Nusantara

Nusantara
Chapter 19 dunia di dalam ruangan



"Yosshhh dengan teleport ini kita bisa kemana saja dengan cepat di tambah elven tidak pingsan." Ucap tsuki


"Elven tempat ke tiga ini berada di mana?" tanya hana


"Itu tempatnya berada di depan" jawab elven


"Rumah rusak itu?" Ucap hana


"yah walaupun terlihat rusak saat kita masuk rumah itu masih bagus." Ucap elven


"Ohhhh ini adalah salah satu sihir ilusi milik kaum driad" Ucap driad


Kami pergi menuju rumah yang berada di tengah hutan, mengejutkan nya saat kita masuk semuanya terlihat baru bahkan jendela yang bolong terlihat dari luar saat di dalam tidak ada bolongnya.


"Ini sangat keren bagaimana dia membuat hal ini" Ucap tsuki melihat sekeliling rumah


"elven dimana ruangan yang terkunci?" tanya hana


"Itu ada di lantai tiga tapi sebelum itu kita butuh izin dulu, jika tidak mendapatkan izin darinya kita hanya akan kembali ketempat ini." Ucap elven


"Izin darinya apa yang kau maksud darinya ?" tanya klabautermann


"dia adalah penjaga tempat ini bernama drac sia seorang vampire" jawab hana


"Vampire!!! aku belum pernah melihatnya hahahhahahha" tsuki sangat bersemangat


"Ohh vampire itu ada dimana?!" tanya hana ikut bersemangat


"Eh?! kalian kenapa sangat bersemangat dengan vampire mereka kaum yang dingin percaya lah sangat susah berbincang dengan mereka" Ucap klabautermann


"Tenang saja yah walau dia vampire yang jutek tapi dia baik" Ucap elven


Akhirnya kami mengikuti elven menuju arah kamarnya.


"Elven kenapa dia berada di dalam kamar padahal bertugas sebagai penjaga" tanya hana kepada elven sambil berjalan


"Dia bekerja biasa sangat malam karna kebanyakan vampire bangun jam 20:00 malam hari. tapi sekarang ini baru sore" jawab elven


"Vampire vampire vampire" tsuki sambil melompat - lompat tak sabar melihat vampire


Setelah berjalan cukup jauh kamarnya berada di sangat ujung saat di buka hanya ada peti mati dan ruangan tertutup sangat gelap hanya ada sinar dari lilin.


"Vampire!!!!, mana vampire?! mana?!" Ucap tsuki


"Dia sepertinya masih tertidur" Ucap elven


"apakah dia tertidur di peti mati?" Tanya hana


"Bukan dia tidur di lemari" Ucap elven dengan wajah datar


"Ehhhh?!!! ku pikir vampire tidur di peti mati" Ucap klabautermann dengan wajah kaget tidak mengira


"Ha?! kalian berisik sekali" suara dalam lemari


keluar sosok orang dengan kulit pucat memakai jubah berwarna hitam.


"Lama tidak berjumpa drac" Ucap hana sambil melambaikan tangannya


"Ohhhh elven lama tidak berjumpa kenapa kau kesini ? " tanya drac


"Sebelum itu perkenalkan ini teman - teman ku, yang berambut Pink saluran itu adalah hana, berambut hitam memakai anting 1 daun maple itu tsuki, dan roh kecil itu adalah klabautermann." Ucap hana


"jahat sekali elven aku adalah driad" Ucap driad keluar dari tongkat elven


"Driad?! wow itu sangat jarang sekali, lalu apa tujuan kalian kemari?" ucap drac


"kami kesini ingin membuka pintu yang tidak bisa dibuka" Ucap elven


"Bukanya waktu itu kau telah mencoba segala cara tapi tidak bisa membukanya" Ucap drac


"aku sekarang sudah punya kuncinya" Ucap elven


"EH?!!" drac terkejut


Kami akhirnya menuju lantai tiga sambil berbincang.


"paman drac apakah vampire minum darah manusia?" tanya tsuki


"Itu sudut pandang dari maba, kami kaum vampire tidak suka dengan darah manusia kami makan minum normal" jawab drac


"Ehhhhhhh?!" tsuki kaget mendengar fakta itu


"Pulau vamp dimana itu?" Ucap tsuki


"Aku pernah mendengarnya pulau nya sangat jauh dari sini pohon tumbuhan hewan disana berbeda dari biasanya ada yang menyebutnya itu rawah iblis ada yang menyebut kota iblis" Ucap klabautermann


"Ehhhhh apa itu aku belum pernah mendengarnya yosshhh kita akan kesana" Ucap tsuki tersenyum


"Kita sudah sampai ini dia pintunya" Ucap elven menunjuk sebuah pintu terbuat dari pohon kayu.


pintu itu di penuhi oleh ranting kecil kayu, kami membuka dengan kunci saat di buka didalam nya bukan ruangan tapi sebuah hutan.


