
Ruangan Dv'2
Ehmm Ehmm......
Suji, kamu kenapa? Kamu sedang tidak enak badan kah? Tanyaku
"Tidak kok, tapi hari ini aku seperti nya melihat ada pasangan baru nih di tim kita ''sambil menoleh ke vian"
"Heii suji, apa kamu berpikir terlalu aneh, aku dan lisa teman tidak ada hubungan apa-apa iya kan lis "menunggu jawaban lisa"
"Iya nih suji kamu terlalu berlebihan aku dan vian cuma sebatas teman"
Melihat ke arah tangan lisa
"aku baru tau Kamu memakai cincin pernikahan, Apa kamu sudah menikah? "lirik suji sambil melihat kearah tangan"
saat bersamaan lisa binggung harus menjawab apa, tapi tiba-tiba....
"Wah wah seru nih.. Mhmmm aku sih yakin kalau si lisa ini menikah pun kalau di lihat dari bentuk penampilan nya pasti menikah dengan yang orang yang sama bentuk nya "tertawa terbahak-bahak"
"Riani! Atas dasar apa kamu menghina lisa! "Bentak suji"
"Sepertinya kalian sama deh, sama-sama
M E N J I J I K A N "berjalan ke luar"
"Kamu!! "Marah"
"suji sudah kamu jangan terpancing oleh nya aku tau dari awal dia sudah memang tidak suka melihat ku jadi kamu tenang saja "ucapku''
"sudah kalian siap-siap kita akan ke lokasi syuting buat persiapan properti "sahut vian"
Setelah mendengar ucapan riani membuat ku sedikit pusing! Kenapa selalu saja ada masalah yang muncul..."menepuk kening"
Kringgg.... Kringgg... Kringgg....
"Telfon dari naira"
"Hallo kakak! sudah lama tidak berkunjung kerumah apa kakak tidak merindukan kami semua!"
"Ah iya kakak akhir pekan akan berkunjung kerumah, kakak benar-benar sibuk karena kerjaan menumpuk"
"oke kak! Tapi kalau berkunjung jangan sendiri ya ajak kakak ipar juga. Oke bye"
Tut... Tut... Tut... Tuttt....
Haiss kenapa anak ini selalu tidak sopan sekarang mematikan telfon tiba-tiba
.
.
~ Lokasi syuting ~
Ributtt.... Ributt....
"Asisten hee"
"Apakah sudah beres? Bagian lukisan itu geser ke kiri! Yang itu jangan terlalu tinggi..."
"Semakin hari semakin cerewet saja!"
"Ketus suji"
sementara itu diwaktu yang bersamaan
"kael... Panggil Jessi"
"Ada apa! sahut kael dengan datar"
"Akhir pekan bagaimana kita dinner hitung-hitung tanda sukses kerja sama ini, bagaimana?"
"iya "Jawab kael"
.
.
"Lisa sudah la dia bukan urusan mu!"
Kita mulai pemotretan nya. pungkas sutradara'
Cekrekkk..... Cekrekkk...... Cekrekkk......Cekrekkk......
"Di sisi lain"
"Eehhh kenapa kepala ku tiba-tiba pusing yaa tadi masih baik-baik saja...."
Brakkkkkk......!! "Terjatuh dan pingsan"
"Berbisik-bisik"
"Siapa yang pingsan..."
"Itu kan anak baru kemarinn...."
"Kok bisa pingsan....."
"Lisa! Kamu kenapa. berteriak dengan panik"
"lisa kamu kenapa? "Mengangkat ke ruangan"
"vian, apa yang terjadi pada lisa "tanya suji"
"Aku juga tidak tauh pasti, tapi dokter sebentar lagi datang tenang saja"
Lima menit kemudian
"Permisi, saya mau periksa nona lisa terlebih dulu"
Silahkan dokter!
"Bagaimana dok, kenapa lisa tiba-tiba saja pingsan? "ungkapan suji yang cemas"
"Tenang saja nona lisa tidak apa-apa, dia hanya terlalu kelelahan ditambah sedikit stres ringan "ucap dokter"
"Apa! stres ringan? Bagaimana mungkin dok, lisa setiap hari terlihat baik-baik saja "kata vian"
"stres bisa di sebabkan karena beban pikirkan, mungkin saja nona lisa setiap harinya tidak ingin menunjukan kepada kalian "tegas dokter"
"tapi tenang saja ini bukan sesuatu yang serius, nona lisa hanya perlu ketenangan pikiran dan istirahat yang cukup saya sudah resepkan obat, silahkan kalian tebus, saya permisi dulu ''berjalan keluar''
"Terima kasih dokter...."
"vian apa lisa baik-baik saja? dokter bilang lisa mengalami stres ringan ternyata lisa setiap hari menutupi nya dari kita ''menangis"
"sudah lah suji kalau kamu menangis nanti lisa melihat akan membuat dia semakin kepikiran yang terpenting kita harus bisa membuat suasana hati dan pikiran nya lebih baik "pungkas vian sambil menatap lisa".
~Ruang istirahat VIP~
"Kamu tidak ingin melihat lisa? "Tanya manager chandra"
"Tidak kak ini akan mempersulit keadaan" jawab nya dengan wajah yang datar
"Tapi kamu sudah dengar sendiri perkataan dokter! Bagaimana mungkin kamu tega begini ke lisa, kael aku hanya mengingat kan mu, lisa gadis yang baik dan coba la membuka hati untuk nya kalau kamu tidak mencoba kamu tidak akan pernah tau "keluar meninggalkan ruangan"
"Membuka hati? Itu tidak mungkin...."
"tapi kalau tidak mencoba bagaimana kamu tau sial kenapa ucapan kakak manager terus terngiang-ngiang di telinga ku!"
"Lisa aku akan memberimu kesempatan...."
"Tapi aku tidak berharap jauh untuk itu....."
ucap kael sambil menatap ke arah pintu