
tsuki berkeliling desa polpus seorang diri, dikarenakan hana, elven dan yang lainya sedang sibuk dengan kegiatan masing - masing.
"Akh ku pikirkan semua orang akan ikut berkeliling dengan ku" ucap tsuki mengeluh di dalam hatinya.
Sebelum Tsuki berangkat berkeliling desa pulpos seorang diri.
"Hana apa kau ingin ikut aku berkeliling?" tanya tsuki.
"Maaf tsuki aku tidak bisa, aku berniat ingin berlatih pedang seharian ini" jawab hana.
"Baik kalau begitu semangat berlatih pedang, mungkin aku akan mengajak driad dan elven" Ucap tsuki pergi mencari elven dan driad.
"Oiii klabautermann apa kau tahu driad dan elven?" tanya tsuki.
"Mereka sedang ada urusan ntah kemana, memangnya ada apa?" jawab klabautermann.
"Aku tadi ingin mengajak mereka untuk berkeliling kota, Oiyah bagaimana dengan mu, apa kau ingin ikut?" Tsuki.
"Maaf, aku tidak bisa" Ucap klabautermann.
"Memangnya ada acara apa?" tanya tsuki.
"Aku ingin menemui teman jeff" jawab klabautermann.
Akhirnya saat itu, aku memutuskan untuk pergi sendiri.
"suasana pagi di desa ini benar - benar cukup damai, orang disini beraktifitas pada jam 08:00 pagi hari, sebaiknya aku sarapan terlebih dahulu" Ucap tsuki di dalam hati pergi mendekati orang berdagang kaki lima.
"Permisi!!" Ucap tsuki dari jauh memanggil pedagang makananan kaki lima.
"Ingin membeli?" tanya pedagang.
"Yah, apa yang di jual?" Ucap tsuki.
"Aku menjual nasi bukhari" Ucap pedagang.
"Aku beli satu piring" tsuki memesan dan menunggu.
Pedagang nasi itu membuatkan nasi bukhari, menaro toping - toping di atas nasinya.
"Silakan di nikmati" Ucap pedagang sambil memberikan sepiring nasi bukhari.
"Apa ini rasanya nasinya sangat berbeda, ditambah toping - toping menambah cita rasa dari nasi ini" Ucap tsuki.
"Hahahhahahha Sepertinya kau bukan dari daerah sini" Ucap sang pedagang.
"Aku seorang petualang, ngomong - ngomong apa ada tempat yang bagus untuk pengunjung?" tanya tsuki.
"Ini hanya desa biasa, mungkin jika kalian ingin pergi lebih ke kota, tapi aku bisa memberi saran untuk ke tempat bernama Sphinix" jawab pedagang.
"Sphinix? apa itu?" tanya tsuki.
"Itu adalah tempat sejarah wisatawan yang tidak terlalu jauh dari desa ini, berbentuk seperti kucing tapi berkepala manusia" jawab sang pedagang.
"Terimakasih telah memberi tahu ku" ucap tsuki pergi sambil melambaikan tangannya.
Akhirnya tsuki pun pergi ke tempat sphinix, diantar dengan orang yang mengantarkan dengan unta.
"Oyah apa kau ingin pergi ke sphinix?" tanya sesorang dari kereta unta.
"Yah, apa kau bisa mengantar ku?, aku akan membayar" tanya tsuki.
"Naik saja!" Teriak supir.
Tempat nya terbilang cukup jauh dari desa, namun setelah sampai bangunan tersebut cukup besar, di pintu masuk tertulis di larang masuk.
"Apa ini benar - benar tempat sejarah sampai dilarang masuk?" tanya tsuki di dalam hati berbicara sendiri.
Tsuki menyentuh bangun tersebut lalu menemukan tulisan yang cukup aneh, tidak bisa di baca oleh tsuki.
"Apa ini?, tumben sekali aku tidak bisa membaca tulisan aneh" Ucap tsuki melihat tulisan itu dari dekat.
Tsuki mencoba mengaliri tulisan itu dengan sihir namun tidak terjadi apa - apa.
Mencoba segala cara agar bisa masuk, namun tidak ada yang berhasil.
"Akh sudah lah, aku sudah bosen tapi aku masih penasaran sebenarnya ada apa di dalam?" Tanya tsuki di dalam hati.
