
Kami tiba - tiba berpindah tempat yang tidak tahu dimana saat itu elven tidak sadar kan diri.
"Oi elven!!" Ucap klabautermann
"di hanya pingsan saja tenang saja" ucap hana
"Sebanrnya apa yang terjadi aku pikir aku berada di surga" Ucap tsuki
"Kau!!!" klabautermann memukul kepala tsuki
Elven tidak sadar kan diri cukup lama sampe malam tiba kami membuat tenda disana
"Ini kah Oden buatan hana" ucao tsuki
"Tapi ini oden yang berbeda, baunya juga berbeda" ucap klabautermann
"Aku memasukan tanaman - tananaman khas daerah sini, ini bisa di sebut oden elf" Ucap hana tersenyum
"Aku berada dimana?" Elven bangun
"Ohhh kau sudah bangun!!!" ucap tsuki
Elven terbangun saat itu tapi dia masih sangat lemas lalu hana memberi dia sup oden.
"Apa ini?" tanya elven mencium bau dari oden
"Sudah lah kau pasti akan ketagihan hahahhaha" ucal tsuki
Hana memakan oden dia sangat lahap sambil menangis berkata.
"Apa di luar sana banyak makanan seperti ini?" ucap elven sambil menangis
"Ada banyak sekali jenis makanan yang mempunya ciri khas lezat, lalu kenapa kau menangis?" ucap klabautermann
Elven tiba - tiba berhenti makan lalu wajah menjadi serius
"Tolong bantu aku" ucap elven dengan sujud meminta bantuan.
"Ok aku akan membantu mu hahahahaha" ucap tsuki tersenyum
"Tuuunggu apa maksud mu membantu?, apa kita akan melawan para elf itu?, itu mustahil!" Ucap klabautermann
"Kalian tidak perlu melawan pasukan ayah ku, kita hanya perlu pergi dari sini" ucap elven
"Kalau begitu aku tidak jadi membantu mu" ucap tsuki
"Ha?!!! Ayok lah bantu aku. aku hanya ingin berpetualang aku hanya ingin ke bebasan" ucap elven menangis
"Aku tidak ingin membantu mu kalau kita keluar langsung dari pulau ini" ucap tsuki
"Tapi hanya itu cara ku agar bisa keluar dari pulau ini" ucap elven
"Kita akan melawan" Tsuki tersenyum
"Oiiiii!!!" klabautermann kaget tidak bisa berkata apa - apa dengan keputusan tsuki
"Sebelum itu ada yang ingin aku tanyakan, bisa ceritakan tentang mu elven." Ucap hana
Elven terdiam sejenak lalu mencerita tentang siapa dirinya. Dia adalah seorang putri dari keluarga keturunan bangsawan elf tertinggi, Dia dari dulu tidak di perbolehkan keluar dari tempat suci lama kelamaan dia merasa sangat bosan dan memutuskan untuk pergi diam-diam, walau dia keluar masih berada di pulau yang sama tapi dia sangat senang. seiring berjalanya waktu elven diketahui keluar dari tempat suci dia di beri hukuman oleh ayahnya di kurung selama 1 tahun.
"Setelah satu tahun aku terkurung aku pergi untuk membaca buku tidak sengaja menemukan sihir teleportasi, Sihir ini memang membutuhkan energi cukup besar tapi karna ada sihir itu aku bisa pergi keluar" Ucap elven
"Cerita mu sangat sedih di kurung selama satu tahun di paksa untuk menjadi penerus aku akan membantu mu elven" ucap klabautermann
"Hahahhhaa yosh sudah di putuskan kita akan membantu elven" Ucap tsuki
"Tapi bagaimana cara kita meyakinkan dan mengalahkan para elf itu, mereka benar-benar kuat" ucap hana
"Aku memiliki sebuah rahasia, pulau ini terdari dari empat kota yaitu Eldamar, Lindon, Eregion, Lórien di masing-masing kota memiliki rahasinya seperti senjata kuno sampe ada sebuah tulisan prasasti banyak sekali, mumgkin itu bisa membantu kita" ucap elven
"Tapi kita ini sebenarnya berada di kota mana?"Tanya klabautermann
"Ini jika tidak salah berada di kota eldemar beruntungnya kita tidak terteleport di tempat jauh, Sejujurnya aku tidak bisa mengendalikan sihir teleport ini" jawab elven
"Tempatnya berada di gua, gua tersebut tersembunyi di balik air terjun disana ada bacaan acak" Jawab elven
"Oiyah elven apa kau sakit sampe kau harus membawa tongkat" Ucap tsuki
"Ini tongkat peninggalan ibu ku" Ucap elven tersenyum tipis
Kami pergi menuju tempat yang dimaksud elven namun karna hari mulai gelap kami memutuskan beristirahat.
