Oh Joni !

Oh Joni !
Bab 12. Bermain Games



Bermain games


Menurut buku yang dibaca joni semalam dikamarnya tentang menjadi pembahagia profesional, "bermain games bisa meningkatkan rasa itu dan buatlah permainan mu sendiri jangan biarkan lawan mu menang (wanita) setelah kamu menang tinggal mereka". Begitulah kira kira isi kutipannya.


"apa. . .!!" kedua wanita beda generasi itu saling mengatakan apa dengan keras.


"gimana nyonyah dan nona, siapa yang menang boleh minta dan lakukan apapun, kalian berdua pasti menang, aku cuma sendiri".


"mamim its so easy lah, pasti kita bisa menangkan mamim". Bisik maiya zea ditelinga mamim nya.


"okay jon, tantangan kamu kami tetima".


"baik nona saya akan persiapkan semuanya".


Game pertama meletuskan balon. Balon sudah diisi joni dengan susu cair, air dan juga tepung, dan digantung diatas pohon mangga dekat kolam renang, meletus kan nya menggunakan gigi alias digigit.


Joni tentu sudah menyiapkan jarum kecil ditangan nya. Kedua wanita ibu dan anak itu merasa tidak yakin akan menang tapi mereka sudah deal untuk bermain.


"mamim cuma dua balon nya".


"iyaa dua tapi pake gigi letuskan nya maiyaaa".


"ayok kita mulai, waktunya sepuluh detik saja, satu dua tiga".


"eh eh apa cuma sepuluh detik, gilaa kamu jon".


Maiya zea kesal namun joni tidak peduli, tiga detik saja balon di depan joni sudah pecah, maiya zea tidak mau kalah satu balon berhasil dia pecahkan namun waktu sudah habis, nyonyah hanya memegang balon dan tidak berusaha meletuskan nya.


Cairan yang ada didalam balon tentu membuat tubuh joni dan maiya zea berwarna putih dan tentu saja lengket. Melihat itu mamim dan juga nyonyah joni itu tertawa melihat mereka berdua.


Maiya zea jijik "ieuh awas lo ya joni, gue akan balas". Lirih maiya zea dalam hati.


Game kedua menangkap satu belut dan masukkan ke dalam botol waktunya 30 detik. Kali ini nyonyah lunna chita yang akan coba bermain karena maiya zea anak nya geli pegang belut.


Mulaii !! Joni dengan mudah menangkap belut dan masuk kedalam botol, tentu saja itu keahlian joni. Lunna chita kesusahan menangkap belut dan waktu telah usai. Menang telak skor sudah 2 - 0. Joni vs anak dan ibu beda usia.


"mau bermain lagi nyonya dan nona".


"no way".


"ini cuma permainan simple, dan aku sudah menjadi pemenang nya, sekarang aku mau nyonyah dan nona jalan jongkok menuju kolam renang dan nyebur".


"heh berani ya kamu nyuruh kita". Maiya zea kesal.


"game is game maiya, you loser !!".


"mamim kok gitu, isssh sebel, bukan belaiin anaknya malah ngatain".


"aku tutup mata nyonya dan nona dengan kain ini, setelah itu aku minta kalian masuk ke kolam renang, paham ya". Joni bicara sopan supaya mereka tidak terlalu marah pada joni.


Setelah menutup mata mereka berdua dengan kain, Joni merekam dengan ponsel baru milik nya sebagai kenangan. Mereka berdua mengikuti mau joni dan berjalan jongkok hingga kolam renang.


Byuurr keduanya membuka penutup mata dan tak menyangka joni sudah pergi meninggalkan mereka. Nyonyah malah tertawa dan berenang gaya dada sampai ke ujung sisi kolam lain.


Sedangkan maiya zea keluar dari air dan mengambil handuk baju milik nya dan membungkus tubuh yang sudah dingin.


"mim kita harus balas perbuatan joni".


"iyaaa kamu pikir sendiri nanti mamim bantuin, hehe ada ada saja itu si joni". Mamim keluar kolam dan ambil handuk.


"mamim kok gak marah sih? Malah ketawa gitu".


"buat apa mamim marah, lucu aja, jadi kangen mantan pacar mamim dulu, suka jail juga sama seperti joni".


"oh ya? Siapa tu mamim, papip ya?".


"bukan honey, dia sudah wafat".


"upss sorry mantan terindah mamim ya?".


"bisa dibilang begitu".


***


Malam hari joni yang merasa rindu akan sosok ibu nya mencari mbok ijah untuk sekedar mendengar celotehan nya. Mbok ijah kebetulan lagi menonton film india kesukaan nya di ruang santai staff ART, sambil makan ubi rebus dan teh hangat, joni segera menghampiri.


"mbok ijah, boleh aku gabung?".


"mau nonton pilem india juga kamu".


"hehe gak suka film india mbok, sukanya pilm adu jotos".


"hee ini makan tadi mbok rebus ubi nya banyak".


"ART yang lain mana mbok?".


"paling pergi malam minggu, kamu gak ikutan".


"gak ah mbok mending disini main sama mbok".


"heeh mau main apa kamu sama mbok?".


"gimana kalau kita adu panco mbok, nanti yang menang trakir makan bakso".


"boleh ayukk".


Mbok ijah yang tubuhnya tidak terlalu gemuk tapi otot lengan nya besar. Satu dua tiga sekali dorongan pergelangan tangan mbok ijah membuat joni k.o dan joni minta ulang sekali lagi.


Mbok ijah tidak takut terus diladeni sampe lima kali joni kalah telak.


"yuhuu si mbok menang, kemonlah traktir mbok".


Joni sengaja mengalah untuk melihat senyum mbok ijah karena joni sangat merindukan ibu nya.


"mau kemana ni berdua, ikut atuh". Teriak kang tisna di pondok depan.


"makan bakso, joni yang traktir, yuk kang ikut".


"asyikk makan enak, hehe". Mereka bertiga berjalan sambil ketawa ketiwi melupakan sejenak masalah hidup yang melanda.


Balas dendam nona


Malam telah berganti dengan siang, siang ini joni disuruh kelantai empat dan masuk ke kamar pintu berwarna hitam, tentu itu perintah nona maiya zea. Joni telah sampai di lantai empat dan masuk ke kamar yang pintu berwana hitam, krek suara pintu terbuka, gelap gulita tidak ada cahaya di kamar, joni memanggil nona.


"nona maiya saya sudah datang, mati lampu ya disini, gelap sekali".


Joni terus melangkah maju dan meraba raba dinding untuk berjalan, kaki joni merasakan sesuatu, itu adalah tali.


"aaaaa tolong". Joni berteriak minta tolong karena kakinya terjerat tali keatas dan kepala nya berayun dibawah, lampu dihidupkan, terdengar suara tawa.


"haha rasain kamu, digantung kebalik gitu emang enak, haha". Ternyata ulah maiya zea, di kamar juga ada nyonyah yang tertawa kecil melihat anak nya beraksi.


"no- nona maiya maafkan saya, saya mohon turunkan saya nona".


"enaaak aje lu, gue belum selesai balas dendam, dan sekarang lu harus ikut permainan gue, faham".


"ba baik nona".


"ini susu 1liter harus lu habisin semua tak bersisa, kalau lu sanggup gue bakal bebasin lu, tapi kalau tidak gue kasih sanksi".


"saya diturunkan kan nona?".


"ooh tentu tidaaak, tetap digantung, cepat minum".


"ta tapi nona . .".


"udah ni pegang sendiri".


Lunna chita alias nyonyah dan mamim maiya zea hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak gadis nya..


Bersambung.