"Apa ini?" tanya hana


"Ntah lah bagaimana jika kita masuk dulu" Ucap elven


"oi driad, klabautermann, drac kalian tidak masuk?" tanya tsuki


"Kami para peri sepertinya tidak bisa masuk" Ucap driad


"Aku vampire tidak tahan sinar matahari aku akan menunggu disini" Ucap drac


"Ini mengejutkan bagaimana bisa di dalam rumah sekecil itu terdapat hutan yang sangat indah bahkan ada sungai dan air terjun" Ucap Hana


Kami berusaha mencari petunjuk tentang tempat itu berkeliling tapi tidak menemukan apa - apa. saat itu berada cukup dalam di hutan ada sebuah rumah kecil kami memasuki begitu mengejutkan ada seorang driad.


"Ahh itu rumah kecil apa disini ada sesorang" teriakan tsuki


"Kita akan lihat ada apa disini " Ucap hana membuka pintu rumah itu


"Oyahhh sepertinya ada tamu" Ucap sosok driad


"Ehhh?!! ada driad satu lagi" tsuki sangat terkejut melihat sosok driad dengan mahkota


"Perkenalkan nama ku ada heven seperti yang kalian lihat aku seorang driad, sudah lama sekali aku tidak melihat elf" Ucap heven


"Nama ku adalah elven aku disini ingin menanyakan beberapa pertanyaan" Ucap elven


"Oh oh oh aku juga ingin bertanya banyak hal" Mata berkilau tsuki.


Kami di persilakan duduk dan di buatkan sebuah teh bersama makanan ringan


"jadi apa yang ingin kalian tanyakan?" Ucap heven


"Pertama sebenarnya siapa kau? kenapa di rumah ini ada hal seperti ini? apa kau yang membuatnya " tanya elven


"Wow kau cukup banyak bertanya, siapa aku? aku adalah seorang driad ratu dari para driad. semua rancangan disini aku yang membuatnya kalian tahu 4 kota Eldamar, Lindon, Eregion, Lórien ini adalah erigion dunia yang aku buat sendiri untuk." jawab heven


"kenapa kau membuat teka - teki ?" tanya hana


"Aku membuat teka - teki ini agar sesorang tidak tahu rencana kami. apa kalian telah membaca prasasti besar berada di dragon lain?" Ucap heven


"Kami belum kesana tapi setelah ini kami akan kesana, aku ingin bertanya satu hal" Ucap elven


elven menceritakan kondisinya dimana tongkat nya tidak bisa dia bawa keluar dari pulau ini.


"Hmmmmmm sepertinya kau cucu dari hiro, aku akan menjelaskan dan membantu mu. kenapa kau tidak bisa mengeluarkan tongkat itu karna sebenarnya tongkat itu adalah driad dia terikat oleh kontrak lama. yang perlu kau lakukan hanyalah memperbarui kontrak. caranya pergi ke kota Lórien lalu temukan sembilan patung letakan patung ini di tengah nya" penjelasan heaven


"satu hal penting yang tidak kalah penting yang ingin aku tanyakan, apakah kau tahu tentang nusantara?" tanya tsuki dengan wajah serius


"mungkin semua pertanyaan mu akan terjawab di dragon lain" Ucap heven tersenyum tipis


Tiba - tiba saja aku pusing dan mulai tidak sadarkan diri, saat terbangun kami semua berada di luar ruangan dan kunci itu hilang


"Kalian tidak apa - apa ?" tanya drac


"Apa yang terjadi drac?" Ucap elven kebingungan


"tiba - tiba saja kalian berteleport kesini dengan kondisi kalian tidak sadar kan diri" Ucap drac


"Ini semakin seru hahahahaha sebaiknya kita cepat berangkat ketempat berikutnya" Ucap tsuki tersenyum


"Maaf aku tidak bisa pergi sekarang karna kejadian tadi semua energi ku habis" Ucap elven


"Aku juga ntah mengapa aku sangat lemas" Ucap hana


"Sepertinya dunia itu menghabiskan banyak energi kalian, itu adalah hipotesis ku tapi kenapa hanya kau tsuki yang tidak merasa lemas itu sangat aneh" Ucap drac dengan wajah serius


kami membantu hana dan elven ke kamar dan beristirahat agar besok bisa melanjutkan perjalanan menarik ini dan bisa memecahkan apa yang terjadi sebenarnya, semua ini seperti ada hal besar yang di sembunyikan.