
"Kepada alvous kami akan kembali ke kota ini mungkin dalam beberapa hari yang akan datang, kami telah meninggalkan uang dari penjual gold barry" tertanda surat dari tsuki.
"Apa dia sudah membaca surat kita?" tanya tsuki.
"Aku juga tidak tahu, ngomong - ngomong jeff seberapa jauh tempat itu?" tanya klabautermann.
"Kita akan menempuh jalur aman, jika dari peta itu kita akan sampai sekitar empat hari" jawab jeff.
"Kenapa empat hari?" tanya hana.
"Kita akan pergi ke desa polpus untuk beristirahat dan membeli beberapa kebutuhan" jawab jeff menunjuk menjelaskan dengan peta.
"Lihat seperti ada yang mendekati kita, berlari sangat cepat" elven menunjuk ke arah sesuatu sedang berlari di padang pasir.
"Ituu sebaiknya kita lari!!!" Ucap jeff langsung meninggalkan kereta unta.
"Ada apa memangnya?" tanya klabautermann.
"Dia adalah monster daerah sini, katanya saat dia berlari dia akan menabrak apapun, sudah lah ayo kita lari!!!" jawab jeff berlari menjauhi kereta unta.
"Monster itu seperti dinosaurus atau kapal?" ucap hana.
"Oi apa yang kalian lakukan!!! cepat lari!!, aku tidak tanggung jawab kalian mati" Ucap jeff dari jauh.
Hana memulai kuda - kuda dan membuka katana saat monster mulai dekat, hana langsung menebas membuat kepala monster tersebut terpenggal.
"Ohh apa ini bisa di makan dagingnya?" tanya tsuki.
"Aku juga ingin mencoba rasa daging baru"mengeluarkan air liur, elven tertarik dengan daging.
"A.." Ucap jeff tidak bisa berkata - kata.
"Jeff lihat lah daging nya benar - benar sangat besar" Ucap tsuki memanggil jeff.
Jeff langsung menerima kenyataan itu, dan pada malam harinya tsuki dengan yang lainnya memutuskan untuk beristirahat.
"Apa desa itu masih jauh jeff?" tanya hana.
"Yah lumayan jauh, tapi mengejutkan ternyata kalian sangat kuat" Ucap jeff.
"Ahahahahaha tidak sekuat itu Ahahaha" Ucap tsuki tersipu malu.
"Aaa apa kita bisa memakan daging ini sekarang hana?" tanya elven tidak sabar ingin makan.
"Tunggu sebentar bodoh!!!" klabautermann memukul kepala elven.
Kami bersenang pada malam itu dan keesokan paginya ada masalah yang sangat serius."
"Oi apa ini ?!!" Ucap klabautermann.
"Akhhhh mata kuuuuuu!" Ucap tsuki kelilipan pasir.
"Sepertinya cuaca tidak berpihak ke kita." Ucap jeff.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya hana menutupi matanya dari badai pasir.
"kita hanya perlu diam saja!!!". Ucap jeff teriak
Driad muncul membantu kami berlindung dengan menutupi kami menggunakan kayu.
"Ohh driad terimakasih!!!"Ucap klabautermann.
"Driad kata mu?!!" jeff sangat kaget melihat driad peri yang terbilang langkah.
"Maaf kami belum mengenalkan, nama dia adalah driad" Ucap tsuki mengenalkan driad pada jeff.
"Sebenarnya kalian siapa?!" tanya jeff.
"Eh... kami hanya lah kelompok biasa" jawab tsuki.
"KELOMPOK BIASA KATA MU!!!" jeff berteriak.
"Itu kenyataan lalu jika kami bukan kelompok petualang biasa apa?" Ucap tsuki.
"Akh sudah lah aku sudah kehabisan kata - kata" Ucap jeff
"Jeff aku ingin bertanya apa perbedaan tempat pasir ini dengan pasir emas?" tanya hana.
Jeff menghela nafas "Seperti namanya disana adalah pasir berwarna emas, memiliki kandungan emas yang cukup tinggi" jawab jeff.
