
Halo nama ku Akarui Tsuki sekarang aku sedang berada di Desa yang bernama Violet, aku juga tidak tahu kenapa ini dinamakan desa violet ini desa yang cukup normal seperti desa biasa, dilihat dari segi mana pun, dinding terbuat dari kayu yang mengelilingi desa, rumah yang terdapat cerobong asap di tiap rumah, di desa ini keungulan mungkin dalam bidang pertanian karna padi terbentang luas di luar desa.
Ada Satu masalah yang membuat ku kaget.
"Haaaaa?! bukan kah ini desa Georgi aku sudah lihat peta ini, apakah peta ini palsu" Ucap Tsuki dengan wajah marah ke resepsionis penginapan desa.
"Anu maaf Tuan, bukan peta yang salah peta itu cukup akurat, tapi mungkin tuan salah jalan ini desa cukup jauh dari Desa Georgi yang tuan maksud" Ucap Resepsionis sambil menahan tawa
"Ohhh, ehh- yahhh akuuu- sebenarnya cukup lihai melihat peta tapi mungkin aku kecapean ahahahaha" Ucap Tsuki sambil suara terbata-bata.
Itu memang pengalaman memalukan Malam pertama ku di desa violet dihabis kan dengan tiduran menahan malu sampe aku terbangun di pagi hari.
"Yossssssss, Mari mulai menjelajah desa ini tapi sebelum itu aku butuh makanan"
"Anuuu permisi!!! pesan makanan" ucap Tsuki sangat bersemangat
"Ini menunnya, Kami ada rekomendasi untuk kakak ini jika mau saya akan ambilkan makanannya" Ucap pelayan
"ok aku cobaa" kata tsuki
Aku tidak tahu rekomendasi makanan itu seperti apa, tapi setalah datang baunya sangat lezat ternyata itu gumpalan nasi di atas piring dan di atasanya di taburi daging sapi yang di potong-potong jadi kecil berbentuk kotak dengan bumbu yang bercoklatan.
"Ohhh!!! apa ini ?" Ucap tsuki
"Makanan ini cukup terkenal di desa kami, konon katanya orang dulu yang berasa dari negara bernama Nusantara membuat hal seperti ini mereka adalah nenek moyang dari suku elf makanan ini di sebut Rendang" Kata pelayan menjelaskan dengan suara halus
"Elf kah? aku belum pernah melihatnya, apakah negara nusantara itu masih ada?."
"untuk negara nusantara sudah hilang dari peradapan tidak di ketahui tapi mungkin para elf tahu jika tuan ingin mencari tahu"
Setalah itu aku memakan-makanan yang bernama rendang, lalu mulai mencari tahu tentang peraban nusantara dengan berkeliling di desa sambil mengumpulkan informasi.
"Halo tuan sepertinya kau sedang mencari tahu sesuatu aku bisa membantu mu" Suara seorang nenek-nenek memakai jubah berwarna hitam sambil memegang tongkat.
"wah kebetulan nek aku ingin tanya beberapa hal tentang peradaban nusantara" ucap tsuki
"ahh yang nenek tahu tentang peradaban nusantara hanyalah sebuah prasasti tulisan di ukir di batu yang menceritakan tentang peradaban tersebut dan itu tersebar di penjuru dunia tapi sayangnya itu sedikit orang yang tahu keberadaanya, sepertinya kamu sangat suka misteri nenek ada cerita tentang roh kobold di desa ini ada legenda roh tersebut bentuknya seperti anak kecil memakai topi petani"
"itu sangat menarik!!!!, terimakasih nek!!!"
saat itu aku berkeliling kota mencari roh tersebut sampe malam tapi tidak ada tanda apapun, aku kembali ke penginapan untuk beristirahat dan lanjut besok untuk mencari roh kobold.
keesokan harinya aku pergi menuju perpustakaan untuk mencari seputar roh kobold, terdapat satu buku yang menjelaskan kobold berjudul "Urban Violet Village".
Buku ini bukan hanya menjelaskan kobold tapi buku ini juga menjelaskan tetang legenda legenda desa ini, Intinya roh kobold ini adalah roh yang sering membantu warga tanpa di sadari dia sudah ada dari zaman Nusantara masih berjaya.
"cihh, aku telah membaca buku ini tapi aku tidak mendapatkan petunjuk dimana letak keberadaan roh kobold ini." Ucap tsuki sambil menggaruk kepalanya.
Karna sudah malam aku pergi untuk beristiraht menuju ke tempat penginapan ku.
"Ini sudah cukup malam dan aku mulai mengantuk"
Setelah itu aku menuju ke penginapan pukul menunjukan pada waktu jam 1 malam sudah tidak ada orang di luar.
"Di desa ini karna budaya hampir sama dengan peradaban Nusantara jadi saat lebih dari jam 11 orang dewasa dan anak-anak sudah masuk rumah, budaya di sini masih sangat kental."
