
Ruangan Dv'2
"suji apa kamu melihat vian? kenapa dia hari ini tidak terlihat?
"Oh mungkin aja dia tidak masuk kerja"
Meraih Handphone.
~Pesan~
vian, kenapa kamu tidak bekerja hari ini? Kamu baik-baik aja kan? "Mengirim pesan"
10 menit kemudian
Hhmm, belum di balas juga ya, apa mungkin dia sakit! Ahh gak mungkin.
Ketua Dv'2
Ada PENGUMUMAN untuk semua karyawan Dv'2 dan Dv'1 akan mengadakan kegiatan tiap tahun nya selama seminggu, lokasi di sebuah villa disana semua karyawan dan para pihak agensi akan bekerjasama untuk menyelesaikan sebuah kompetisi seperti biasanya grup yang menang akan mendapat bonus gaji, sabtu ini saya harap kalian semua tepat waktu.
"berjalan pergi"
Berbisik-bisik...
"Arghhh... senang nya kamu tau lisa kegiatan ini begitu aku selalu senang karena menguntungkan setiap karyawan selain ada waktu berlibur ada kompetisi tambahan gaji! "bahagiaa"
"Aku terlihat gugup sebenarnya "gelisah"
"Ayo la kamu gugup karena kamu baru pertama kali ikuti, kamu tenang aja lisa, aku dan vian akan selalu di samping mu "hahaha tertawa"
~Suara langkah kaki~
"Hei guys kalian tau nggak sih disini tuh ada wanita penggoda "Mengina lisa"
"Apa! Kamu yang benar aja riani "tanya yona"
"Menurut kalian aku pernah berbohong gitu?"
"Wanita penggoda dari kalangan miskin tiba-tiba datang kesini berharap menjadi Tuan Putri! "mengarah ke lisa"
Bagaimana Menurut mu lisa? "Tanya riani"
Ribut-ribut...
"Dasar ****** satu ini, maksud kamu apa. Sentak suji"
"Wow........."
"sepertinya sesama orang miskin mulai membela kaum nya deh iuuuu banget kan "tertawaa keras"
Memegang tangan suji...
"Riani? Kamu begitu sungkan terhadap orang"
"Oh apa kamu tadi menanyakan pendapaku?" Hehe"tertawa kecil"
"sadar nggak sih kamu itu terlihat memuji dengan tinggi deh , aku rasa lebih bagus menjadi kaum miskin dari pada menjadi lalat yang terbang kesana-kemari hanya untuk menjadi simpanan? Oh atau lebih tepatnya menjadi ******, mungkin?"
"Tidak kurang dan lebih Julukan wanita penggoda aku rasa cukup pantas di sandangkan untuk mu!"
"Well apa menurut kamu pendapat ku ini salah? "Bertanya dengan tatapan dingin"
"Sial! Kamu! Beraninya menghina ku B*ngs*d "marah''
"Haha haha lisa...lisaa kamu tuh ada benarnya juga tau nggak! sini biar aku kasih tau deh, untuk menjadi Tuan Putri kamu harus menjilat lebih tinggi lagi "lontar Riani ke Lisa yang sedang berjalan keluar"
Lisa tiba-tiba berhenti mendengar itu....
"Ah kenapa kok berhenti atau kamu kurang paham ya?"
"Oh oke karna aku baik jadi aku kasih tau ke kamu! target yang pantas untuk menaikan status menjadi Tuan Putri kedepannya aku rasa kamu sendiri tau!"
"Kalau kau tau julukan wanita penggoda lebih pas untuk ku, aku rasa kamu harus berhati-hati deh, karena yang tidak di akui keberadaan nya tidak Jauh beda dengan wanita simpanan!
"dan mari bertaruh siapa yang lebih pas untuk menyandang status wanita simpanan atau hmm istri simpanan gitu?" tertawa kecil
berjalan mendekati lisa dan berbisik ke telinga nya
"Ah dan untuk membuktikan nya aku menargetkan pria tampan seperti kael untuk itu! Mari bersaing jangan pikir aku tidak tau kamu siapa... berjalan dengan cepat dan menepuk bahu lisa"
.
.
Lisa yang mendengar itu seketika langsung...
Brakkk.... Terduduk dengan panik
"Lisa kamu tidak apa-apa? Kamu terlihat terkejut! "Tanya suji dengan panik"
"Suji, apa riani tau sesuatu tentang ku? Kenapa dia berkata seperti itu tadi? "Gugup"
"Bagaimana ini, dia menargetkan Jeon!"
"aku......Aku tidak sengaja menyinggung nya"
"aku membuat masalah kael dalam masalah!"
"Lisa kamu tenang dulu iya, okeyy"
"Aku rasa riani sudah tau mengenai kamu dan dia mencoba mengecoh pikiran mu jadi kamu tenang dulu....Mencoba menenangkan lisa"
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Aku harus bagaimana suji "sangat gugup"
Berpikir sejenak...
"Aku tau kamu harus bagaimana lisa! terserah padamu jika kamu mau mendengar kan saranku"
"sekarang kamu harus bicara dengan suami mu kalau riani sudah tau kamu istri nya atau semacam nya ? Bagaimana Menurut mu"
"Tapi mana mungkin, kamu sendiri tau aku dan dia sekarang bagaimana."
"Lisa, ayo lah kamu mau sampai kapan begini terus, lari dari masalah tidak akan ada ujungnya, kamu percaya padaku! Jeon pasti mengerti kecemasan mu! "Mencoba memastikan lisa"
Kringg... Kringg... "Panggilan masuk"
"ini kael menghubungi ku"
"aku keluar sebentar untuk menjawab nya "berjalan keluar"
.
.
Luar ruangan
"Lisa! Aku ingin berbicara pada mu, aku harap kamu bersedia, aku tunggu kamu di rumah "menutup panggilan"
Aku belum sempat bicara tapi dia sudah menutup panggilan nya.
.
.
.
Pukul 6 sore
"Suji aku antar kamu pulang ya "tanya ku"
"Ah lisa tidak perlu, kamu pulang luan aja kak Jeon pasti sudah menunggu mu lama, aku akan naik bus. Oke"
"Kamu yakin? Ragu-ragu"
Yaps! Tenang aja "tertawa kecil"
"Iya sudah, aku luan kamu hati-hati Jangan lupa kabarin aku"
"Oke.....daaaa"
.
.
Sepanjang perjalanan yang aku pikirkan hanya perkataan riani siang tadi, aku begitu cemas terlebih lagi mengingat hubungan ku dan Jeon tidak sedekat itu, aku benar-benar merasa cemas.
kenapa situasi nya jadi kacau begini.
.
.
.
.
.
.
🥀