Oh Joni !

Oh Joni !
Bab 19. Hendricko Murka



Setelah urusan dengan Tyo selesai sekarang Joni harus menyelesaikan urusan nya dengan big boss. Joni telah berada di depan kamar hotel big boss. Tingtong bel ditekan, pintu terbuka Joni masuk.


"Hey cantik, kita bertemu lagi". Big boss memeluk mesra tubuh Joni.


"Iyaa honey". Joni membalas pelukan. "Nama kamu siapa sih cantik kita belum kenalan loh".


"Nama aku Ijon, nama mu?".


"Nama yang bagus, aku Hendricko Cahyo". Mereka berdua larut dalam pelukan mesra.


Joni sungguh geli, rudal mereka saling beradu.


"Oh iya honey, tadi aku beli coffee untuk kamu dan aku minum, kamu suka coffee kan?".


"Iyaa aku suka kok". Mereka berdua minum bersama.


Hendricko sudah tidak tahan ingin menyentuh Joni, dia mencium bibir Joni perlahan, Joni mendorong tubuh Hendricko, "kamu nakal Icko".


"Icko, siapa Icko?".


"Nama kamulah honey". Hendricko terkekeh, dia kembali mencium bibir Joni dan melepaskan yang menempel, bruukk tubuh Hendricko jatuh di atas lantai.


Joni sengaja memberi obat tidur dalam coffee Hendricko agar dia tidak akan melukai lubang belakang Joni. Rencana Joni berhasil, Joni menarik tubuh Hendricko kasar dan menjatuh kan nya diatas kasur, melucuti semua dan Joni pergi meninggalkan Hendricko.


"Beresss, kelaar semuanya". Joni melenggang keluar terasa pikiran nya plong. Amplop pemberian nona tadi pagi rencananya akan ditabung Joni dan mentransfer lagi ke nenek di kampung.


Sampai dirumah nyonyah Joni kelelahan dan langsung tidur. Hari hari berikut nya Hendricko terus saja menghubungi Joni, tapi tidak Joni angkat, dia sangat malas berurusan dengan Hendricko. Joni kemudian mendapatkan job dari nyonyah.


Pergi ke sebuah apartemen mewah temui teman nyonyah bernama Cindy Kemala. Joni belum tau apa detail job nya kali ini. Sampai depan pintu apartemen pintu di bukak, "Silahkan masuk". Sapa art teman nyonyah.


"Duduk saja disitu nanti mami keluar".


"Eh iya terimakasih". Joni clingak clinguk perhatikan setiap ruangan dan berucap dalam hati, 'gila kalau aku punya apartemen kayak gini keren juga pasti, jangan mimpi Jon, tapi kalau aku rajin kerja bisa saja terjadi, hehe'.


"Selamat siang Joni, lama nunggu saya". "Eh ng gak kok nyonyah".


"Jagan panggil saya nyonyah, tante Cindy saja".


"Baik tante Cindy".


"Jadi Lunna Chita belum jelasin apa job kamu?".


"Hmm belum nyonyah, ee belum tante Cindy".


"Kalau kamu bisa membantu permasalahan saya kamu akan saya bayar mahal, kamu sanggup?".


"Hmm kalau boleh saya tau emang permasalahan nya apa ya tante?".


"Saya dan suami sudah 20 tahun berumah tangga, akhir akhir ini hubungan kami diatas ranjang begitu hambar terasa, tak ada gairah lagi, bahkan saya belum mulai suami saya sudah keluar duluan, iss kalau mengingatnya saja saya sudah kesal".


"Trus saya harus lakukan apa tante".


"Sini mendekat akan saya bisikkan". Joni memberikan telinga nya pada tante Cindy dan Joni mangut mangut tanda mengerti.


"Ba baik tante".


"Kamu masuk duluan kamar nantik saya nyusul".


Joni merasa malu ada orang lain melihat aksinya dan malah diabadikan segala, haduh, Joni mengesampingkan rasa malu nya, dan melakukan kerja secara profesional begitu.


Suami tante Cindy punya production house ternama, sering produksi film film tanda plus. Joni tanpa permisi langsung mendekap tubuh tante Cindy, memegang dagu dan mengecup bibir merah tante Cindy, suami nya kaget apalagi tante Cindy.