"Aku akan mencoba membuka pintu ini, sepertinya tidak ada siapa - siapa" tsuki melihat sekitar dan mendorong pintu besar itu.
Sangat mengejutkan nya tempat itu sangat gelap.
"Aku lupa membawa obor, tapi sudah berada disini mungkin kesempatan tidak datang dua kali" Ucap tsuki.
Akhirnya tsuki mencari sekeliling, dan menemukan sebuah obor.
"Sepertinya obor ini masih bisa digunakan" Ucap tsuki sambil menyalakan obor.
"Apa ini?! Tempatnya sangat banyak sarang laba - laba dan berdebu Tapi itu hal wajar karna ini bangunan yang terlihat cukup tua" Ucap tsuki berbicara dalam hati.
"Aku tidak bisa masih belum bisa melihat dengan jelas" Ucap tsuki sambil menelusuri sekitar.
Begitu mengejutkan terdapat sebuah gambar yang cukup aneh di tembok.
"Apa ini?, sebuah gambar yang aneh, aku tidak paham apa maksudnya" Ucap tsuki.
Tsuki menelusuri makam shpinix dan menemukan tempat kebawah bagian dalam tanah.
"Apa ini ku kira tempat ini hanya lantai satu, ternyata ada bagian bawah" Ucap tsuki sambil memasuki lantai bawah makam Shpinix.
Di lantai dua tempat yang sangat gelap, tetapi tempat itu sedikit tidak lebar.
"Apa ini benar - benar gelap" tsuki menginjak lantai seperti tombol.
Saat menginjak bagian salah satu lantai tiba - tiba obor di sekitar menyala.
"Apa ini ? semua obor tiba - tiba menyala, ini bukan seperti makam jaman dulu, ini seperti makam yang memiliki teknologi modern" Ucap tsuki terpana melihat fakta bahwa di makam tua terdapat teknologi yang cukup maju.
Saat semua ruangan sudah terkena cahaya dari obor, terlihat sangat jelas terdapat sebuah peti mati berwarna emas dengan di atas di ukir tulisan yang susah di baca.
"Akh sekali lagi aku tidak bisa membaca tulisan ini" Ucap tsuki.
Tsuki mengecek isi dalam peti tersebut, ada mayat yang sudah menjadi tengkorak. di atas tengkorak tersebut terdapat sebuah catatan seperti buku.
"Apa ini?, sebuah buku harian yang cukup tua bahkan bagian buku sudah di makan kutu buku" Ucap tsuki.
Tsuki membuka buku tersebut isinya sangat abstrak, banyak simbol aneh dan tulisanya benar - benar aneh.
"Sebaiknya aku bawa saja buku ini, dan sepertinya disini sudah tidak ada apa - apa" Ucap tsuki.
Tsuki berkeliling sekali mengecek jika ada sesuatu yang lebih menarik di makam shpinix, namun dia tidak menemukan apa - apa. akhirnya tsuki pergi keluar dan meninggalkan makam shipinix.
"Oiiii klabautermann aku ada hal menarik yang ingin aku ceritakan" Ucap tsuki memanggil klabautermann kedalam kamar.
"Maaf tsuki aku kecapean sepertinya aku ingin langsing istirahat" Jawab klabautermann langsung tidur.
Tsuki ingin memberi tahu seputar buku dan tulisan di makam shpinix, namun tidak ada yang mau mendengarkan akhirnya tsuki menyerah dan berniat memberi tahu pada pagi esok hari.
"Tsuki kau baru terbangun?" tanya klabautermann sudah berada pada kereta unta.
"Eh aku belum siap - siap, kenapa tidak ada yang membangunkan ku?!" Ucap tsuki dari jendela atas.
"Kami telah membangunkan tapi kau bilang lihat menit terus" Ucap elven.
"Maaf aku akan langsung bersiap - siap" Ucap tsuki langsung bersiap - siap.
Perjalanan menuju pasir emas akhirnya tiba.
"Yoshh kita akan lanjut menuju pasir emas" Ucap tsuki sangat semangat.
"Ngomong - ngomong aku ada sebuah barang unik" Ucap tsuki
Semua orang ngobrol satu sama lain, tidak ada yang mendengar apa yang tsuki ingin katakan, akhirnya tsuki memutuskan untuk memberi seputar buku dan makam shpinix kapan - kapan saja.