Saat aku berjalan di jalan desa hanya aku dan hembusan angin saja yang bertiup
"Ternyata cukup dingin disini jika malam hari, Ha?! apa itu cahaya ungu lewat, oiiii!! tunggu."
Ketika itu aku langsung berlari mengikuti dia berlari keluar desa menuju hutan-hutan dekat desa.
"aduhh cape sekali dia sangat cepat apakah dia roh kobold, yang jadi masalah terbesar saat ini adalah sepertinya aku TERSESAT!!!!" Ucap tsuki sambil teriak di tengah hutan.
"Ha apa ini bongkahan batu apa ini, disini terlalu gelap aku tidak bisa melihat tapi seperti ada pahatan di batu ini."
Saat itu aku meraba-raba batu itu.
"Ha? kenapa batu ini tiba-tiba menyala unggu sangat terang, yang menyala bukan batunya tapi ukiran dari batu tersebut."
"Aku tidak tahu apa maksudnya ini, sebaiknya aku catat saja siapa tahu aku menemuka petunjuk seputar roh kobold dan peradaban nusantara."
Aku selesai membaca dan menulis isi dari prasasti.
"Kenapa ada banyak cahaya berwarna unggu seperti kunang-kunang berkumpul disini."
"Hi hi hi hi, dia menemukanya dia menemukanya" Suara anak kecil perempuan ntah datang dari mana.
"Apa itu?" ucap tsuki
"Mereka akan datang, mereka yang di ramalkan akan datang lalu membebaskan kedamain hi hi hi."
"Mereka? apa maksudmu?, ah suara ini membuat ku pusing."
Saat itu aku telah tidak sadarkan diri dan terbangun.
"Oiiii, apa kau baik baik saja"
"Ha?! Au mata ku, yah aku baik baik saja Maaf ini dimana?." ucap tsuki sambil mengucek matanya
"Ini hutan cukup jauh dari desa, nama ku Rey aku seorang petualang yang sedang mengumpukan herbal, apa yang sedang kamu lakukan di hutan ini dan tertidur?" ucap Rey
Saat itu aku memberitahu apa yang terjadi, tapi.
"Ha? hahahhahaha, mana ada hal seperti itu jika iyah ada prasasti kuno seperti itu desa ini sudah banyak petualang yang kemari, mungkin kau mabuk kali." ucap Rey
Rey pun memberitahu jalan untuk ke desa, aku berjalan menuju jalan yang di tunjukan oleh rey sampe sore hari
"Ah?! Kenapa aku ada disini lagi" ucal tsuki sambil marah marah
"Tsuki? sedang apa kau disini lagi, jangan-jangan kau payah dalam arah ee-Ha Ha Ha" ucap rey tertawa terbahak-bahak.
"Ttti-dak mungkin aku tersesat ahahahaha aku hanya ingin berkeliling disini ahahaha" ucap tsuki
"Sudahlah ayok aku akan mengantar mu sambil aku pulang menuju adventure guild."
Setelah itu aku di antar pulang tapi rasa malu membuat ku ingin bunuh diri.
"Apa kau benar tidak tahu apa-apa tentang prasasti yang aku ceritakan rey?."
"Sudah ku bilang, aku telah t-tinggal di desa ini dari kecil hampir 20 tahun aku tinggal di desa ini, dan tidak ada prasasti seperti itu."Ujar rey sambil terbatah-batah akibat mabok
"Kakak!!!, kau mabuk lagi? ah sudah lah tidak usah ditanya"
"Apa kamu adiknya Rey?" ucap tsuki
"Yah aku adik rey nama ku diva, Ayolah kak kita pulang besok kita akan berangkat."Ucap diva
"Pergi jika boleh tahu kamu ingin pergi kemana?"
"Kami akan pergi ke kota Rain, kami akan naik kapal pagi-pagi dan kakak bodoh ini malah mabok cih." ucap diva sambil wajah marah
Saat itu Rey pun mulai pingsan akibat terlalu banyak minum-minuman keras, aku pun membantu Rey ke rumahnya oiyah ngomong soal diva dia wanita berambut kuning dengan kuncir satu ke belakang dia wanita cukup cantik tapi sikap nya cukup menyeramkan kita memang tidak boleh pandang orang dari luar saja.
"Ah maaf tsuki membuat mu repot"ucap rey
"Sudah kubilang kakak bodoh jangan minum-minum saat pulang untung saja kita tidak terlambat"Ujar diva sambil menatap kakanya dengan tatapan tajam
"Tidak papa itu bukan masalah besar, oiyah apa aku boleh ikut juga menuju kota?"
"Hmmm, sebagai ucapan maaf merepotkan mu aku memberi tiket ini gratis" ucap diva
"Wah terimakasih padahal itu bukan masalah besar"
Akhirnya aku pun pergi menuju kota >~<, aku sangat tidak sabar kota yang akan aku kunjungi seperti apa dan petualangan apa yang akan menunggu ku.