Joni memberi tanda pada suami tante Cindy untuk segera merekam, gelagapan suaminya mengangkat kamera dan mode video on. Didalam kamar Joni melihat ada pemutar lagu piringan hitam klasik, Joni menghidupkannya dan berjalan kearah tante Cindy sudah setengah polos.


Mengajak tante Cindy berdansa mesra mengikuti alunan musik romantis yang terdengar. Suami tante Cindy terus mengabadikan, mengikuti kemana arah istri nya dan Joni berdansa. Joni kemudian membuka atasan tante Cindy, meninggalkan kain penutup saja.


Joni mengeluarkan satu belah tante Cindy dan Joni membungkuk menyusu dan menghisap daging kenyal tersebut sambil berdiri. Tante Cindy memegang rambut Joni dan merintih sedikit aaashh.


Joni membuka rok plisket selutut tante Cindy dan mendaratkan ciuman di apem legit tante Cindy, Joni mengocok kan cepat dua jari Joni di lobang kenikmatan, tante Cindy mengeliat, menahan nikmat.


Dan terjadilah peraduan antara Joni dan tante Cindy, begitu singkat karena mereka berdua sudah mencapai puncak.


Suami tante Cindy menyerahkan kamera ke tangan Joni, karena dia sudah tidak tahan ingin bermain dengan istri nya juga, tante Cindy tentu senang suami nya bergairah, satu jam mereka berdua masih berduel.


Joni masih setia mengabadikan setiap gerak kedua suami istri ini, dan akhirnya suami keluar di dalam. Tante Cindy senang sekali, suaminya tertidur pulas, Joni minta izin membersihkan diri di kamar mandi.


"Joni ini imbalan atas kerja kamu, terimakasih ya".


"Iyaa sama sama tante, ini kartu apa ya tante?".


"Itu kartu akses apartemen, saya kasih kamu satu unit apartemen saya, nanti asisten saya yang akan mengurus semua nya untuk kamu".


"Aa pa tante, saya dapat apartemen, saya tidak mimpi kan tante?".


"Tidak Joni, itu karena saya puas dengan pelayanan kamu".


"Te terima kasih banyak tante Cindy". Joni pulang dengan riang gembira kerumah nyonyah.


***


Esok pagi nya Hendricko masih menghubungi nomor Joni, karena kesal tidak ada jawaban, dia memutuskan pulang kerumah meninggalkan hotel. Joni yang tengah asik mencuci motor sport nya terkejut seseorang menepuk pundak nya.


"Joni oh Joni, kamu dipanggil nyonyah ke ruang kerjanya, cepat sekarang". Perintah mbok ijah.


"Baik tuan ratu, aku akan kesana sekarang, tapi tuan ratu harus gantian mencuci kan motor aku". Pletaak kepala Joni disambar tangan mbok ijah, aww sakit.


Joni sudah sampai di ruang kerja nyonyah dan menceritakan semua tentang job nya kemaren bersama tante Cindy, nyonyah tertawa bahkan termenung.


"Nyonyah kenapa murung gitu wajahnya".


"Entahlah Jon, kadang saya iri dengan Cindy punya suami masih normal, sedangkan . . ".


Nyonyah tidak melanjutkan bicaranya karena mulutnya telah dilumat oleh Joni, mmmmhh suara itu terdengar. Joni memeluk mesra tubuh nyonyah dan nyonyah menangis dalam pelukan Joni.


Joni mengelus lembut rambut serta punggung nyonyah. Joni menduduk kan nyonyah diatas meja kerjanya, dan mencicipi apem legit punya nyonyah, nyonyah mendesah basah, apem nyonyah sudah becek karena ulah tangan dan lidah Joni, aahh nyonyah sampai klima ks dan lendir bening itu keluar begitu sajaa dari lobang nyonyah.


Joni melahap semua dan nyonyah mencium rakus bibir Joni, krek suara pintu dibuka oleh Hendricko, mata nya membelalak besar melihat adegan mesra istrinya dengan Joni. Hendricko meninju pintu membuat nyonyah dan Joni kaget.


"Apaa apaan kalian". Suara Hendricko meninggi. Hendricko murka, dia . .


Bersambung.