
Joni tidur lagi dengan sangat pulas malam ini dan tidak sadar ada orang yang masuk kamar nya dan melucuti boxer Joni, mengemut buyung Joni dengan mulut, yang ukuran masih seinci hingga membesar dan kokoh tak tertandingi.
Terus saja mengulum buyung Joni sampai keakar karena candu dengan rasa Joni, menggocok cepat dengan tangan dan mulut orang tersebut, hingga buyung Joni muntahkan lendir, orang itu menikmati suguhan lendir Joni yang tanpa tersisa.
Memakaikan kembali celana Joni tanpa membuat Joni bangun. Kemudian orang itu meletakkan sebuah amplop hitam besar dan meninggal catatan diatasnya.--
***
Kukuruyuuuk. . .Hooam Joni menguap, mengucek mata dan mengeliat merentangkan kedua tangan ke atas. Kriiuk kriiuk laper. Cacing diperut Joni meronta ingin diberi makan. Segera Joni mandi dan tak lupa gosok gigi pakai minyak wangi dan hendak pergi menuju meja makan staff art.
Tetiba langkah Joni terhenti, mata Joni tertuju pada amplop diatas meja dekat tempat tidur. Joni mengambil amplop berwarna hitam itu dan membaca catatan 'good job jon, segera lihat hadiahmu di garasi'.
Dan Joni mengeluarkan isinya ternyata sebuah kunci motor dan surat surat penting. "Ini hadiah untuk ku, keren".
Joni segera pergi ketempat motor itu terparkir indah, ternyata sebuah motor sport mirip pembalap nomor wahid dunia lionel messi, eeh valentino rossi maksudnya.
'W o w emejing, cuma menjadi pembahagia kedua anak dan ibu saja bisa mendapatkan uang puluhan juta hingga motor sport diberi percuma. Sungguh pekerjaan yang bisa membuat kaya raya'. Batin Joni.
Telolet, dering pesan di ponsel Joni, ada pesan dari nona Maiya "sekarang juga ke kolam renang, ditunggu."Joni segera melangkah kesana.
Sampai di kolam renang, Joni melihat nona sedang duduk dan di atas meja sudah tersedia banyak makanan "ayuk duduk Jon, kita makan."
"Baik nona". Joni duduk berhadapan dengan nona, melihat yang sedap sedap Joni langsung menyantap semua makanan karena sangat lapar.
Joni makan dengan lahap dan membuat mulut nya kotor, Maiya Zea mengambil tissue, berdiri dan duduk di pangkuan Joni, melap mulut, meraba mulut Joni dengan tangan dan mengecup bibir dua sekali kecup, dua kecup, bahkan berkali kali hingga terjadi pertukaran air liur.
Joni jadi bangkit hawa nya, dan membuat rudal kesayangan nya bangun. Maiya zea mengetahui kalau milik Joni sudah bangun, dan Maiya Zea ingin sekali menyicipi itu sekarang.
Maiya zea turun dari pangkuan Joni dan melorot kebawah kursi, Maiya Zea dengan senang menerima milik Joni dengan bibir manisnya, mmhh mmhh Maiya Zea mengulum semua nya dengan cepat hingga membuat dia tersedak.
Maiya zea menyuruh Joni bangun dan membawanya ke tepi kolam renang, langsung Maiya Zea mendorong Joni hingga jatuh kedalam. Byuuurr suara air terdengar.
"Kenapa nona dorong saya, uhuk uhuk." Joni kemasukan air hingga terbatuk batuk.
"Habis nya lama banget lu disuruh berenang gak masuk juga".
"Saya sudah mandi nona, jadi mandi dua kali saya".
"Haha ya gak apa, bagus lah, biar lu makin glowing, sekalian lu kuras air kolam renang".
"ha?, kok saya sih nona".
"trus siapa lagi coba, kamu berani membantah, mau gue hukum lagi".
"Ngak ngak nona, ampun, saya gak mau, saya akan kuras air kolam renang ini".
"Good job Joni".
Maiya Zea duduk santai di kursi panjang dan memainkan ponsel nya.
Sedangkan Joni lagi berfikir keras bagaimana cara menguras air kolam renang ini.
"Nona Maiya. . .pakai apa saya kuras air ini".
"Pakai pipet".
