
Saat ingin kesana ke empat kota sudah sangat ancur
"Apa ini semua kota hancur apa yang terjadi? dimana para warga" Ucap tsuki melihat dari jarak jauh
"Sudah lah kita harus bergegas ayok tsuki" Ucap elven
Elven dan tsuki melanjutkan berlari menuju arah asap yang berada di kota dragon lair inti dari pulau elf.
"Apa yang terjadi disini" Ucap elven melihat sekeliling bangunan kota yang hancur
Rumah - Rumah bahkan pohon banyak hancur seperti terkena serangan ledakan.
"Elven lihat disini ada jejak sihir sangat kuat pekat dan bau" Ucap driad
"Bau?" tanya tsuki
"Biasanya sihir yang memiliki aroma bau busuk adalah iblis yang cukup banyak membunuh orang" jawab elven muka serius menggigit jari jempol
"Iblis!! Kalau begitu kita harus mengikuti jejak ini" Ucap tsuki
"Aku menemukan arah" Ucap hana
"Ayok hana kita pergi langsung!!" Ucap tsuki berlari
"Ok!!" Hana mulai ingin berlari
"Oiii!! kalian pikir panjang dulu kita tidak tahu iblis seperti apa" Ucap elven
"Hahahhahahha tenang saja kita pasti bisa mengalahkan !!" Ucap tsuki tersenyum
Kami mengarah mengikuti jejak saat di tengah perjalanan muncul iblis berbentuk seperti serigala namun memiliki sayap seperti kelalawar.
"Apa itu itu iblisnya" tanya tsuki
"Sepertinya bukan baunya tidak seperti yang tadi" Ucap hana
"Seperti salah satu iblis memanggil mereka" Ucap elven wajah serius
Hana langsung loncat dan menebas iblis itu.
"Woah!!!" Ucap tsuki terkesan dengan kemampuan hana yang meningkat drastis
"Sudah lah kita harus cepat tidak ada waktu kagum" Ucap hana langsung berlari
"Apa semuanya baik - baik saja" Ucap elven dalam hati
"Tolongg!!! kami" Ucap seorang anak kecil kembar perempuan
"Tolong jangan bunuh ke dua putri ku" ucap ibu anak kecil itu menangis memohon kepada iblis
"Haaaa haaaaaa bagus lah seperti itu kau harus jidat kaki ku bersihkan jika anak ku tidak ingin di makan, aku adalah salah satu iblis kuat bernama tembo" Ucap tembok menjulurkan kakinya kepada sang ibu
Saat ibu itu ingin membersihkan kaki iblis itu menendang sang ibu dengan cukup kuat membuat tulang hidung nya patah
"Seharusnya kalian bahagia bisa di bunuh oleh ku ha hah hahahahha" tertawa keras tembo
"Aku mohon ampuni putri - putri ku" ucap sang ibu
"Haaaa!!!" tembo mencoba menyerang sang ibu serangan di tahan oleh katana hana
"Kau tidak apa - apa" Ucap elven sambil menggunakan sihir penyembuhan
"Apa dia iblis nya hana" Ucap tsuki sangat geram
"Sepertinya bukan tapi dia cukup busuk juga" Ucap hana tatapan tajam
"Ha apa kau kesal mendengar aku telah memakan banyak bay-" Ucap tembo kepala nya langsung terpenggal
"Itu pilihan yang tepat hana orang busuk seperti dia tidak usah di ajak bicara" Ucap tsuki wajah serius dan marah
"Apa kalian bisa menjelaskan semuanya?" tanya hana
"Yah sewaktu pagi hari itu sangat damai seperti biasa namun ntah mengapa terjadi ledakan di kota lórien, ledakan disana membuat penjaga bergi melihat kesana namun para penjaga mendadak tewas dan kami berlari sejauh ini lalu di kejar oleh iblis itu mereka memakan para anak" Ucap sang ibu di hentikan berbicara oleh tsuki
"Itu sudah cukup jelas tsuki seperti tujuan musuh kita sebenarnya di dunia ini adalah para iblis" Ucap elven wajah sangat marah dan geram
"Yah" Ucap tsuki
Tsuki langsung menyuruh hana untuk mencari cepat dimana iblis yang memiliki aroma terkuat, ternyata iblis itu berada di tengah dragon lair atau lebih tepatnya di tempat suci
"Lihat lah iblis itu benar - benar mengamuk berusaha menghancurkan dinding pelindung
"Kalian semua keluar aku ingin memakan kalian akhhhh" Ucap sangat iblis sambil memukul - mukul dinding pelindung
Tanpa berbicara tsuki langsung bergegas mendekati iblis itu, badan tsuki berasap mengumpulkan kekuatan penuh di tangan kanannya
