Nusantara

Nusantara
Chapter 17 Driad



"Ehh apa maksudmu driad seorang peri legenda yang bisa mengunakan semua elemen" ucap klabautermann


"Legenda? Apa yang kau maksud" Tanya driad


Hana menjelaskan situasi kepada driad saat itu.


"Ku pikir aku tidur hanya 5 tahun ternyata ini sudah lewat dari ratusan tahun, kaum ku juga sepertinya sudah jarang apa saat aku tertidur lama mereka membantai kaum ku" Ucap driad


"Mereka apa maksudmu dengan mereka?" Tanya elven


"Para kaum iblis kami kaum peri selalu bermusuhan dengan kaum iblis karna mereka selalu memburu kami untuk kekuatan mereka" Jawab driad


"lalu apa yang ingin kau lakukan driad?" Tanya tsuki


"Aku juga tidak tahu, aku tidak memiliki tujuan" jawab driad


"Yosh bagaiman jika kau ikut dengan kami" ucap tsuki


"Aku bisa saja, jika aku bisa keluar dari pulau ini" ucap driad


"kenapa? apa kamu tidak bisa keluar dari pulau ini?"tanya hana


"Yah sebagai seorang peri yang terikat oleh alam sini aku tidak bisa meninggalkan pulau" Jawab driad


"Ohhh sekarang aku mengerti kenapa aku tidak boleh pergi dari pulau ini dan kenapa tongkat ku selalu kembali saat hanyut di laut lepas" Ucap elven


"Apa maksudmu mungkin jika kita bisa menyelesaikan puzzle dari 4 kota ini kita bisa menemukan jawabannya" Ucap klabautermann


"Sebelum itu aku ingin menanyakan sesuatu, apa kau tahu tentang nusantara?" tanya tsuki dengan wajah serius


"Kaum nusantara aku hanya tahu sedikit tentang kaum itu" jawab driad.


Driad menceritakan kisahnya bertemu dengan kaum nusantara seorang ras elf bernama hiro.


"Hiro adalah seorang yang baik rambut panjang dengan badan besar dia pertama datang kesini lalu berbincang dengan para peri singkat cerita dia sudah tinggal di tempat ini berbulan-bulan dia selalu menceritakan tentang nusantara dan sebuah senjata kuno yang tersebar di seluruh penjuru. Selang beberapa tahu desa terdiri di mata air suci dragon lair, aku tidak tahu kenapa itu dinamakan dragon lair dia menulisa di batu besar tulisan yang susah kami baca di sebut keberadaan" Ucap penjelasan hana


Kami sangat bingung banyak pertanyaan di kepala kami saat itu.


"Karna aku tidak ada alasan menolak permintaan mu aku akan ikut menjadi tongkat anak ini." Ucap driad tersenyum kepada elven


"sepertinya kita ada masalah lain" ucap klabautermann


"Masalah?" tanya tsuki


"Lihat lah bagaimana cara kita keluar dari tempat ini kita sangat susah untuk menyebrang melewati air terjun" Jawab klabautermann


"Jangan khawatir aku bisa membantu kalian" Ucap driad


Saat itu driad menunjukan langsung sihir bumi kayu, dia membuat jembatan agar kuta mudah menyebrangi air terjun itu lalu setelah itu kami melanjutkan perjalan menuju lindon.


"Kota berikutnya mungkin akan cukup sulit" Ucap elven


"Apa maksud mu elven dengan sulit?" Tanya hana


"Tempat berada di tengah kota kita harus masuk selokan di tengah kota tersebut, sepertinya ayah ku sudah menyiapkan banyak pasukan berkeliling" Ucap elven


"Hahahahahaha aku punya rencana tapi sebelum itu kita perlu sesuatu" Ucap tsuki


"Tidak sepertinya akan muncul ide gila" Ucap klabautermann wajah pasrah


semua orang saat itu setuju dengan ide ku dan mengambil beberapa barang yang di butuhkan.


"Oiii! apa maksudnya ini?" ucap klabautermann


"Menyamar" Jawab tsuki


"menyamar dari mana!! lihat lah rambut ini hanya di taro daun-daun kering saja" Ucap klabautermann


"kita coba saja dulu" Ucap tsuki


Kami pergi menuju ke kota Lindon.