
~RUMAH~
Setelah perbincangan tadi akhirnya aku dan dia memutuskan untuk mulai menerima "Pernikahan" ini
Begitu banyak gunjang-ganjing awal pernikahan kami dan pada akhirnya kami memutuskan bersama untuk memulai sebelum terlambat...
Entah ini keputusan yang benar atau tidak, aku dan dia juga tidak tau..
Tetapi....
Ada hal yang masih terus terpikir olehku yaitu ucapan riani pagi tadi di kantor...
Walaupun kami memutuskan memulai sebelum terlambat tapi tetap saja tidak akan di ketahui orang lain "menghela nafas"
Tap.. Tap.. Tap "langkah kaki"
"kamu sudah makan belum? "Tanya Jeon"
"belum,apa kamu mau makan? kalau begitu tunggu sebentar aku akan siapkan segera "melangkah perlahan keluar"
"Tidak... Tidak... Tidak..."
"Aku yang akan memasak hari ini khusus untuk istriku "memeluk dari belakang dengan lembut"
deg.. deg.. deg...
Suara Jantung ini begitu kencang!
Jangan-Jangan benar lagi aku udah tersihir oleh nya "ucap dalam hati"
Ya sudah kalau kamu mau nya begitu, mari kita kebawah "menarik tangan"
RUANG DAPUR
"Kamu tunggu disini, aku akan siap kan sebentar "katanya dengan senyum yang hangat"
Tidak lama kemudian...
Kringg... Kringg... Kringgg... "suara telfon rumah"
Berjalan meraih telfon
Hallo....
"Lisa! Apa kamu udah lupa dengan ku! "Teriak syaira"
"Astaga sya, gimana mungkin aku melupakan mu"
"bagaimana kabar kamu dinas di luar negeri? "Mengalihkan pembicaraan"
"Lagi-lagi kamu mengalihkan pembicaraan "Haihhh"
"Tapi, kamu tenang aja aku lusa akan pulang, kamu jemput aku di bandara. Oke "ketus syaira"
"Iya kamu tenang aja! Ucapkuu
"Omong-omong aku udah mendengar semua kejadian di kantor Dv'2"
"Kenapa kamu tidak cerita ke aku! Apa aku kurang bisa di andalkan? "Kesall.. "
"Bukan... Bukan seperti itu cerita nya panjang!
Nanti kalau kamu sudah kembali aku akan ceritaa kan semuanya"
"sudah dulu, aku tunggu kamu menjemput ku lusa! see you baby! Tutt.... Tuttt.... Tuttt "mematikan telfon"
"Anak ini memang tidak berubah sedikit pun "menghela nafas"
"Dasar syaira JOMBLO, pantas aja nggak punya doi orang suka matikan telepon tiba-tiba, ya sudah lah...."
.
.
Kringgg.... Kringgg.... Kringgg.... "Suara telfon"
"Anak ini ya! Jahilnya nggak kurang dari dulu "mengangkat telfon "
"Sya ada apa lagi kamu! "Berhenti berbicara"
"Hallo lisa kita bertemu lagi "tertegun mendengar suara Jessi"
"Kamu... Kamu mau apa "gugup"
"Aku cuma mau mengingatkan ke kamu satu hal Kamu dengar kan baik-baik ya"
"aku sudah lama menyukai kael! dan akan selama nya menyukainya "tegas"
Hhmm....
"Menurut kamu siapa yang lebih pantas dengan nya? aku Jessi artis terkenal yang di sukai banyak pria atau kamu Lisa orang udik dan pegawai kantor biasa!"
"nagaimana menurut mu? "Bertanya dengan sinis"
"Sudah Jelas kan, biar aku yang jawab ya siapa lagi kalau bukan aku JESSI! "Tegasnya"
"Mari bertaruh! Aku atau kamu yang lebih pantas untuknya haha..haha.."tertawa dengan keras"
"Ka...Kamu aku ingatkan Jangan berani menggoda suamiku! "Berkata dengan gugup"
"Kita buktikan aja siapa yang lebih pantas..."
"Dasar! Fuckinng girl!
Tutt... Tutt... Tutt... "Menutup telfon"
Sesak nafas....
"gimana ini tadi Riani sekarang Jessi...
Aku harus gimana" mulai kebingungan"
kenapa banyak sekali perempuan yang menyukai dia.
brukkkkkk..... terjatuh ke lantai
Tiba-tiba....
Lisaa........
Lisaaa .......
Sayangg.......Suara kael memanggil"