Oh Joni !

Oh Joni !
Bab 1. Namaku Joni



"Ooeekk ooeekk" dua kali saja bayi itu menangis dan kemudian terdiam membuat semua orang menjadi panik.


Dengan cepat emak dukun beranak menepuk bagian belakang bayi dan sedetik kemudian barulah bayi itu menangis dengan histeris.


"Huh leganya, selamat ya buk anaknya sudah lahir kedunia fana yang penuh drama ini dengan tidak ada cacat sama sekali mana ganteng banget gila gini duuh jadi pengen deh".


Ucap emak dukun beranak sambil melirik kearah bapak bayi.


"Bisaa diatur itu mah emak kapan mau bikinnya".


Ucap sibapak sambil terkekeh membuat emak malu syekali. Mendengar itu sang ibu yang baru melahirkan itu hanya cemberut sambil mengambil bayinya. Dia sudah tau dengan kelakuan suaminya yang selalu saja genit dengan semua wanita tak pandang bulu.


"Duuh anak ibu cayang cayang cup cup gak usah nangis lagi mau nen ya nak".


"Mas juga mau sayang tinggalin buat mas separo yak huu".


Sang ibu bayi melihat suaminya masam. Emak itu pun tertawa geli. Begitulah kira kira suasana kelahiran si joni diatas dunia ini.


Joni Perkasa yups itulah nama bayi yang baru lahir kedunia ini dia lahir dari pasangan Jukiman Perkasa dan Juzilawati akrab disapa Uki dan Uzi. Mereka dipaksa kawin karena Uzi sudah hamil duluan.


Mereka sengaja tidak sengaja membuat siJoni. Karena kejadian malam yang itu mereka lupa pakai pengaman dan sampai memuntahkan nya didalam.


"Mas ooh mmmhhss aku aku capek mas istirahat dulu". Pinta Uzi.


"Gak bisa ditahan ini sayang uuuh mas udah gak kuaat mas keluar sayang uuh aah uuh". Ucap uki terengah engah. Uzi hanya pasrah nikmat.


"Mas kok ada rasa panas gini sih, mas pakai kan jangan bilang lupa". Sungut Uzi kesal.


"Maafkan mas sayang mas lupa hehe mas mau kok tanggung jawab udah nikmatin aja dulu".


Uki berlalu meninggalkan Uzi dan menyalakan rokoknya kemudian duduk dekat jendela. Uzi dengan kesal pergi kekamar mandi membersihkan diri dan berdoa dalam hati.


"Tuhan aku tau perbuatan aku ini salah aku mohon ampun tapi aku tidak mau hamil Tuhan. Aku belum siap jadi seorang ibu".


Uzi yang masih mandi tiba tiba kaget tangan Uki meremas benda kenyal nya dari belakang dan mencium pundak uzi kemudian membalikkan badan Uzi dan ******* bibir mungil Uzi membuat Uki bangkit lagi.


Dan mereka pun mulai malam indah itu sampai pagi. Uki sudah lama menyukai Uzi karena parasnya yang cantik dan bodygoal lah. Namun Uzi tidak suka dengan tingkah Uki yang playboy suka main wanita.


Karena orang tua Uki mengetahui anaknya menghamili si Uzi akhirnya mereka dinikahkan.


Dengan mahar satu hektar kebun sawit, lima ekor sapi dan sebuah rumah mewah dan juga kendaraan. Orang tua Uki memang yang paling kaya didesa hartanya takkan habis tujuh turunan.


Pernikahan mereka manis dan harmonis sampai siJoni lahir barulah tingkah buruk Uki kembali bangkit suka jajan sana sini dan tak tahan godaan wanita. Uki tak bisa menahan hawa nafsunya yang selalu mengelora.


Jarang pulang kerumah dan membuat sang istri sabar terus menerus karena Uzi memang wanita nurut sama suami. Tiap malam Uzi menangis memeluk tubuh mungil Joni dan merenungi nasib nya.


