
Sudah larut malam mending tidur. Kapal pesiar terus melaju di tengah gelombang lautan luas, sudah sepuluh hari kapal berlayar, setiap hari Joni kewalahan melayani keinginan para tante yang tidak pernah ada puas nya.
Seperti hari ini Joni pakai alasan pingsan lagi, tapi tidak mempan karena Joni ketahuan bohong. 'pakai cara apalagi ya supaya bisa menghindari mereka, benar cara ini saja'.
Criing, seketika ada bohlam nyala di atas kepala Joni. Joni melarikan diri masuk kedalam wc mengunci dan membunyikan suara lagi be rak mencret dari ponsel nya, berharap para tante jijik dan memilih pergi.
Malah para tante menggedor gedor pintu keras meneriaki nama Joni berulang kali.
"Aku sakit perut tanteee ,mulees banget, aku mencreet nii, gak dengar apa suara mencretan aku ni, preett creet mencrett.
"Sepertinya Joni hanya pura mencret deh". Ujar tante Shalsa pada tante yang lain.
"Iyaa sepertinya dia sengaja menghindar, oke kita kerjaain dia balik". Sahut tante Emely.
Terdengar sudah tidak ada suara para tante dan mengangap suasana aman, Joni membuka pintu wc dan lihat kiri kanan, "Kosong, tante tante sudah pergi, huh lega".
Joni melangkah keluar, aduh Joni terjatuh, kaki nya tersandung tali yang terbentang didepan pintu wc dan para tante menutup kepala Joni dengan kain, sebagian lagi mengikat tangan Joni kebelakang punggung.
Joni disuruh jalan ke kamarnya, di duduk kan ke kursi, kemudian para tante memutari Joni, mulai dari tante Shalsa, mengulum lolipop berurat Joni dengan penuh gai rah membara, mengocok nya berulang kali hingga muncrat.
Tante Shalsa berdiri, dilanjutkan dengan tante kedua Emely, menghidup kan lagi rudal Joni, setelah tegang menancapkan nya ke goa lembab milik tante Emely dan mendesaaah merduu uuuh. Tante Emely mencapai kli maks nya dan keluarlah lendir bening.
Rudal Joni masih berdiri kokoh, segera tante Febbya menggebor Joni, goyangan ngebor yang membuat patah kursi dari kayu itu, Joni dan tante Febbya terjerembab, tubuh Joni dipindahkan ke atas kasur.
Tante Febbya kembali menggoyang Joni dengan goyang andalan nya goyang ngebor ngacor. Kasur pun berbunyi wikwik, tante Febbya belum juga usai, karena kelamaan menunggu tante Ginah kesal, mendorong tubuh tante Febyya dan melumuri bibir Joni dengan selai nenas kesukaannya, menjilati, mengulum semua, slrup nikmat.
Mengganti dengan selai strowberry menancapkan rudal Joni ke milik nya, dan tante Ginah menggerakkan badan nya tak karuan. Joni sudah ngilu tak tertahankan crr oot bersama tante Ginah. Tante irmayhe yang suka kebersihan tidak berselera melihat rudal Joni berlumuruan lendir Ginah, memilih pergi.
Para tante sudah pergi semua meninggalkan kamar Joni, cuma tinggal tante Minnie yang secara suka rela membersihkan rudal Joni dan juga menciumi seluruh wajah Joni meninggalkan bekas bibir karena lipstik merah merekah yang dipakai tante Minie.
Brrukk awh tubuh Joni jatuh dari kasur, kepala nya membentur lantai Joni terbangun dari tidurnya dan membuka mata, huh membuang nafas, untuung cuma mimpi.
Kapal tergoncang hebat, ada badai besar malam ini, Joni ketakutan berdoa supaya badai cepat berlalu dan digantikan pelangi. Memilih tidur kembali berharap di mimpi kali ini bertemu sang ibu bukan tante tante lagi.
***
Sinar matahari pagi menyapa, Joni mengusir rasa bosan Joni main main ke tempat kapten kapal yang bukan bule.
"Pagi kapten, bagaimana kabarnya? Apakah lautan kali ini bersahabat? Semalam ada badai besar bukan?".
