hingga lendir bening miliknya membahasi rudal Joni. Joni masih punya tenaga menghadapi tante Minnie, namun tante Minnie sudah pergi entah kemana, kepalang tanggung Joni melanjutkan saja dengan tante Emily, tap tap tap crro oot Joni telah selesai.


Joni yang kelelahan harus segera beristirahat, namun tangannya ditarik tante Minnie masuk kamar. Tanpa daya Joni mengikuti, setelah didalam kamar tante Minnie mengangkat terong ukuran sedang agak besar dan menyodorkan nya kepada Joni. 'astaga pakai terong segala, tidak apa dari pada rudal ku dipaksa hidup kembali', batin Joni.


Joni sudah faham, dan segera melaksanakan tugas nya, celap celup sekali dua kali terong kedalam 'punya' tante Minnie dan pulahan kali celap celup muncratlah lendir tante Minnie. Tangan Joni sungguh pegal.


Beringsut menuju kamar dan hendak membersihkan diri, ada banyak notif dari e-banking Joni menandakan ada uang masuk ke rekening Joni, "ah nantik saja aku cek, mandi dulu".


Selesai mandi Joni dikagetkan para tante sudah duduk diatas kasur Joni, membawa hadiah masing masing ditangannya untuk diberikan pada Joni. Joni senang sekaligus takut, tidak akan kuat bermain sekali bertujuh.


Joni tiba tiba pingsan, para tante panik, membawa tubuh Joni keatas kasur, memberi minyak kayu putih di hidung Joni berharap Joni sadar, Joni menahan aroma minyak kayu putih yang menyengat hidung, tentu Joni berpura pura pingsan agar terhindar dari ajakan para tante main bersama.


Ada tante yang memijit tangan dan kaki Joni, kepala Joni dikasih minyak kayu putih juga dan dipijit, segala cara dilakukan para tante agar Joni bangun. Lima belas menitan akhirnya Joni sadar dari pingsan dan tersenyum kecut kepada mereka.


"Kamu tidak apa apa Joni?". Tanya tante Irmayhe.


"Iyaa tante Joni tidak apa apa".


"Yadah yuk kita semua keluar, biar Joni beristirahat dulu". Ucap tante Ginah.


Para tante menyetujui usul tante Ginah, cipika cipiki Joni dan memberikan hadiah kemudian keluar. Segera Joni mengunci pintu kamarnya. Pakai baju dan rebahan lagi diatas kasur.


Meraih ponsel dan cek notif e-banking, wow ratusan juta mengalir ke rekening Joni hari ini. Senyum sumringah di wajah Joni, membuka hadiah pemberian tante tante, ada baju, celana, topi, jam bahkan ada tablet logo apel digigit, dan obat penambah stamina para lelaki.


"Haha siapa ya yang kasih obat ku at ini?, pasti tante Ginah ini, dia kan belum dapat jatah aku cocol". Joni terkekeh.


Setiap malam tante Cristihne dijamah kapten kapal dan asisten nya, bahkan sang koki ikut menggetarkan tubuh tante Cristihne. Joni yang malam ini tidak bisa tidur, berjalan menyusuri setiap sudut kapal, sampailah Joni di puncak lantai paling atas.


Joni geleng geleng kepala, pantas saja tante Cristihne tidak tertarik bermain dengan Joni. Joni ingin menyaksikan sampai akhir lendir para lelaki muncrat kedalam lobang tante Cristihne, namun keinginan Joni tidak terkabul karena tangan nya ditarik tante Ginah menuju dapur.


Joni tidak bisa menolak, mengekor dibelakang tante Ginah, sampai didapur tante Ginah mengobrak abrik lemari es mencari buahan, diletakkan berjejer semua buah yang didapat. Tante Ginah membuka baju dan meninggalkan penahan dua bukit saja.


Tante Ginah meletakkan potongan nenas di tengah bukit nan indah nya yang masih kencang dan montok, tentu Joni disuruh mengambil dengan mulut, Joni tidak suka dengan buah nenas, dengan cepat Joni menukar potongan nenas dengan potongan buah semangka.


Tante Ginah menjepit kan bukit nan kenyalnya ke wajah Joni hingga wajah Joni terjepit dan susah bernafas, Joni mengeluarkan wajah nya ditolong bantuan tangan Joni, karena jepitan bukit nan kenyal tante Ginah begitu kuat.


Nafas Joni terengah engah. Tante Ginah menarik dagu Joni, memasukkan potongan buah nenas ke mulut Joni dan tante Ginah melu mat nya dengan rakus, Joni menyeringitkan mata menahan asam nya buah nenas, namun tante Ginah sangat menyukai sensi asam buah nenas.


Joni mencari air minum untuk menghilangkan rasa asam yang masih terasa.. Tante Ginah masih belum puas mencium Joni, kali ini dengan lemon, Joni menggeleng tanda tidak setuju dengan ide tante Ginah, Joni lari kabur menuju kamar nya, mengunci pintu kamar dan duduk diatas kasur dengan detak jantung yang masih berdetak cepat karena terlalu bersemangat lari kabur dari serangan mulut tante Ginah.


"Hahah haduh, aneh aneh saja tingkah para tante kesepian ini, apa suami mereka gak marah ya mereka melakukan ini?". Ujar Joni.


Meraih ponsel dan menelpon nenek di kampung, sudah lama tidak menanyakan kabar beliau, tutut sambungan telpon terputus, tidak ada signal rupanya.


"Sekarang ini kapal berada di lautan sebelah mana dunia sih, lama sekali perjalanan diatas lautan luas ini, terperangkap dengan para tante setengah gila dan tingkah nya pada aneh". Keluh Joni.


Sudah larut malam mending tidur. Kapal pesiar terus melaju di tengah gelombang lautan luas, sudah sepuluh hari kapal berlayar, setiap hari Joni kewalahan melayani keinginan para tante yang tidak pernah ada puas nya, seperti hari ini Joni. . .


Bersambung.