Dulu saja awal pernikahan nya sikap Uki sangat manis dan sangat menyayangi Uzi tak pernah dia main wanita. Tapi semuanya telah berubah 180 derajat. Uki yang suka marah bahkan menghardik Uzi kalau dirumah dan sekarang jarang menyentuh Uzi.Ah biarkan nanti Uki akan mendapatkan karma nya.


***


Apapun yang diminta Joni pasti dikabulkan tapi tidak untuk permintaan Joni yang satu ini yaitu menikahi teman bermainnya.


"Kenapa joni tidak bisa menikah dengan bunga bu? Joni punya uang banyak dan akan membelikan bunga rumah dan baju baju bagus dan bunga pasti bahagia menikah dengan joni". Ucap Joni polos. Ibu Joni kaget mendengar joni berkata begitu.


"Kenapa joni ingin menikah dengan bunga?"


"Bunga itu cantik bu manis dan joni suka".


"Joni . .joni . ."


"Ya ibu . ."


"Dengarkan ibu, Joni masih kecil belum juga sunat kalau nanti joni menikah dengan bunga adik kecil joni nanti sakit dan tak bisa pipis lagi. Apa Joni mau". Ucap Uzi dengan iseng.


"Hehe Joni gak mau ah bu, yadah bu Joni pergi main dulu. Bye ibu kiss kiss".


Uzi mencium pipi sang anak kemudian Joni berlari keluar rumah dan hendak bermain dengan temannya.


Uzi geleng geleng kepala dengar ucapan joni tadi mungkin dia mewarisi kelakuan bapaknya jangan sampai itu terjadi gumam Uzi dalam hati.


Sesampainya dilapangan bola Joni dan temannya bermain petak umpet yang jaga adalah Jonatan. Joni berlari untuk bersembunyi tiba tiba perut Joni mules hendak pulang lagi kerumah dan buang air besar. Sudah tuntas hajatnya Joni memilih bersembunyi didalam lemari sang ibu.


"Aku sembunyi disini saja pasti jojo gak bakal tau dia kan pinter sekali mencari aku. Ah benar dilemari ibu saja". Gumam Joni.


Pintu kamar terbuka dan Joni terkejut sang Bapak menarik seorang wanita yang bukan ibunya masuk dan langsung menjatuhkan wanita itu diatas kasur.


Kemudian dengan rakus bapaknya mencium bibir sang wanita dan merobek baju kaosnya dan kemudian mereka bergerak kesana kemari seperti cacing kepanasan.


Bapaknya membuka ****** ***** sang wanita dan kemudian mereka hanyut dalam kenikmatan masing masing tanpa sadar ada sepasang mata yang melihat mereka bercumbu.


Joni terus memperhatikan tingkah sang bapak tanpa mengerti apa yang sedang terjadi. Sedang asyik dan khusyuknya mereka bercinta terdengar suara pintu kamar didobrak dan betapa terkejutnya si Uki dan wanita itu melihat siapa yang datang orang tua Uki beserta warga ada juga Pak RT.


"Pllakk. . Bejat kau Uki sudah punya istri dan anak tidak pernah juga berubah kau, bapak tidak akan mewarisi kau apapun." Teriak bapak Uki.


"Tapii aku mencintai dia pak aku akan menikahinya pak. Tidak apakan punya dua istri lumayan bisa gantian". Kekeh Uki.


Tidak ada yang lucu dan warga yang datang hanya melihat jijik dengan tingkah Uki Pak RT pun memberi nasehat.


"Begini saja nikahi dia segera agar kalian tidak melakukan hal itu lagi dan Uki segeralah bertobat agar anak dan istrimu tidak celaka".


"Ah Pak RT tau apa tentang hidupku urus saja urusan bapak sendiri dan lagi kalian kenapa masuk kerumah ku keluaaar kalian semua". Teriak Uki pada beberapa warga.


"Pllaak.. Jaga mulut mu Uki pakai baju dan suruh wanita itu pergi dari sini, dan jangan merusak rumah tangga anak saya lagi". Pinta bapak Uki.


Bersambung.