
"Apa yang terjadinya sebanarnya" klabautermann
"Sepertinya ini ada hubunganya dengan surat yang berada di anak panah" Ucap hana
"Hahahahhahaha ini semakin menarik aku sudah memutuskan besok kita akan mencari tahu tentang hana" ucap tsuki tersenyum
"aku sudah tahu kau akan mengatakan hal itu" Ucap klabautermann
"sepertinya petualangan kita akan semakin seruh" Ucap hana
Keesokan harinya kami berkeliling kota sambil mencari informasi tentang elven.
"Permisi" ucap tsuki pergi menanyakan ke adventure guild
"O ada yang bisa di bantu?" Tanya resepsionis
"Aku ingin bertanya sesuatu, apa kau tahu tentang anak bernam elven?" ucap tsuki
"bisa tunggu sebantar" Ucap resepsionis mencari data tentang elven
Setalah menunggu beberapa jam resepsionis datang dia tidak bisa mencari apa-apa tentang elven.
"Apa kau tahu sesuatu?" Tanya klabautermann
"maaf tapi kami tidak bisa menemukan apa-apa dia bukan seorang yang terdaftar di adventure guild, Jika ingin mencari tahu tentang seorang bisa datang ke tempat data penduduk mungkin disana kalian bisa menemukan sesuatu" Ucap resepsionis tersenyum
"Ah tidak apa-apa terimakasih telah meluangkan waktu" Ucap hana
aku langsung pergi ke tempat data penduduk ternyata tempatnya berada di pohon besar didalamnya seperti perpustakaan banyak sekali data penduduk dari generasi ke generasi.
"Ohhhhh lihat lah hana, klabautermann, Ini benar benar hebat sangat banyak sekali data penduduk disini" Ucap tsuki
"Ada yang bisa saya bantu tuan, nyonya?" tanya seorang elf penjaga
"Maaf atas keributan kami, Niat kami kesini ingin mencari data sesorang bernama elven" Ucap hana
"Ok, saya akan mencarinya" ucap penjaga
aku sangat terpukau saat melihat cara penjaga itu mencarikan data tentang elven, dia mengunakan sihir sulit di jelaskan dengan kata-kata tapi energi sihir itu membuat semua buku menyala.
"Apa itu sihir?" tanya tsuki
"Ah yah ini adalah jenis sihir sederhana sebanarnya dokumen disini telah di taro sihir, sehingga saat di aktifkan para penjaga disini bisa tahu dokumen yang di cari. Tapi mohon maaf kami tidak bisa menemukan tentang data dari seseorang yang anda cari" Ucap sang penjaga
"tidak papa, terimakasih telah membantu kami" Ucap hana
"Ini aneh sekali kenapa kita tidak bisa menemukan data tentang elven padahal dia adalah elf, apa dia elf yang bukan asli penduduk sini?" Ucap klabautermann
"Hahahahaha Aku tahu cara apa yang bisa gunakan" Ucap tsuki
"Kau punya ide tsuki, jika boleh tahu apa?" Tanya hana
"Ini ide yang cukup bahaya, kita akan ke tempat lokasi yang di beritahu di surat anak panah itu" ucap tsuki
"Apa kau sudah gila, mereka akan membunuh kita" Ucap klabautermann
"Aku tahu itu, tapi mungkin akan terjadi hal menarik hahahahhaha" Ucap tsuki
Semua tersenyum dan kami setuju untuk pergi ke hutan pysc.
"Walau kita sudah berada di hutan pysc tapi kita tidak tahu dimana tempatnya" Ucap klabautermann
"Aku akan menggunakan insting energi" Ucap hana
"apa kau menemukan sesuatu?!" ucap tsuki dengan semangat
"Maaf sayang nya aku masih kurang, disini terlalu banyak peri dan hewan lainya" ucap hana
"Kau benar ini banyak sekali peri mungkin aku bisa tanya" Ucap tsuki wajah datar
"Oi peri yang disana bisa bantu kami" ucap tsuki memangil salah satu peri
"Eh?!eh?!!" Teriakan peri itu langsung pergi jauh itu membuat semua peri disana pergi.