"Percuma jika kau berfikir bisa membawa emas itu" Ucap jeff.
"Ehhhhh" Wajah kecewa klabautermann.
"Tapi peta ini hanya setengah saja, apa kita yakin akan kesana?" Ucap hana.
"Kita sudah sampai sejauh ini sayang jika balik lagi" Ucap tsuki tersenyum.
"Aku juga santa penasaran dengan makanan yang ada di desa polpus" Ucap elven.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya badai berhenti kami melanjutkan perjalanan menuju desa polpus.
"Kenapa memilih unta dari pada kuda?" tanya tsuki.
"Alasan utamanya adalah unta lebih bertahan di gurun pasir dan harganya terbilang murah." jawab jeff
"Aku sangat bosen apa perjalanan masih jauh?" tanya tsuki mengeluh.
"Lihat Sepertinya desa sudah terlihat" jeff menunjuk ke arah desa, yang bangunan nya terbuat dari pasir.
"Itu kah pemandangan desa polpus" Ucap tsuki.
"Aku sangat tidak sabar untuk makan" Ucap elven teriak bersemangat.
Kami sampai di gerbang desa polpus, pada sore hari. saat memasuki bangunan nya benar - benar berwarna putih, pencahayaan menggunakan obor membuat desa ini cukup bagus saat malam hari.
"Apa lantai nya juga pasir?" tanya tsuki.
"Lantai tidak terbuat dari pasar, alasan batu bata disini menggunakan pasir putih agar saat terjadi badai pasar tidak terlihat kotor" penjelasan dari jeff
"Eh kau tahu detail tentang desa ini" Ucap klabautermann.
"Aku sudah pernah berdagang dua puluh tahun di desa ini" Ucap jeff.
Jeff mengantar kami ke tempat penginapan desa, tempatnya seperti rumah pada umumnya.
"Eh apa ini penginapan?" tanya tsuki.
"Walau terlihat sangat kecil tapi ketika masuk kedalam kalian akan sangat kaget" Ucap jeff.
Benar saja saat masuk benar - benar membuat cukup terkejut, karna berpikir rumah yang biasa aja pasti tidak terlalu mewah di dalamnya. Tapi saat masuk keramik terbuat dari keramik termahal, di tambah penerangan lampu menggunakan chandelier terbuat dari emas asli.
"Selamat datang di royal sand" Ucap dua pelayan ras manusia kucing dengan baju jas hitam.
"Kami ingin memesan kamar, bisa tolong antar kan makanan ke kamar kami?" Ucap jeff
"Yah bisa, untuk kamarnya silakan ikut ke arah sini" pelayan tersebut mengantar kami menuju kamar.
"Woah kamar benar - benar luas" Ucap tsuki.
"Ini adalah ruangan untuk istirahat tuan - tuan, jika perlu bantuan bisa bunyikan lonceng" Ucap pelayan.
"Akhirnya aku bisa tidur di kasur!!!" Klabautermann melompat kearah kasur
"Tsuki , hana , elven lihat kah kasur ini sangat empuk dan lembut" Ucap klabautermann
Jeff datang bersama pelayan membawa banyak jenis makanan.
"Bismillah" Ucap tsuki langsung memakan - makanan yang di berikan.
"Bismillah? apa itu ?" tanya hana.
"Sebelum kita berangkat ke desa ini aku belajar beberapa kebiasaan orang sini" Ucap tsuki.
"Mohon maaf tuan, memang itu adalah kebiasaan kami segala sesuatu ucapkan Bismillah" Ucap pelayan.
"oh karna budaya dan kepercayaan" Ucap hana
"Kau benar itu adalah kepercayaan kami, baiklah saya izin pamit jika perlu bantuan bunyikan lonceng kapan saja" Ucap salah satu pelayan tersenyum lalu pergi keluar dari kamar.
"Apa orang - orang disini kebanyakan ras manusia kucing?" tanya hana.
"Yah mayoritas disini adalah ras kucing" jawab jeff sambil makan.
"Hahahahahaha aku tidak sabar untuk berkeliling desa ini" Ucap tsuki tertawa.