"Apa disini aman tidak ada serigala atau bintang buas lainya?" Tanya klabautermann ketakutan
"Tenang saja aku telah berbicara pada para peri untuk melindungi kita" ucap elven
"Aku punya pertanyaan kenapa elven bisa berbicara dengan peri sedangkan tsuki saat ingin berbicara saja mereka semua pergi" Ucap hana
"Aku sudah tinggal disini selama 20 tahun lebih jadi aku sudah banyak mengenal para peri" ucap elven
"Eh?!! kau sudah umur 20 ku kira kau masih 12 tahun" Ucap tsuki
Aku pun di pukul oleh elven pada malam itu, Setelah itu kami tidur dan keesokan harinya melanjutkan perjalan.
"Ohh lihat!! apa itu air terjun yang di maksud" Ucap klabautermann.
"Kita hanya perlu melwati air terjun itu dengan lompat" Ucap elven
"Ehhhhhhhh" Wajah datar klabautermann melihat air terjun itu mengalir kebawah sangat dalam
"Yossh kita lompat!!!" Ucap tsuki lari melompati air terjun itu.
Kami berhasil melompati air terjun dan masuk ke dalam gua, di dalamnya nenar terdapat banyak tulisan acak.
"Lihat lah di batu kecil ini terdapat sebuah tulisan mengenai sejarah eldemar penulisnya adalah driad" Ucap tsuki
"Aku tahu soal driad ku pikir itu hanya mitos" Ucap hana
"Apa yang tertulis di situ tsuki?" Tanya klabautermann
aku membacakan isi dari batu itu menjelaskan asal usul terjadinya kota eldemar.
"Dahulu pulau ini adalah pulau yang susah untuk di temukan sesorang jayanya nusantara membuat semua dunia menjadi lebih damai, ada seorang Elf pertama kali menginjakan kakinya di pulau ini." Ucap tsuki membacakan tulisan yang berada di batu kecil
"apa maksudnya?" tanya klabautermann
"Sepertinya bukan hanya tulisan di batu kecil saja, mungkin saja tulisan di sekeliling ini mengandung petunjuk" ucap elven
Aku membacakan semua yang tertera di dalam gua itu, bacaan seperti mantra.
"Sejarah terlupakan, kami adalah sosok peri biasa memiliki hidup abadi" Ucap tsuki membacakan isi tulisan di setiap tembok
beberapa menit setelah membaca itu tulusan itu menyala lalu menghilang masuk ke dalam tongkat elfen.
"Ah apa yang terjadi dengan tongkat ku" Ucap elven
Sinar keluar dari tongkat itu lalu muncul sesosok wanita berambut hijau dengan pakaian mengunakan daun dan bercahaya seperti peri.
"sudah lama sekali aku tidak merasakan sensai tubuh ini"
"apa ini?" ucap klabautermann
"Ohh aku sudah lama tidak melihat elf dan manusia kenapa kalian kesini"
"Oi kami yang harus bertanya siapa kau?" Ucap klabautermann
"Tidak sopan sekali kau kepada wanita peri kecil"
"Permisi sebelumnya sebanarnya kamu siapa?" ucap hana
"Yang satu ini anak perempuan sangat sopan, seharusnya kalian tahu siapa aku, kaum kami sangat banyak kami di kenal dengan sebutan driad.
Semua terdiam dan kaget.