"Kau kah iblis itu!!!!" Ucap tsuki memukul sangat keras sang iblis membuat hancurnya telinga sang iblis
"Akhhhhhhh telinga siapa !!! siapa!!!!" Ucap sang iblis
"Gawat tsuki seharusnya dia langsung tidak bisa bergerak" Ucap elven sambil terkejut melihat tsuki yang masih bisa bergerak
"Terima bola ini dari tangan ku" seketika tangan sang iblis itu potong
"Kalian semua tidak aku maaf kaannnnnn" Ucap sang iblis berteriak
Saat sang iblis itu teriak tenggorokan di serang oleh tsuki membuat hancur seketika
"TSUKI!!!" Ucap elven menghampiri tsuki pingsan
"Seperti nya dia benar - benar memaksakan diri" Ucap hana
Elven bergegas masuk menuju sang ayah
"Ohh anak ku!!" Ucap ayah elven memeluk anaknya sambil menangis
"Ayah apa yang terjadi disini kenapa pulau elf sangat hancur oleh satu iblis lemah seperti itu" Ucap elven
"Lemah?! dia adalah iblis cukup kuat tingkat menengah kekuatanya bisa menghancurkan satu pulau" Ucap ayah elven
"Sudah lah cepat ceritakan apa yang terjadi" Ucap elven
"Huuuuuu" raja menghela napas menyuruh semua prajurit dan yang ada disana membantu orang yang terluka
"Ayahhhh cepat katakan kenapa bisa terjadi seperti ini?!" tanya elven menarik kerah sang ayah
"Sebelum itu kita harus menidurkan teman mu di tempat yang layak" Ucap ayah elven
"Dia tidak mati!!!" Ucap elven memukul kepala sang ayah
Hana dan elven mengikuti ayah elven ketua dari suku elf di pulau ini.
"Perkenalkan dulu sebelum saya adalah ketua dari para elf di pulau ini nama ku adalah Veral" Ucap veral
"Sudah lah ayah jangan terlalu basa - basi aku ingin mendengar cerita apa yang terjadi" ucap elven
"Ayah juga tidak tahu pasti apa motivasi semua ini untuk saat ini ayah masih belum tahu dari mana iblis itu dan apa yang mereka rencanakan" Ucap veral
"Sepertinya para iblis memang sangat misterius" Ucap elven
"Sudah lah ayah akan pergi ke dapur untuk memberi hidangan kepada kalian ayah juga ingin tahu apa yang terjadi" Ucap veral
Setelah tiga puluh menit tsuki kembali sadar
"Ahhh huuuuu ternyata hanya mimpi" Ucap tsuki
"Kau tidak apa - apa tsuki?" tanya hana
"Yah aku tidak apa - apa bagaimana dengan iblis itu" Ucap tsuki
"Mereka berhasil di bunuh oleh serangan mu" Ucap elven
"Kau sudah bangun juga akhirnya" Ucap veral membawa rendang dan nasi
"Woahhh apa rendang!!!" Ucap tsuki
"Sambil memakan ada hal penting yang ingin aku sampaikan sebagai seorang raja. tapi sebelum itu aku ingin tahu apa yang terjadi kepada kalian" Ucap veral
"Kalau begitu biar kan aku saja yang menjelaskan semuanya" Ucap dria berubah dari tongkat
"Driadd!!" Ucap veral terkejut melihat driad
Driad menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi
"Sulit di percaya bukan hanya bertemu ratu dari driad tapi kalian juga pergi ke tempat suku naga" Ucap veral
"Lalu ayah apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya elvan
Sang raja para elf itu sujud mengucap terimakasih dan meminta maaf atas sikap sebelumnya
"Terimakasih!!! telah menyelamatkan kami sebagai ucapan rasa maaf aku akan memberikan kalian hadiah pertama kepada elven aku memberi mu kebebasan untuk berpetualang" Ucap sang raja veral
"Apa ayah benar mengizan ku berpetualang!!!"Ucap elven wajah senang
"Yah ayah mengizan kan mu" Ucap veral sambil menghela napas
"Dan hadiah kedua aku mengizankan kalian mencetak atau pun membaca batu nusantara yang berada disini" Ucap veral
"Woahhhh apa kau yakin?!" tanya tsuki dengan sangat senang
"Setelah mendengar cerita kalian aku merasa sangat bersalah bila aku tidak mengizin kan keinginan terbesar dari orang yang menyelamatkan kami" Ucap veral
Semua tersenyum dan tertawa tapi ada hal janggal
"Oi hana Bukanya kau sedang tak sadarkan diri!!!" Ucap tsuki menunjuk hana