"Ha?, pipet, gila aja si Maiya Zea, aku kerjain dia ah".
Joni mencari di dekat dedaunan seekor kodok, namun susah ditemukan, Joni berpindah ke tempat kolam ikan,
"Ada satu, yes". Joni menangkap satu kodok itu dengan tangan nya dan menyembunyikan di dalam celana nya.
Joni berjalan cepat menuju tempat Maiya Zea, namun dicegat oleh Mbok Ijah.
"Eits anak muda mau kemana kamu?."
"Mm itu saya lagi ada tugas dari Nona Maiya Zea mbok. Ada apa ya?".
"Tugas apaan anak muda?".
"Nguras air kolam renang dengan pipet mbok".
"huahah, . ". Mbok Ijah tertawa terbahak dan sampai guling guling dilantai.
Joni heran saja melihat tingkah Mbok Ijah, kemudian Joni meninggalkan Mbok Ijah yang masih tertawa guling - guling.
"Apaan Jon".
"Saya ada sedikit hadiah buat Nona".
Maiya Zea mengerutkan dahi nya, "Hadiah?, lu aja gak ada bawa apaan".
"Ada nona, tutup mata nya dulu".
Maiya Zea tanpa curiga menutup mata dan Joni mengeluarkan kodok dari saku nya dan meletakkan di telapak tangan Maiya Zea.
"Kyaaaa. .kodok. . .awas lu ya Joni".
Maiya Zea geram dengan ulah Joni. Namun Joni tertawa terbahak dan melarikan diri.
***
"Rembulaaan bersinar lagii, nanaaa nanana,".
"Kok cuma nanan aja kang tisna?".
"Hehe saya lupa jon".
"Boleh ikut duduk kang?".
"Bole.. bole.. silahkan".
"Kenapa wajah akang murung gitu, lagi ada masalah ya kang?".
"Iyaa lagi kangen anak istri di kampung, hee".
"Hmm gitu ternyata, yang sabar ya kang".
"Iya jon, kamu ada yang mau ditanyakan ke saya?".
"Hmm ada sih kang, tapi saya ragu".
"Kamu ragu apa malu, hee".
"Dua dua nya kang".
"Eh ya udah kalau enggak mau cerita, biar kamu dengar cerita saya saja, mau tidak?".
"Iya aku mau dengar kang, sampai pagi aku ladenin, hehe".
"Eits gak kuat saya Jon sampai pagi. tunggu dulu akang mo nambah kupi, kamu mau juga kupi?".
"Mau deh kang, kopi susu, eh biar aku aja deh kang yang ambilin di pentri, akang tunggu sini".
Sampai di pentri Joni menyeduh kopi kang tisna dan kopi susu untuk dirinya, tapi bukan pakai susu sapi, pakai shushu gebby ayyih yang ukuran jumbo dan bisa disedot secara langsung.
"Ahhss Joni, iyaa seperti itu sayang, ahhss nikmat".
Joni lupa waktu kalau kang tisna sedang menunggu kopi nya terus saya menyedot ******* menggigit shushu Gebby Ayyih.
"Maaf kang jadi nunggu lama, tadi nyeduh air panas dulu, antri, banyak juga yang bikin minuman". Kelit Joni.
"Oh iya gak apa apa atuh jon". Kang Tisna menerima pemberian kopi dari Joni dan melihat kearah kopi Joni.
"Lah katanya mau kopi susu, itu kenapa kopi hitam saja?".
"Oh itu kang tadi susunya udah saya sedot duluan, eeh maksud nya stok susu dipentri sudah habis kang, gitu hehe".
Joni salah tingkah ditanya seperti itu oleh kang tisna sambil garuk kepala padahal tidak gatal.
"Oooh susunya habis, besok kang tisna bilangin ke mbok ijah, beliau yang urus itu semua".
Joni mangut mangut. Slruup aah kopi hitam sudah sampai ditenggorok kan kang tisna, sekali lagi bunyi slruup aah mantap. Barulah kang tisna mulai cerita.
"Masih mau dengar cerita kang tisna tidak jon, masih berminat?". Tanya kang tisna.
"Masih kang aku minat banget malah". Okelah kalau begitu kita mulai cerita kang Tisna, pada waktu itu . .
Bersambung