"Bodoh!! apa yang kau lakukan, peri sangat sensitif dengan mahluk hidup bahkan para elf jarang memanggil mereka" ucap klabautermann
"Aah maaf aku tidak tahu" ucap tsuki dengan wajah santai
"Bukanya ini tempat yang tadi oi tsuki apa kau tahu jalan?!" Ucap klabautermann
"Aku payah soal jalan maaf, aku hanya jalan asal" Ucap tsuki
"Kau ini!!!" klabautermann memukul kepala tsuki
"Aku sekarang bisa merasakan ada 3 orang elf di sebalah sana" ucap hana
Kami mengikuti hana tempat nya berada sangat jauh di tengah hutan, kami menemukan 2 orang elf memakai jubah berwarna putih dan kami menumukan elven.
"Oi el--" ucap tsuki mukut langsung ditutup oleh klabautermann
"bodoh diam kita disini untuk mengetahui siapa elven" ucap klabautermann
Aku sangat bingung padahal aku tidak tertarik siapa elven tapi karna mereka memaksa ku untuk diam aku menuruti mereka.
"Bilang ke ayah ku, aku ingin berpetualang ke seluru penjuru dunia!, dia tidak bisa menyuruhku seperti alat diam di tempat itu" Ucap elven
"Tapi putri ini adalah perintah dari yang muliah sebentar lagi kau juga akan dinikahi"
"Ha?! aku tidak ingin menikah, sudah lah pergi kalian bilang ke ayah ku, aku tidak ingin kembali" ucap elven
"Kalau begitu kami akan membawa putri secara paksa"
Kami terdiam ketika 2 elf itu tiba - tiba mengeluarkan peri bumi mereka menangkap elven secara paksa dengan menciptakan penjara terdubuat dari sehir bumi berupa kayu.
"Oi lepaskan bodoh!!!, Aku tidak ingin ikut kalian" Ucap elven memaksa keluar
"Maaf kan kami putri tapi semua ini perintah dari yang muliah"
"Hana, Bisa kau tebas kayu itu dengan katana mu" ucap tsuki
"Oi apa yang ingin kalian lakukan" Ucap klabautermann
Hana bersiap dengan kuda - kuda nya.
"Aku bisa menebas, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya" Ucap hana
"Hahahahaha kita akan lari bersama elven" Ucap tsuki
Hana berlari menebas kayu itu membuat kayu itu terbelah.
"Kau!" Ucap elven
"Yok anak kecil aku akan membantu mu" ucap tsuki
"Kalian!!!!, cepat menyingkir dari sini jika tidak aku akan membunuh mu" ucap salah satu elf
"Apa yang kalian lakukan? sudah ku bilang untuk tidak ikut campur!! nyawa kalian akan hilang jika ikut campur" ucap elven
"Hahahahhaha jangan khawatir karna aku tidak akan mati disini perjalan kami masih benar-benar jauh, jika kami menyerah hanya karna di ancam dengan kematian kami tidak akan menjadi petualang hebat" ucap tsuku tersenyum kepada elven
"Aku tidak bisa berkata apa-apa kalian ini memang bodoh" ucap elven
"Apa sebaiknya kita langsung LARI, lihat 2 orang itu mukanya sangat menyeramkan seperti benar - benar akan membunuh kita" Ucap klabautermann
Kami berlari menjauhi 2 elf itu, tapi mereka terus - terusan menyerang kami dengan sihir ice dan api, kami tidak bisa apa hanya lari saja bahkan hana tidak bisa membelah api itu.
"Oi hana lakukan sesuatu!!!!" ucap klabautermann
"Aku bisa membelah ice tapi sangat susah untuk api" Ucap hana
"Hahahahhahaha" ketawa tsuki
"Kenapa kau ketawa bodoh?!" tanya elven
"Aku hanya tertawa karna ini menarik" jawab tsuki tersenyum
Bola api tiba - tiba mendatangi ku.
"Tsuki awas!!" ucap hana
Saat itu aku pikir akan mati atau terluka tiba-tiba saja kami berpindah tempat
"Eh?! apa yang terjadi!!!" ucap tsuki