Nusantara

Nusantara
Chapter 20 Lórien temple



Pagi harinya hana dan elven sudah terbangun dari tidak sadar kan dirinya, memulai pagi dengan sarapan bersiap untuk pergi ke kota Lórien.


"elven dimana tempat selanjutnya apakah berada kota lórien" tanya hana sambil memakan sarapan nya


"Tempat itu berada di sebuah bangunan aneh tapi aku tidak tahu, seingat ku tempat itu tidak ada sembilan patung berbentuk kuncup bunga seperti ini." jawab elven wajah serius


"Hahahhahahha kita tidak akan tahu sebelum kita kesana" Ucap tsuki tersenyum


Kami pun pergi menggunakan sihir teleport milik elven.


"Tempatnya memang cukup jauh dari kota, itu dia bangunan yang ku maksud" Ucap elven menunjuk sebuah bangunan tua seperti temple.


Kami mendekati bangunan itu saat masuk terdapat banyak tulisan yang mengatakan Lórien.


"Tsuki apa yang tertulis disini?" tanya hana


"Lórien sebuah senjata kuno yang telah memusnahkan banyak iblis di perang arkeo, senjata seperti alat musik bentuknya panjang terbuat dari kayu dan memiliki bolongan untuk mengatur tinggi nada." tsuki membacakan tulisan yang berada di tembok temple


"Sepertinya tempat ini cukup luas seperti dungeon aku merasakan hawa monster." Ucap draid


"Yah tempat ini memang luas terdiri dari tiga lantai" Ucap elven


kami menelusuri lantai pertama ditanyain satu tidak ada monster sama sekali bahkan kami tidak menemukan apapun.


"Seperti disini tidak ada apa - apa bagaimana kalau kita lanjut lantai kedua" Ucap hana


"Ehhhh lantai kedua pasti akan banyak monster" klabautermann ketakutan


"Aku sudah pernah ke lantai dua , monster yang ada di sana hanya tengkorak tapi di lantai ketiga ntah mengapa seperti banyak monster yang sangat kuat" Ucap elven


"Oii elven jangan menakutkan ku" klabautermann gemetar berpegang kepada tsuki


"Yosshhh kita lanjutkan perjalanan kita aku tidak sabar di lantai paling bawah akan ada apa hahahhahaha" Ucap tsuki


Kami pergi ke lantai dua ketika sampai ternyata benar banyak sekali tengkorak berdatangan tapi semuanya bisa di kalah kan langsung oleh sihir draid.


"Tidak!!! lihat lah sudah ku bilang kita pergi saja dari sini, banyak sekali tengkorak disini" klabautermann teriak menunjuk ke arah sekelompok tengkorak


"Wahai rembulan murnikan lah alam semesta ini dengan cahaya mu" Ucap driad melepaskan sihir suci


"Ohhhhh jadi itu adalah sihir suci yang biasa untuk menenangkan para mayat hidup" Ucap hana


"Ahahahahaha aku tidak takut sebenarnya dengan tengkorak lemah itu" Ucap klabautermann dengan tangan di pinggang sambil gemetaran.


"Tsuki kesini bisa kau bacakan ini?" Ucap elven menuju arah nisan yang ada tulisan panjang lebar.


Aku pergi ke arah elven dan membaca tulisan yang berada pada nisan.


"Sebuah tempat naga baru di kurung the underground elf island" Tsuki membacakan tulisan itu.


seketika semua yang ada disana kebingungan


"Selama kita berada di pulau elf tempat yang pertama kali sangat random sejarahnya dan maksudnya sangat susah dimengerti" Ucap hana dengan wajah serius


"Apa maksudnya bawah tanah? dan jika ada naga di bawah pulau elf mungkin saja tempat ini akan runtuh" Ucap elven


"Dahulu kaum naga , driad dan , elf hidup bersama di pulau ini, karna peperangan arkeo para naga di kurung oleh sosok iblis bukan hanya di kurung tapi di buru karna bagian tubuh naga bisa membuat abadi" Ucap driad


"Itu yang jadi masalah apa maksudnya kita tidak tahu" Ucap hana


"Hahahhahahha Bukanya ini seru kita lanjut kelantai selanjutnya sapa tahu kita menemukan yang lain" tsuki tersenyum kepada semua orang.


"Semakin ke bawah semakin gelap" ucap klabautermann


Driad dan elven menggunakan sihir cahaya yang membuat penerangan


"Apa penerangan aman?" tanya hana


"Ama? apa maksudmu?" Ucap klabautermann


"Setahu ku jika kita menggunakan penerangan itu akan menarik banyak monster" Ucap hana


"Tapi jika kita tidak memakai itu juga akan sama bahaya nya" elven


Saat kami berdebat terdengar suara dari jauh, suara itu semakin mendekat kearah kami.


"Apa kalian mendengar suara oi?!" Ucap tsuki teriak agar semua orang berhenti berdebat


"Suara?" tanya hana memfokuskan dirinya untuk menangkap suara.


Tiba - tiba saja ada sosok serigala berwarna merah tapi bulu di bada nya tidak terlalu banyak, badannya panjang seperti manusia mengejar kami.


"Ahhhh!!! lari semuanya" Ucap tsuki berteriak langsung berlari kencang


Kami terus berlari lalu masuk ke dalam ruangan


"Stttt jangan ada yang bernapas dulu"ucap driad


Menunggu sekitar 3 menit akhirnya kami bisa lolos dari kejaran makhluk itu


"Apa itu sebenarnya?!" Ucap klabautermann sambil menghela napas.


"seharusnya hewan itu mustahil muncul sendiri dia adalah makhluk panggilan yang berasal dari abys" driad menjelaskan dengan serius


"Ngomong ngomong kita berada di mana?" tanya hana


Elven langsung menggunakan sihir cahaya begitu terkejut nya saat itu terlihat ada lantai dengan logo bintang


"Bukan kah ini logo iblis?" tanya tsuki


"iyah, tapi bagaimana bisa iblis berada disini? dan apa tujuan mereka?" Ucap hana dengan wajah serius.


Kami sangat kebingungan dan mencoba membuka sedikit pintu keluar namun pintu itu tidak bisa di buka.


"Akhh kenapa ini tidak bisa di buka" Ucap elven memaksa membuka pintu keluar


"Ini seperti di film horor saja" Ucap tsuki pasrah


"Apa dengan di hancurkan ini akan terbuka?" tanya driad


"Oi kau yakin ingin menghancurkan pintu itu, bagaimana jika muncul makhluk serigala itu lagi" Ucap klabautermann


"Jika tidak kita akan terjebak" Ucap hana memang tangan kirinya


"hana kau tidak apa - apa ?" tanya tsuki


"Yah hanya saja aku sedikit tergores" hana menunjukan luka goresan membuat darahnya jatuh kearah lantai.


Seketika gambar bintang menyala berwarna merah mengeluarkan cahaya yang sangat silau membuat mata kami tidak bisa melihat apa - apa, lalu saat membuka kan mata kami berada di sebuah tempat seperti gua sangat besar.