"Hey pagi juga Joni, saya baik, keadaan lautan juga seperti nya baik, mudahan kita selamat sampai tujuan".
"Kalau boleh aku tau tujuan kapal ini kemana kapten?".
"Ke Wakaka land Jon".
"Ke mana kapten?".
"Ke Wakaka land Joni marJoni".
"Haha gak nanya".
Joni dongkol kapten tidak menjelaskan seperti apa Wakaka land malah mengganti nama nya asal. Joni memilih menemui tante Cristihne. Beruntung Joni bertemu tante Cristihne yang sedang bermain golf di lantai atas kapal pesiar.
"Tante maaf saya menggangu waktunya, boleh saya menanyakan satu hal pada tante?".
"Bertanya apa?". Melihat kearah Joni sambil meletakkan tongkat golf di pundak.
"Hmm Wakaka land itu apa sih tante?".
"Kamu tau dari mana tentang itu?".
"Dari kapten tante".
Tante Cristihne mengayunkan tongkat golf memukul bola dan masuk hole.
"Dahulu aku punya keinginan memiliki sebuah pulau yang penghuninya harus selalu bahagia, tidak boleh ada yang bersedih, karena kesedihan membuat kita cepat menuju kematian".
"Trus tante?". tanya Joni penasaran.
"Sabar donk kamu !!".
"Iya maaf tante". Meletakkan tongkat golf dan duduk di kursi, Joni juga ikut duduk disamping tante.
"Saya dan suami berhasil menemukan sebuah pulau yang sangat indah dan kami mulai merubah pulau itu menjadi layak huni, membangun rumah, tempat hiburan, arena bermain anak dan segala hal yang membuat kebahagiaan dan kami tawarkan pada rekan bisnis supaya membeli sebuah hunian di pulau Wakaka. Banyak yang tertarik itu mereka berenam yang membeli".
"Maksudnya semua tante yang ada disini".
"Iya mereka berenam punya tujuan yang sama ingin mencari kebahagiaan saja di dunia ini".
"Trus tante".
"Kebahagiaan yang berlebihan akan membawa pada kesengsaraan, saya terlalu bahagia suami saya dekat dengan adik kandung saya, hingga mereka berselingkuh, kebahagiaan mereka kesengsaraan buat saya, begitu juga mereka berenam juga memilki kesengsaraan yang sama".
Kring kring ponsel tante Cristihne berdering dan menjauhi Joni untuk mengangkat telpon dari seseorang, tante Cristihne sudah menghilang turun ke bawah. Joni jadi penasaran pada Waaka land, dia mencari di internet, siapa tau ada info tentang pulau itu disana, cuma ada satu artikel keterangan, Joni membacanya :
'pulau Wakaka merupakan pulau yang sudah tidak berpenghuni, dulu disebut pulau kebahagiaan, karena banyak manusia yang ingin mencari kebahagiaan nya. Namun sekarang berbeda bangunan terbengkalai, seperti rumah, tempat hiburan, arena bermain anak sudah rusak parah. Hanya ada satu bangunan yang masih berdiri kokoh dan terawat nampak dari warna cat tembok yang masih mengkilap.
'Bahkan ditemukan banyak kuburan tanpa batu nisan. Setiap bulan nya selalu ada taburan bunga mawar atau pun bunga melati diatas kuburan tersebut. Ada yang nekat pergi ke pulau Wakaka adu nyali, ada yang berhasil pulang kerumah ada yang hilang entah kemana.
'Penuturan dari orang yang selamat mengatakan ada penampakan tujuh bayangan kuntilanak sedang menggali tanah untuk mengubur sesuatu. Sekian'.
Deg ponsel di genggaman Joni terjatuh dia tidak menyangka akan membaca hal yang membuat bulu kuduknya berdiri. Menatap lautan luas dengan mata kosong dan pikiran kemana mana, "apa maksud tante Cristihne kebahagiaan yang berlebihan membawa kesenggaraan, apaa tujuh bayangan kuntilanak itu para tante yang mengubur para pria yang tidak bisa memberikan mereka kebahagiaan atau kebahagiaan mereka menjadi kesengsaraan bagi aku nantinya dan aku akan mati juga".
Oh Tidaaaaak !
Bersambung.